Nasihat Syeikh Muhammad Bin Abdul Wahab Al Washaby[1] Al-Yamani tentang Jarh
dan Tadil[2]
Wahai para penuntut ilmu, kamu tidak berhak untuk menjarh dan mentadil
seseorang, baik yang kamu jarh itu adalah temanmu ataupun selainnya.
Sesungguhnya ilmu jarh dan tadil adalah fardhu kifayah dan bukan fardhu
ain.artinya apabila sebagian orang telah tampil untuk memikul ilmu tersebut,
maka gugurlah dosa yang lainnya.
Ilmu jarh dan tadil ini merupakan tugas orang-orang yang kokoh dalam
ilmunya.Berhati-hatilah dari tipu daya syaithon ini yang telah mencabik-cabik
umat dan antara ulama dengan umatnya.Karena orang alim apabila dia berbicara
tentang seseorang dia berbicara diatas ilmu dan berbicara dengan dasar-dasar
bukti yang kokoh.
Dia mengetahui kapan dia mesti berbicara dan kapan mesti diam, dan apabila dia
berbicara dia tahu apa yang pantas untuk diucapkna. Adapun orang yang baru
belajar atau orang awwam, ketika ia berbicara dalam rangka men-jarh seseorang,
tentu ini akan mengakibatkan kerusakan dan keributan. Begitu pula apabila yang
memikul ilmu jarh ini orang yang bukan ahlinya.
Hendaknya para penuntut ilmu bertakwa kepada Allah Azza Wa Jalla. Dan tetaplah
meraka dalam semangat belajar dan mengikuti ulama. Karena Allah Azza Wa Jalla
telah memerintahkan untuk mengikuti mereka.
Sebagaimana firman Allah Azza Wa Jalla :
Hai orang-orang yang beriman taatilah Allah dan taatilah Rasul dan ulil amri
diantara kalian, Jika kalian berselisih dalam suatu permasalahan maka
kembalikanlah kepada Allah dan Rasul jika kalian beriman kepada Allah dan hari
kiamat yang demikian itu baik dan lebih baik akibatnya (Qs An Nisa:59)
Ulil Amri adalah para ulama dan para pemimpin. Wajib atas orang-orang awwam
untuk mentaati para ulama dan begitu pula atas para penuntut ilmu tentunya
dalam batas-batas Al Quran dan As Sunnah. Bagi penuntut ilmu, mentaati ulama
lebih diutamakan dari pada mentaati bapaknya.Dari itu bertakwalah kepada Allah
Azza Wa Jalla wahai penuntut ilmu!Janganlah kamu mencoreng penampilan ulama
dihadapan orang awwam dengan nukilan-nukilan yang tidak bisa
dipertanggungjawabkan kebenarannya, penuh dengan cercaan terhadap kehormatan
mereka dan juga menjarh kaum muslimin. Kamu bukan ahlinya untuk melakukan jarh
dan tadil, kecuali siapa yang diizinkan oleh syaikh untuk melakukannya. Dia
mengatakan bahwa fulan pantas untuk berfatwa, fulan pantas untuk berdakwah, dan
fulan pantas untuk menjarh dan mentadil.
Saya mengatakan Demi Allah , sya sangat mengkhawatirkan para alim ulama kalau
mereka tidak memperhatikan masalah ini dan mereka tidak membimbing
murid-muridnya dengan menasihati mereka, sungguh saya mengkhawatirkan turunnya
adzab Allah Azza Wa Jalla. Dan siapa saja dari murid-murid mereka yang tidak
mau melaksanakan nasihat dan wejangan yang sesuai dengan Al Quran dan As
Sunnah hendaklah dipukul dan ditahan dari menjarh dan mentadil serta ditahan
dari berfatwa tanpa dasar ilmu dikarenakan meraka telah memposisikan dirinya
sebagai ulama. Keadaan dirinya ditengah masyarakat adalah memberatkan dan
merugikan, karena mudharat yang akan diakibatkan itu lebih besar.Apabila
dibiarkan dalam keadaan seperti ini tentu akan menyebabkan terjauhnya dari
kebenaran dan kerusakannya akan lebih parah dari kebaikan yang akan didapati.
Penuntut ilmu dilarang untuk men-jarh dan men-tadil baik dalam bait-bait syair
maupun dalam tulisan.Cukup bagimu mengetahui kejelekan untuk kamu tinggalkan.
Adapun jika kamu menampilkan diri dalam posisi sebagai ulama dalam berbicara
kadang hal yang demikian itu menyebabkan kamu terputus dari manfaat ilmu.
{Diambil dari kutaib Isyruun Nashiha li Tholibil ilmi wa Daie Ilallah)
--------
[1] Beliau adalah salah satu murid utama Syaikh Muqbil bin Hadi Al Wadiie
rahimahullah yang telah membuat markaz ilmu di Hudaidah, salah satu pujian
Syaikh Muqbil kepada beliau diantaranya adalah Dia adalah qadhi yang bijaksana
dan penuh dengan kezuhudan dan berhasil dalam menuntut ilmu
[2] Yang dimaksud Jarh adalah mensifati seorang rawi yang karena pensifatannya
itu riwayatnya akan lemah atau tidak bisa diterima sedangkan Tadil adalah
mensifati seorang rawi, yang karena pensifatannya tersebut riwayatnya bisa
diterima. (Dhowabith Al Jarh wat Tadil, Dr Abdul Aziz bin Muhammad)
---------------------------------
Want to start your own business? Learn how on Yahoo! Small Business.
Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : http://www.assunnah.or.id/ragam/aturanmilis.php
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/assunnah/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/