On 1/6/07, Desi Kusrini <[EMAIL PROTECTED] com> wrote:
>
> assalamu'alaikum
> saya mau nanya apakah sama antara salafy sama assunnah dan ahlusunnah wal
> jamaah? mana sih ajaran yang benar? saya jadi bingung?
> balas ke email yg baru saya ya [EMAIL PROTECTED] com
> syukron

Wa'alaikumsalam Waromatullohi wabarokaatuh
Nama salafy, ahlussunah wa jamaah itu sama aja. 
untuk lebih jelasnya di bawah ana lampirkan sebuah artikel tentang

NAMA-NAMA DAN SIFAT AHLUS SUNNAH 

Wassalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokaatuh

Sumber : http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&article_id=639

NAMA-NAMA DAN SIFAT AHLUS SUNNAH

Oleh
Syaikh Dr Said bin Ali bin Wahf Al-Qahthani
Bagian Pertama dari Dua Tulisan [1/2]

[1]. Ahlus Sunnah wal Jama’ah

Mereka adalah orang-orang yang mengikuti gaya hidup Rasulullah dan para sahabat 
beliau. Mereka adalah orang-orang yang berpegang teguh pada sunnah Nabi 
Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka adalah para sahabat beliau sendiri, para 
tabi’in, para imam yang mengikuti petunjuk dan mengikuti kehidupan mereka serta 
menjauhi perbuatan bid’ah di mana pun dan kapan pun juga. Mereka akan tetap ada 
dan selalu mendapatkan pertolongan dari Allah hingga hari Kiamat.[1]

Mereka disebut sebagai Ahlus Sunnah karena mereka mengorientasikan diri mereka 
kepada sunah dan karena mereka bersatu untuk mengamalkan sunnah itu secara 
lahir dan batin, dalam ucapan, perbuatan dan keyakinan [2]

Dari Auf bin Malik Radhiyallahu ‘anhu diriwayatkan bahwa Rasulullah Shallallahu 
‘alaihi wa sallam bersabda.

“Artinya : Yahudi dahulu terpecah menjadi tujuh puluh satu golongan ; satu 
golongan masuk Surga, tujuh puluh golongan masuk Neraka. Nasrani terpecah 
menjadi tujuh puluh dua golongan ; satu golongan masuk Surga, tujuh puluh satu 
yang tersisa masuk Neraka. Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tanganNya : 
umatku akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga golongan ; satu golongan masuk 
Surga dan tujuh puluh dua lainnya masuk Neraka. “ Ada sahabat yang bertanya : 
“Wahai Rasulullah ! Siapa mereka yang masuk Surga itu ?” Beliau menjawab : 
“Mereka adalah Al-Jama’ah” [3]

Dalam riwayat lain oleh At-Tirmidzi dari Abdullah bin Amru diriwayatkan bahwa 
para sahabat bertanya : ‘Siapakah mereka wahai Rasulullah ?” Beliau menjawab.

“Artinya : Orang yang mengikuti jalan hidupku dan para sahabatku” [Diriwayatkan 
oleh At-Tirmidzi dalam Sunnan-nya, dalam kitab Al-Iman, bab : Riwayat Tentang 
Terpecahnya Umat V : 26, nomor 2641.

[2] Al-Firqatun Najiyah [Golongan Yang Selamat]

Yakni yang selamat dari Neraka. Karena Nabi mengecualikan golongan itu ketika 
menyebutkan seluruh golongan yang ada dengan sabda beliau : “Seluruhnya masuk 
Neraka, kecuali satu golongan” yakni yang tidak ikut masuk Neraka. [4]

[3] Ath-Thaifah Al-Manshurah [Golongan Yang Mendapat Pertolongan]

Dari Mua’wiyah Radhiyallahu ‘anhu diriwayatkan bahwa ia menyatakan ; Saya 
pernah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Artinya Dikalangan umatku akan tetap ada segolongan kecil yang terus berpegang 
pada ajaran Allah ; mereka tidak akan dapat dicelakakan oleh orang yang 
berusaha menyakiti mereka dan berusaha menyelisihi mereka, sehingga datang 
keputusan Allah sementara mereka masih tetap bertahan pada kebenaran itu di 
hadapan manusia” [5]

Dari Al-Mughirah bin Syu’bah Radhiyallahu ‘anhu diriwayatkan yang senada dengan 
itu [6]. Demikian juga dari Tsauban juga diriwayatkan bahwa Rasulullah 
Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Artinya : Di kalangan umatku akan tetap ada segolongan kecil yang terus 
berpegang pada ajaran Allah ; mereka tidak akan dapat dicelakakan oleh orang 
yang berusaha menyakiti mereka, sehingga datang keputusan Allah sementara 
mereka masih tetap bertahan seperti itu. [7]

Dari Jabir bin Abdullah Radhiyallahu ‘anhu juga diriwayatkan yang senada dengan 
itu. [8]

[4] Orang-Orang Yang Berpegang Teguh Pada Kitabullah Dan Sunnah Rasul Serta 
Jalan Hidup Generasi Islam Awal Terdahulu Dari Kalangan Al-Muhajrin Dan 
Al-Anshar.

Oleh sebab itu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebut mereka dalam hadits 
: “Orang yang mengikuti jalan hidupku dan para sahabatku” [9], yakni bahwa 
mereka adalah orang-orang yang mengikuti kehidupanku (nabi) dan para sahabatku”

[Disalin dari kitab Nurus Sunnah wa Zhulumatul Bid;ah Fi Dhauil Kitabi was 
Sunnah, edisi Indonesia Mengupas Sunnah, Membedah Bid’ah, hal. 13-18 Darul Haq]
_________
Foote Note
[1] Lihat Mabahits Fi Aqidah Ahlis Sunnah wal Jama’ah oleh Doktor Nashir bin 
Abdul Karim Al-Aql hal. 13-14
[2] Lihat Fathu Rabil Bariyah ringkasan dari Al-Hamawiyah oleh Al-Alamah 
Muhammad bin Utsaimin hal.10, serta Syarah Al-Aqidah Al-Wasithiyah oleh 
Al-Alamah Shalih bin Fauzan Al-Fauzan. Hal.10
[3] Dikeluarkan oleh Ibnu Majah dengan lafazhnya dalam kitab Al-Fitan, bab : 
terpecahnya umat II : 321, dengan nomor 3992. Diriwayatkan oleh Abu Dawud dalam 
kitab As-Sunnah, bab Syarah Sunnah IV : 197, dengan no 4596. Diriwayatkan juga 
oleh Abu Ashim dalam kitab As-Sunnah I : 32 dengan nomor 63, dishahihkan oleh 
Al-Albani dalam shahih Sunan Abi Dawud II : 364
[4] Lihat Ushul Ahlis Sunnah wal Jama’ah tulisan Shalih bin Fauzan Ali Fauzan, 
hal. 11
[5] Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dalam 
kitab Al-Manaqib, bab : Muhammad bin Al-Mutsanna telah menceritakan sebuah 
hadits kepada kami IV : 225 dengan nomor 2641. Diriwayatkan oleh Muslim dengan 
lafazhnya dalam kitab bab sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Di 
kalangan umatku akan tetap ada sekelompok kecil yang berpegang teguh pada 
kebenaran ; mereka tidak akan dapat dicelakai oleh orang yang berusaha mengusik 
mereka” II : 1524, dengan nomor 1037.
[6] Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dalam 
kitab Al-Manaqib, bab : Muhammad bin Al-Mutsanna telah menceritakan sebuah 
hadits kepada kami IV : 225 dengan nomor 2640. Diriwayatkan oleh Muslim dengan 
lafazhnya dalam kitab bab sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Di 
kalangan umatku akan tetap ada sekelompok kecil yang berpegang teguh pada 
kebenaran ; mereka tidak akan dapat dicelakai oleh orang yang berusaha mengusik 
mereka..” 1523, dengan nomor 1921.
[7] Diriwayatkan oleh Muslim dalam kitab Imarah, bab sabda Nabi Shallallahu 
‘alaihi wa sallam ; Di kalangan umatku akan tetap ada sekelompok kecil yang 
berpegang teguh pada kebenaran ; mereka tidak akan dapat dicelakai oleh orang 
yang berusaha mengusik mereka..” 1523, dengan nomor 1920.
[8] Diriwayatkan oleh Muslim dalam kitab dan bab yang sama dengan sebelumnya II 
: 1523, nomor 1923.
[9] Telah ditakhrij pada foot note no.5

Sumber : http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&article_id=675

NAMA-NAMA DAN SIFAT AHLUS SUNNAH

Oleh
Syaikh Dr Said bin Ali bin Wahf Al-Qahthani
Bagian Terakhir dari Dua Tulisan [2/2]

[5] Mereka Adalah Tauladan Yang Baik Yang Menunjukkan Kepada Kebenaran Serta 
Mengamalkannya.

Ayyub As-Sikhtiyani rahimahullah menyatakan : “Sesungguhnya di antara 
kebahagian bagi seorang hadats [1] dan orang non Arab adalah ketika Allah 
memberi taufik kepada mereka berdua untuk bertemu dengan ulama Ahlus Sunnah” [2]

Fudhail bin Iyadh Radhiyallahu ‘anhu menyatakan : “Sesungguhnya Allah memiliki 
para hamba yang karena hamba-hamba itu Allah menghidupkan negeri-negeri. Mereka 
adalah Ahlus Sunnah dan orang yang mengetahui apa yang masuk ke dalam perutnya, 
halal atau haram. Mereka termasuk tentara Allah” [Rujukan sebelumnya I : 72 
nomor 51]

[6] Ahlus Sunnah Adalah Orang-Orang Pilihan Yang Melarang Bid’ah dan Menjauhi 
Para Pelakunya.

Ada orang yang bertanya kepada Abu Bakar bin Iyasy tentang siapakah sunni atau 
Ahlus Sunnah itu ? Beliau menjawab : “Yakni orang yang apabila mendengar 
tentang bid’ah-bid’ah para pengekor hawa nafsu, ia tidak cenderung kepada 
satupun di antaranya”[3]

Ibnu Taimiyah rahimahullah sendiri menyebutkan : “Ahlus Sunnah adalah umat 
pilihan dan umat pertengahan yang berada di atas jalan yang lurus, jalan 
kebenaran dan jalan yang pertengahan” [Lihat Fatawa Ibnu Taimiyah III : 368-369]

[7] Ahlus Sunnah Adalah Orang-orang Asing, Ketika Orang Banyak Sudah Penuh 
Kerusakan.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu diriwayatkan bahwa Rasulullah Shallallahu 
‘alaihi wa sallam bersabda.

“Artinya : Islam dimulai dalam keadaan asing, dan akan kembali menjadi asing 
sebagaimana ia mulai, maka beruntunglah orang-orang asing itu” [4]

Dalam riwayat Imam Ahmad rahimahullah disebutkan dari Abdullah bin Mas’ud 
Radhiyallahu ‘anhu bahwa beliau pernah ditanya : “Siapakah orang-orang asing 
itu?” Beliau mejawab : “Mereka adalah orang-orang yang menyempal [5] dari suku 
mereka” [Lihat Musnad Imam Ahmad I : 398]

Sementara dalam riwayat Imam Ahmad rahimahullah lainnya disebutkan dari 
Abdullah bin Amru bin Ash bahwasanya diriwayatkan Rasulullah Shallallahu 
‘alaihi wa sallam pernah ditanya : ‘Siapakah orang-orang asing itu, wahai 
Rasulullah?” Beliau menjawab.

“Artinya : Mereka adalah orang-orang shalih yang hidup dilingkungan orang-orang 
fasik, yang para pembangkangnya lebih banyak dari yang taat kepada mereka” 
[Lihat Musnad Imam Ahmad II: 177,222]

Dalam jalur riwayat lain disebutkan.
“Artinya : Mereka adalah orang-orang yang menghidupkan kembali sunnah-sunnah 
yang telah dirusak oleh orang banyak” [Lihat Musnad Imam Ahmad IV : 173]

Sehingga Ahlus Sunnah adalah orang-orang yang asing ditengah sekumpulan 
kalangan ahli bid’ah, pengerkor hawa nafsu dan golongan-golongan sesat.

[8] Ahlus Sunnah Adalah Orang-Orang Yang Membawa Cahaya Ilmu

Ahlus Sunnah adalah orang-orang yang membawa ilmu dan mencegah penyelewengan 
orang-orang yang melampaui batas, perpecahan ahli kebatilan dan penakwilan 
orang-orang yang jahil. Oleh sebab itu, Ibnu Sirin rahimahullah menyatakan : 
“Para sahabat dahulu tidak pernah mempertanyakan isnad. Ketika terjadi fitnah, 
mereka mulai berkata : “Sebutkan para perawimu, sehingga dapat diketahui mana 
yang berasal dari Ahlus Sunnah untuk diambil haditsnya dan bila dari kalangan 
ahli bid’ah untuk tidak diambil haditsnya” [6]

[9] Ahlus Sunnah Adalah Mereka Yang Membuat Sedih Orang Banyak Bila Berpisah 
Dengan Mereka.

Ayub As-Sikhtiyani rahimahullah mengungkapkan : “Ketika aku diberitahu tentang 
kematian salah seorang di antara Ahlus Sunnah, seolah-olah aku kehilangan salah 
satu dari anggota tubuhku” [Syarah I’tiqaad Ahlus Sunnah wal Jama’ah oleh 
Al-Laikai I : 66 dengan no. 29]

Beliau juga pernah berkata : “Orang-orang yang mengangankan kematian Ahlus 
Sunnah berarti mereka ingin memadamkan cahaya Allah dengan mulut mereka. 
Sementara Allah akan tetap menghidupkan cahayaNya meskipun orang-orang kafir 
itu tidak menyukinya” [Syarah I’tiqaad Ahlus Sunnah wal Jama’ah oleh Al-Laikai 
I : 66 dengan no. 35]

[Disalin dari kitab Nurus Sunnah wa Zhulumatul Bid;ah Fi Dhauil Kitabi was 
Sunnah, edisi Indonesia Mengupas Sunnah, Membedah Bid’ah, hal. 13-18 Darul Haq]
_________
Foote Note.
[1] Hadats artinya pemuda. Lihat An-Nihayah Fi Gharibil Hadits wa Atsar, bab : 
huruf haa dan daal, materi hadats I : 351
[2] Syarah Ushul I’tiqaad Ahlus Sunnah wal Jama’ah oleh Al-Lalikai I : 166, 
dengan nomor 30.
[3] Syarah Ushul I’tiqaad Ahlus Sunnah wal Jama’ah oleh Al-Lalikai I : 72, 
dengan nomor 53.
[4] Diriwayatkan oleh Muslim dalam kitab Al-Iman, bab : Penjelasan bahwa Islam 
itu Dimulai Dalam Keadaan Asing dan Akan Kembali Menjadi Asing I : 130 dengan 
no. 145.
[5] Yakni orang asing yang menyempal dari keluarga dan sanak kerabatnya, 
artinya menjauh dan menghilang dari mereka. Artinya, beruntunglah kaum 
Al-Anshar dan Al-Muhajirin yang meninggalkan tanah air mereka karena Allah. 
Lihat An-Nihayah oleh Ibnu Atsir V: 41
[6] Diriwayatkan oleh Muslim dalam kitab Al-Mukaddimah, bab : Sanad Dalam 
Meriwayatkan Ajaran Agama I : 15


Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : http://www.assunnah.or.id/ragam/aturanmilis.php
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke