Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuhu

Akhi Hanif menulis:
"Saya lebih suka membaca buku sirah Nabi, akhlak salaf, sirah sahabat, sirah 
salafus salih, etc ketimbang mengorek2 kesalahan orang islam dari jamaah 
apapun. Kalau dicari, ya pasti ada. Buat apa? Kesalahan saya juga banyak dan 
saya tidak tahu bagaimana nanti kalkulasinya di akhirat. Semuanya juga manusia 
biasa dan bukan Nabi dan bukan malaikat. Sebaik2 muslim sekarang saya yakin 
nggak akan bisa menyamai generasi dulu."

Tanggapan:
Afwan akhi, jika antum memang sangat menggemari buku sirah Nabi maka ini adalah 
suatu rahmat dari Allah. Akan tetapi hanya membaca sirah, (apalagi satu buku) 
tanpa mendampingi dengan kitab2 yang memuat hadits2 Rasulullah, tentu akan 
sangat kurang. Misal:

1. Adakah antum pernah membaca bahwa Rasulullah pernah mengucilkan 3 orang 
sahabatnya selama 50 hari karena sengaja tidak ikut jihad?
2. Adakah antum pernah membaca bahwa Rasulullah menyebut khawarij sebagai 
anjing2 neraka?
3. Adakah antum pernah membaca bahwa Rasulullahpun bersabda bahwa sebaik-baik 
pembunuhan adalah membunuh khawarij - bukan Yahudi atau Nashrani atau kaum 
kafir lainnya.
4. Adakah antum pernah membaca hadits tentang peringatan Rasulullah akan 
da'i-da'I penyeru jahanam?

Ini semua ya akhi, tercantum dalam kitab2 hadits dan kesemuanya adalah hadits 
shahih.

Adapun riwayat dari para sahabat dan juga para tabi'in tabiut-tabi'in begitu 
banyak sekali dimana mereka mengingkari kebid'ahan beserta tokoh2nya. Bahkan 
merekapun tak segan untuk mengatakan "si fulan dajjal"

Bahkan banyak diantara mereka yang mengatakan bahwa membantah ahlul bid'ah itu 
lebih afdhol ketimbang jihad melawan orang-orang kufar.

Dan kalau antum perhatikan ayat-ayat Allah, bukankah Allah mengorek-orek 
berbagai keburukan orang2 Yahudi dan Nashrani dalam begitu banyak ayatNya.

Afwan sekali lagi akhi, namun jawablah pertanyaan ana:

1. Sesungguhnya Allah dan RasululNya telah memberitakan kepada kita bahwa jalan 
kebenaran itu hanya satu. Yaitu jalan yang ditempuh oleh Rasulullah dan para 
sahabatnya. Maka bagaimanakah menurut antum jika ada orang2 yang mengajak 
manusia menempuh jalan selain Rasulullah?

Jika antum mengatakan biarkan saja demi persatuan, maka sama saja antum 
menghalalkan ajakan-ajakan mereka ke neraka

Jika antum mengatakan mereka diingatkan, maka inilah yang benar.

Lalu bagaimanakah jika setelah diingatkan, mereka bukannya kembali kepada 
kebenaran tetapi malah semakin gencar melancarkan propaganda sesatnya?

Jika antum mengatakan biarkan, mereka sesama saudara kita. Maka berarti demi 
persaudaraan itu, antum "menyembelih" saudara antum yang lain, yang terpukau 
ajakan mereka.

Jika antum mengatakan umat harus diingatkan dari mereka, dan mereka harus 
dihinakan semata-mata supaya umat menjauhi mereka sampai mereka kembali ke 
jalan yang haq. Dan apabila mereka telah insyaf, maka jangan ungkit2 lagi 
kesalahan mereka. Maka inilah yang haq, dan inilah yang salafiyun lakukan.

Sesungguhnya salafiyun adalah orang2 yang paling kasih dan sayang terhadap 
sesama muslim, sehingga tidak rela jika mereka terjerumuskan kedalam kesesatan 
dan fitnah. Ketika salafiyun membantah, atau mencela seorang/suatu kelompok 
tidaklah karena hal lain kecuali supaya umat terselamatkan dari fitnah mereka. 
Dan tidaklah celaan/bantahan itu diumumkan, kecuali setelah segala upaya 
persuasif dilakukan.

Adapun antum tinggal di negeri kafir, maka ana ada pertanyaan untuk antum:

Adakah antum di sana untuk sesuatu yang wajib? Dimana kalau tidak di sana maka 
antum akan meninggal/tertimpa bahaya lainnya?

Antum mengatakan bahwa antum suka membaca siroh bukan? Bukankah antum juga 
sudah membaca hal-hal yang berkenaan dengan hijrah? Dan tentu antum juga tahu 
bahwa ada sebagian sahabat yang tidak mau hijrah, sehingga merekapun ditimpa 
kesengsaraan yang amat sangat. Akan tetapi dalam hal ini, adakah Allah 
memberikan mereka pujian ataukah celaan kepada mereka yang tinggal dan tidak 
mau hijrah?

Sesungguhnya bukanlah Allah dan agama ini yang mempersulit antum, tetapi antum 
sendirilah yang mempersulit diri antum dengan memaksakan tinggal di negeri 
kafir. Bukankah bumi Allah sangat luas? Jika memang dunia tidak selebar daun 
kelor, lalu mengapakah antum memaksakan diri tinggal di negeri kafir, jika 
antum merasa terhimpit/tersiksa? Apakah melanjutkan S2 itu jauh lebih penting 
ketimbang menyelamatkan agama?

Manusia memang banyak macam dan tipenya akhi, tetapi agama ini hanya ada satu 
tipe yang benar. Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali dan lain-lain memiliki perangai 
yang berbeda-beda. Akan tetapi mereka semua bersatu dalam satu pemahaman. 
Demikian juga Imam Syafi'I, Hanafi', Ahmad, Malik, Al Auza'I, Ibnu Hazm, mereka 
berasal dari berbagai daerah dan suku. Tetapi mereka semua satu kata ketika 
mendengar Firman-firman Allah dan hadits-hadits Rasulullah "Sami'na Wa 
A-Tha'na" (Kami dengar dan kami taat). Dan kepada seruan inilah kami mengajak 
manusia. Mulyalah mereka yang mengikutinya, dan hinalah yang menyelisihinya.

Wallahu A'lam

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuhu


_____

From: [email protected]
Sent: Thursday, March 01, 2007 1:22 AM
To: [email protected]
Subject: Re: [assunnah] Re:Tentang Liqo'

maaf, yang no. 5 itu maksud saya
Saya lebih suka membaca buku sirah Nabi, akhlak salaf, sirah sahabat, sirah
salafus salih, etc ketimbang mengorek2 kesalahan orang islam dari jamaah
apapun. Kalau dicari, ya pasti ada. Buat apa? Kesalahan saya juga banyak dan
saya tidak tahu bagaimana nanti kalkulasinya di akhirat. Semuanya juga
manusia biasa dan bukan Nabi dan bukan malaikat. Sebaik2 muslim sekarang
saya yakin nggak akan bisa menyamai generasi dulu.

Saya pernah ketemu anjing2 yahudi, tersiksa secara mental, finansial, etc di
negeri kafir, tidak ada yang menolong kecuali muslim walau satu sama lain
gak saling kenal sebelumnya, dan gak faham bahasa satu dengan yang lain (Dia
bahasa prancis dan gak bisa bahasa inggris sedangkan saya pada hari2 pertama
di paris hanya bisa bahasa inggris dan gak bisa bahasa prancis). Tapi bisa
match, saling tolong hanya karena SESAMA MUSLIM. Teman itu hanya Allah yang
memberi. Ketika pindah negara, hanya satu yang saya tuju pertama kali, yaitu
masjid. Di sanalah orang islam berada. Kalau antum pernah mengalami seperti
yang saya alami, mungkin antum akan lebih mengerti apa yang namanya itu
ukhuwah islamiyah.

Saya buka rahasia lagi. Semoga Allah melindungi dari riya'. Apakah
rahaasianya memiliki teman yang satu sama lain nggak kenal sebelumnya dan
beda negara dan beda segalanya lah pokoknya. Rahasianya adalah jamaah solat
subuh. Siapapun yang rajin solat JAMAAH subuh ke masjid (apalagi solat
jamaah subuh di negeri kafir), siapapun dia, pasti saya percaya padanya. Dia
(insya Allah) pasti bisa dipercaya.

Antum semua, hampir semuanya tinggal di indonesia. Bahasa sama, warna kulit
sama, agama sama. Cobalah untuk mempererat silatur rahim sesama muslim dan
bukan sesama jamaah saja. Berdakwahlah dengan cara yang ahsan kalau antum
mengaku salafy.

Sekali lagi, dunia ini luas akhi. Tidak selebar daun kelor. Manusia itu juga
banyak tipenya. Apa yang antum temui di suatu lokasi tidak bisa digunakan
ukuran untuk membuat stigma tertentu.

Hanif


[Catatan Admin]
Kami hanya mengingatkan kepada antum, seluruh pelanggan milis Assunnah,
untuk dapat tetap fokus terhadap permasalahan yang sedang dibahas. Mohon
dapat tetap memperhatikan kaidah penggunaan bahasa yang baik terhadap email
yang akan dikirimkan ke milis Assunnah. Tunjukkan akhlak yang baik, pun di
dalam gaya penulisan email yang antum lakukan. Semoga menjadi lunak hati
orang yang keras terhadap dakwah ini, dengan santunnya akhlak antum.
Demikian tambahan informasi yang dapat kami sampaikan. Wallahu'alam


On 28/02/07, hanif hanif <hanif230982@ <mailto:hanif230982%40gmail.com>
gmail.com> wrote:
>
> Wa'alaikumussalam wa rakhmatullahi wa barakaatuh
>
> saya ingin konfirmasi sedikit
>
> 1. Saya TIDAK PERNAH ketemu veteran/pejuang Afghan atau bumi jihad yang lain
> 2. SAYA BENCI SYIAH, tahu sejarah timbulnya syiah, tahu perkembangannya,
> sampai sekarang.
> 3. SAYA TIDAK PERNAH INGIN MENYATUKAN SUNNAH - SYIAH.
> 4. Pengalaman saya tentang jamaah terbatas hanya di Surabaya (bukan
> indonesia lho. Indonesia itu luas banget), Paris, East London (London itu
> juga gedhe banget), dan Sharjah-UAE
> 5. Saya lebih suka membaca buku sirah Nabi, akhlak salaf, sirah sahabat,
> sirah salafus salih, etc ketimbang mengetahui akhlak orang islam jaman
> sekarang dari jamaah apapun.
>
> salam,
>
> Hanif
>
>
>
> On 28/02/07, shaqeel_muhannad <shaqeel_muhannad@
<mailto:shaqeel_muhannad%40yahoo.com> yahoo.com > wrote:
> >
> > Wa'alaikumussalam wa rakhmatullahi wa barakaatuh wa maghfiratuh
> > waffaqakallahu wa iyyana likulli khoir
> >
> > Apa yang anda ceritakan itu adalah pengalaman pribadi anda yang
> > kebetulan sedikit "manis". Kalau anda survey langsung ke lapangan dan
> > membuat sensus soal pengalaman ikhwah salafiyin dengan jam'aat hizbiyah
anda
> > akan menemui banyak pengalaman yang mungkin sangat menyedihkan. Dan anda
> > perlu ingat, bahwa masalahnya bukan kita tidak mau memperkecil friksi
antar
> > jama'ah, tapi jelas-jelas manhaj mereka itu menyebabkan mereka
bermu'amalah
> > dengan kita seperti itu. Bagaimana kisah Syaikh al-Albany di Yordan
dengan
> > mereka anda sudah tahu kan? Kalo anda punya kaset silsilatul huda wan
nuur
> > (kumpulan ceramah beliau) coba dengarkan kaset nomer 699 anda akan tahu.
> > Kemudian bagaimana Syaikh Jamilurrahmaan al-Afghany rahimahullah
meninggal
> > dunia anda tahu kan? Baca bayan tentang ini di web nya Syaikh Muqbil
(kalo
> > masih ada) atau dengarkan silsilatul huda kaset nomer 500, dan siapa
> > pembunuhnya, coba tanyakan kawan-kawan anda yang veteran afghan! Belum
lagi
> > perlakuan mereka kepada kawan-kawan saya disini yang dengan tulus ingin
> > menuntut ilmu ke masyayikh. Anda tidak bisa abaikan itu. kemudian
bagaimana
> > sikap jamaah IM di Yordan ketika ada 2 anggotanya yang mengundang Syaikh
> > al-Albany untuk menyampaikan ceramah di rumahnya?
> >
> > Saya dengan ini semua bukannya ingin memecah belah ummat, tapi hanya
> > ingin mengingatkan anda bahwa, ummat ini bersatu bukan di bawah da'wah
> > taqriib atau tauhidus shufuuf dengan memperkecil friksi antar jama'ah,
tapi
> > dengan belajar dan mengamalkan ilmu yang kita warisi dari Rasulullah
> > shallallahu 'alaihi wa sallam dan generasi al-quruun al-mufaddhalah. Dan
> > anda harus ingat, ketika anda ingin saling mendekatkan antar jama'ah,
anda
> > harus tau... siapakah yang harus meninggalkan KHUZA'BALAAT dan BALA'
serta
> > THAAMMAH nya untuk mendekat ke yang lain ?!! Di sini, ada seorang doktor
> > syari'ah dari Cairo University yang ingin menulis buku tentang syi'ah
untuk
> > keperluan "taqriib" (mendekatkan antar firqah), tapi kemudian setelah
beliau
> > meneliti langsung buku-buku mereka beliau akhirnya tahu, bahwa soal
aqidah
> > itu gak bisa ditolerir, dan beliau tahu siapakah yang harus meninggalkan
> > pendapatnya dan harus mendekat ke yang lain.
> >
> > Dan saya juga tidak ingin kita meninggalkan mereka (jama'aat) begitu
> > saja tanpa mengajak mereka kepada kebenaran. Tapi saya ingin
mengingatkan
> > anda yang anda juga bilang bahwa anda kader PKS, perlakuan-perlakuan
tidak
> > menyenangkan kepada salafiyin dari individual anggota jama'at hizbiyah
> > adalah karena MANHAJ mereka juga, jadi tidak bisa diabaikan ketika kita
> > mengingatkan mereka kemudian kita melupakan manhaj dan partai mereka.
Ingat,
> > Rasulullah bersabda: TARAKTUKUM 'ALAL BAIDHAA', LAILUHA KA NAHAARIHAA,
LAA
> > YAZIIGHU 'ANHA ILLA HAALIK. Kalau anda ingin memepersatukan ummat Islam
dan
> > ingin MENITI JEJAK SALAFUS SALIH (copy paste dari penutup tulisan anda),
> > silakan tanggalkan hizbiyah anda dan ajaklah orang lain untuk belajar
ilmu
> > yang kita warisi dari Rasulullah. Ingin bersatu tetapi tetap berhizbiyah
ria
> > adalah sesuatu yang tanaqudh (bertentangan).
> > Fallahul Musta'aan Wal Haadi Ilaa Sawaa'i al-Sabiil.
> > Wassalamu'alaikum warakhmatullah wabarakaatuh
> >
> >
> > hanif hanif < hanif230982@ <mailto:hanif230982%40gmail.com> gmail.com
<hanif230982%40gmail.com>> wrote:
> > Assalaamu 'alaykum warahmatullahi wabarakaatuh,
> > bismillah wash shalatu was salaamu 'ala rasuulillah,
> >
> > Perkenalkan, nama lengkap saya adalah Hanif (nama di KTP/pasport) alias
> > Hanif HANIF (nama di prancis) alias Hanif s/o Muhammad Ihsan (nama di
UAE).
> > Inilah akibatnya kalau cuma punya satu kata dalam nama. Akhirnya nama
saya
> > jadi bermetamorfosis ketika ke negri lain. Mulai kenal
> > tarbiyah/ikhwan/PK/PKS sejak 1997.
> >
> > Meski saya seorang engineer, Saya suka sekali buku sejarah Nabi sampai
> > khilafah terakhir, politik internasional dan akhlak para sahabat dan
salafus
> > salih. Ketika di ITS, saya rajin baca assunnah, sabili, sahid, etc
sebagai
> > refreshing kuliah. Cara solat saya, insya Allah sama persis dengan yang
di
> > buku syaikh Al albani. Untuk dzikir, saya pakai hisnul muslim semenjak
saya
> > tahu bahwa al ma'tsurat ada hadist lemahnya. Kan lebih baik pakai yang
lebih
> > kuat riwayatnya. Moroever buku hisnul muslim ini sangat terkenal lho di
> > london.
> >
> > Akrab dengan para salafiyyin, ikhwan dan tabligh di paris (baik indo
> > maupun non indo), pernah tinggal sekamar dengan mantan ketua HT dari
negara
> > X waktu di london, dan sekarang tinggal dengan tabligh dari suku pattan
> > (perbatasan pakistan-afghan) di UAE. FYI, sebagian tabligh di paris itu
> > memakai riyadhus salihin rather than fadhailul a'mal sebagai bayan ba'da
> > solat. Dan tabligh pattan teman saya yang sekarang itu ternyata
pendukung
> > berat taliban. Pokoknya beda dengan tabligh yang di indo dan malaysia.
Saya
> > sendiri sangat terbuka dengan semua jamaah. Semua buku dari semua jamaah
> > saya baca karena memang saya suka baca. Saya selalu mencoba berusaha
agar
> > friksi antar jamaah itu kian mengecil.
> >
> > Alhamdulillah, meski saya kader PKS, saya selalu mencoba meluruskan
> > berita yang gak benar tentang semua jamaah (baik ikhwan, ht, salafy, jt,
> > atau yang lain). Ini dikarenakan banyaknya muslim yang misunderstand
tentang
> > jamaah yang lain, misinformation, dan terlalu ta'ashshub terhadap
> > golongannya. Pernah ada British muslim dari HT yang mengatakan bahwa
syaikh
> > di saudi itu gak pernah mendoakan umat islam dan paling2 cuman mendoakan
> > secara global dan tanpa menyebut nama negaranya dan si british itu juga
> > bencinya setengah mati sama syekh di saudi. Saya faham dia lagi
mengolok2
> > salafy. Langsung saya tanya, "do u understand arabic". Dia jawab, "no".
> > Langsung saya bilang kalau saya ini faham bahasa arab dan melihat dan
> > mendengar ke mata dan telinga saya bahwa syaikh di saudi itu mendoakan
> > mujahidin di palestina, chechnya, kashmir, dan di mana2. Tahu nggak,
setelah
> > kejadian itu, si british ssekarang belajar private bahasa arab lho sama
> > seorang lulusan madinah.
> >
> > Kalau ada personal PKS atau siapapun muslim yang berbuat salah, maka
> > hadapilah dia sebagai muslim yang perlu dinasehati bukan sebagai jamaah
> > tertentu. Itulah yang insya Allah selalu saya lakukan sehingga saya bisa
> > akrab dengan semuanya walau beda warna kulit dan warna rambut, beda
bahasa,
> > beda negara, etc. Ketika ada jamaah X dari negara Y yang salah, maka
saya
> > nasehati dengan dalil yang sahih. Ikut ya syukur, kalau nggak ya gak
apa2.
> > Saya pribadi masih sangat hormat kepada guru ngaji saya yang orang NU
meski
> > dia suka tahlilan. Dari dia lah saya tahu tajwid yang benar dan baca
quran.
> > Semua orang muda di kampung kalau ketemu dia, selalu cium tangan kecuali
> > saya. Dia juga tahu saya nggak tahlilan, tapi dia juga sayang pada saya
> > sebagai seorang yang pernah jadi muridnya waktu saya berumur 6 tahun.
Teman2
> > NU saya juga gak masalah dengan saya meski saya nggak qunut dan nggak
> > tahlilan. Bahkan makin akrab. Bahkan saya pernah ditunjuk sebagai imam
solat
> > mereka di masjid mereka.
> > Rahasianya cuman satu. Ketika ketemu, saya suka mendahului mengucapkan
> > salam dan suka solat berjamaah. Alhamdulillah, rasanya saya pusing kalau
> > nggak solat berjamaah karena sudah mejadi sindariom ketagihan. Ketika
telah
> > menjadi sindariom ketagian ini, Alhamdulillah Allah selalu
menganugerahkan
> > kepada saya tempat yang hampir selalu dekat masjid ketika saya hidup di
> > prancis dan UK. Memang benar pepatah yang mengatakan, bisa itu karena
> > terbiasa.
> >
> > Saran saya kepada milister assunnah. Hendaknya apabila ada kesalahan
> > pada seorang muslim, perlakukanlah dia sebagai muslim pribadi dan bukan
> > jamaahnya. Lupakanlah barrier/penghalang jamaah. Kalau ada yang salah,
> > marilah saling mengingatkan dengan cara yang santun sebagaimana salafus
> > salih. Mungkin si pelaku itu memang gak faham, atau gak tahu atau lupa
atau
> > yang lain. Nggak usahlah berantem karena perbedaan status jamaah. Kalau
ada
> > yang solatnya gak bener, ya diingatkan yang baik. Kalau ada yang suka
> > bid'ah, ya diberitahu.
> >
> > Salam,
> >
> > Hanif
> > seorang muslim yang ingin meniti jejak salafus salih


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
See what's inside the new Yahoo! Groups email.
http://us.click.yahoo.com/0It09A/bOaOAA/yQLSAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : http://www.assunnah.or.id/ragam/aturanmilis.php 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke