> anisah <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Assalamu'laikum wa rahmatullahi wa barakatuh
Wa`alaykumussalam warahmatullahi wabarakatuh > 1. Ada sebuah wahyu yang menyatakan, "Dan tidaklah kami jadikan seorang > manusia pun sebelummu abadi," (Al Anbiya':34). Masih hidupnya Nabi Isa `alayhissalam dan turunnya beliau diakhir zaman tidaklah bertentangan dgn ayat yg ukhtiy sebutkan itu. Karena beliau `alayhissalam tidak hidup abadi, tapi hanya ajalnya ditunda sampai akhir zaman. Saat beliau turun diakhir zaman nanti maka beliau tidak akan hidup abadi, beliau tetap akan mati seperti manusia lainnya menyelesaikan tugasnya meluruskan penyimpangan golongan Ahli Kitab dan membunuh Dajjal. Jadi, Nabi Isa tidak lah hidup abadi, tapi hanya ditunda kematiannya sampai akhir zaman. > Dan ada sebuah > hadist, "Tidak ada satu jiwa pun yang bernafas pada hari ini yang datang > dari zaman seratus tahun sebelumnya, sedangkan dia saat sekarang ini > masih hidup," (Hadist Riwayat Ahmad dan Tirmidzi dari Jabir). Ustadz AbdulHakim pernah menjelaskan hadits ini ttg kaitannya dgn Nabi Isa yg masih hidup. UstAbdHakim menjelaskan bahwa Rasulullah shalallahu`alayhi wasallam menyatakan bahwa tidak akan hidup dimuka bumi ini seratus tahun dari saat itu (saat ketika Rasulullah mengucapkan kalimat ini) orang yg hidup pada hari itu. Artinya, siapa saja yg hidup dimuka bumi pada saat itu tidak akan hidup pada saat seratus tahun setelah hari itu. Sedangkan Nabi Isa tidak terkena hadits tsb karena Nabi Isa tidak hidup dimuka bumi, tapi Allah mengangkatnya ke langit ditempat yg hanya Allah yg tahu. > Lalu, bagaimana dengan Nabi Isa? Selama ini saya masih mencari jawaban > ttg kebenaran akan turunnya Nabi Isa ke bumi di Menara Puith di Damaskus > dan akan membunuh Dajjal. Apalagi juga ttg kedatangan Imam Mahdi yang > akan membunuh babi, dan menghapuskan pajak. > Walaupun sudah banyak artikel yang saya baca ttg turunnya Nabi Isa, tapi > entah kenapa saya masih belum puas atas penjelasan yang dijabarkan dalam > artikel2 tersebut. Walaupun banyak menukil dalil2 wahyu yang shahih. > Tapi tak ada satu keterangan pun yang menyatakan bahwa Nabi Isa masih > hidup. Coba ukhtiy renungkan ayat berikut ini: " Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Tidak ada seorangpun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya. Dan di hari kiamat nanti Isa itu akan menjadi saksi terhadap mereka."[An Nisaa' : 158-159] Perhatikan ayat tsb, Allah menyatakan bahwa Tidak ada seorangpun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepada"nya" sebelum kematian"nya". Bukankah yg dimaksud diayat itu adalah kematian Nabi Isa? Jika yg dimaksud bukan kematian Nabi Isa maka kematian siapakah yg dimaksud ayat tsb? Jika saat ini Nabi Isa telah mati, maka ayat tsb tidak akan terbukti kebenarannya karena kenyataannya Ahli Kitab pada saat ini tidak beriman kpd nya (Nabi Isa) dgn keimanan yg sebenarnya, bahkan kaum yahudi sama sekali tidak beriman kpdnya! > Yang ada hanyalah bahwa roh nabi Isa diangkat ke langit. Dan akan turun > ke bumi pada hari kiamat nanti. Kalo hanya rohnya yg diangkat dan diturunkan pada hari kiamat, maka apa bedanya dgn manusia yg lainnya? bukankah setiap manusia akan diangkat rohnya pada saat mati? Jika ukhtiy memahaminya demikian (diangkat rohnya saja tanpa jasad), maka saat Nabi Isa diturunkan pada akhir zaman nanti ketika membunuh Dajjal lalu Nabi Isa berwujud apa? roh nya aja atau berjasad? > Mengingat bahwa itu termasuk Prinsip Kaidah Ahlus Sunnah wal Jama'ah, > maka saya ingin sekali mengimaninya karena saya gk mau dibilang ahlu > bid'ah. Betul, landasan aqidah ttg hal ini sangat jelas berdasarkan Al Qur'an dan Hadits2 yg shahih bahkan mutawwatir > 2. Apakah tidak mengapa jika saya tidak mengimani akan datangnya Nabi > Isa, karena hal tersebut bukanlah termasuk dalam rukun iman? Ya ukhtiy, bukankah beriman kpd Rasul2 Allah merupakan termasuk rukun Iman? bagaimanakah beriman kpd Rasul2 Allah? bukankah membenarkan berita2 ttg para Rasul Allah termasuk bagian dari Iman kpd Rasul2 Allah? Bukankah berita ttg masih hidupnya Nabi Isa `Alayhissalam dan diangkatnya beliau ke langit oleh Allah dan turunnya beliau diakhir zaman telah di kabarkan oleh Rasulullah Muhammad shalallahu`alayhi wasallam? Maka membenarkan khabar ttg Nabi Isa merupakan bagian dari Rukun Iman juga! > Apakah > dengan demikian saya adalah termasuk kaum munafiqun, mengimani sebagian > tetapi mengingkari sebagian yang lain? Sesungguhnya saya berhindar diri > dari hal-hal yang demikian. > > Mohon lengangkan waktu untuk menjawab pertanyaan ini, dan hanya kepada > Allah lah saya mengarap pahala kebaikan. > > Wassalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuh > Anisah M > Antarmitra Sembada, PT > Marketing Healthcare Division > [EMAIL PROTECTED] Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id Website audio: http://assunnah.mine.nu Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED] Ketentuan posting : http://www.assunnah.or.id/ragam/aturanmilis.php Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
