Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh... Ikhwati fillah yang dimuliakan Alloh. Ada baiknya materi ini disudahi, atau silahkan lewat japri jika ingin dilanjutkan bagi pihak-pihak yang berkepentingan. Terlalu banyak waktu yang kita sia2kan. Biarlah milist kita ini dipenuhi dengan ilmu yang lebih bermanfaat tentang beragama kita. Kepada semuanya kami mohon maaf kiranya ada salah. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Abu husna
----- Pesan Asli ---- Dari: Syamsul Ariefin <[EMAIL PROTECTED]> Kepada: [email protected] Terkirim: Selasa, 6 Maret, 2007 8:50:04 Topik: Re: [assunnah] Re:Tentang Liqo' Assalamualaikum warahmatullah, Sebenarnya, ana tidak ingin ikutan memberikan komentar mengenai masalah liqa' ini. Karena beberapa waktu yang lalu sudah pernah panjang lebar dibahas disini. Namun, ana melihat ada tanggapan yang harus diluruskan, yang mudah-mudahan tidak membingungkan untuk jamaah kaum muslimin. Milis assunnah ini adalah milis agama yang diikuti tidak hanya mereka yang ingin menimba ilmu sesuai dengan pemahaman salafuna shalih, tetapi juga mereka yang ingin mengetahui dari dalam apa dan bagaimana salaf sendiri. Bahkan seseorang yang pernah membahas masalah ini memberikan label ORGANISASI kepada pemahaman salafi ini. Sungguh aneh, namun demikianlah kenyataannya Ana tertarik untuk memberikan beberapa catatan dari al akh Hanif mengenai difa' beliau kepada manhaj Ikhwani yang beliau ikuti, berikut catatannya (jika ada yang salah mohon koreksinya): Al akh Hanif mendudukkan diri sebagai seorang Ikhwani yang salafi. Dibagian awal beliau mencantumkan bahwa beliau adalah kader PKS ("Alhamdulillah, meski saya kader PKS, saya selalu mencoba meluruskan berita yang gak benar tentang semua jamaah (baik ikhwan, ht, salafy, jt, atau yang lain")akhir email beliau mencantumkan suatu kalimat yang intinya adalah salafi ("seorang muslim yang ingin meniti jejak salafus salih"). Dari sini saja orang akan bingung bagaimana mungkin bisa Ikhwani jika salafi atau salafi yang ikhwani (yang dikenal dengan fitnah sururi) Ana pernah beberapa kali pergi keluar negeri, dan memang, di negeri kafir tidak ada teman yang terbaik kecuali dengan sesama saudara muslim. Siapa lagi yang berhak kita berwala' kepadanya kecuali saudara kita sesama kaum muslimin. Jika ini masalahnya, maka jika ada saudara kita kaum muslimin yang ingin menegakkan sunnah yang shahihah, bukankah kita wajib berwala' kepada mereka? Yang dilakukan oleh al akh Hanif sifatnya adalah individual ataukah cerminan dari PKS sendiri. Begini, dalam masalah liqa' yang telah lalu dimilis ini, ana pernah ceritakan bagaimana pengajian rutin yang ana selenggarakan di masjid ana akhirnya gulung tikar karena digusur oleh aktivis PKS. Bahkan, tidak cukup kajiannya yang digusur, perpustakaan masjid yang buku-bukunya bermanhaj salaf juga harus dikeluarkan dari sana dan diganti dengan buku-buku pemahaman ikhwani. Kalau ini dianggap sebagai kasus sebagian kecil sikap ikhwani yang seharusnya tidak demikian, maka pertanyaannya kemudian sikap mana yang menjadi garis partai kepada kaum salafiyyin ini, sikap yang ditunjukkan oleh al akh Hanif ataukah sikap sebagian ikhwani yang menggusur kajian salafi tersebut? Ukuran kebenaran bukanlah personal takarannya. Kita sudah sama-sama mafhum, bahwa hanya Rasulullah-lah yang kita ittiba' kepadanya. Dan ketika Rasulullah wafat maka kedudukan para ulama menjadi sangat strategis, karena merekalah yang sesuai dengan sabda Nabi: pewaris para Nabi. Jika al akh Hanif mempunyai pendapat tersendiri mengenai manhaj Ikhwani ini, sementara para ulama' rabbani telah memperingatkan mengenai manhaj ini, maka pertanyaannya adalah: mana pendapat yang akan diikuti, pendapat para ulama yang telah mentahdir jamaah ini atas kesesatan manhajnya ataukah pendapat dari al akh Hanif? Alhamdulillah, jika al akh Hanif mengklaim bahwa ibadah yang dijalankannya merujuk kepada sumber yang shahihah dalam rangka ittiba' kepada sunnah ("Cara solat saya, insya Allah sama persis dengan yang di buku syaikh Al albani. Untuk dzikir, saya pakai hisnul muslim semenjak saya tahu bahwa al ma'tsurat ada hadist lemahnya"). Jika masalah ibadah, antum sudah merujuk kepada sunnah, maka pertanyaannya kemudian: mengapakah antum tidak rujuk kepada yang lebih utama dari itu yakni kepada manhaj yang shahihah? Walhasil manhaj ini adalah seutama-utama manhaj karena inilah manhaj para salafuna shalih? Sesungguhnya apa yang coba antum utarakan dengan memberikan permisalan atas kejadian yang ada di luar negeri sana, tidaklah beranjak dari kaidah yang telah dikeluarkan oleh Imam Al Hasan Al Banna yang menyebutkan bahwa: "marilah kita beramal dalam hal-hal yang kita sepakati dan kita bertoleransi satu sama lain dalam hal-hal yang kita perselisihkan". Ucapan ini tentu tidak benar, antum bisa membaca kitab: Ath Thaariq ila Jama'atil 'umm karya Syaikh Abdussalam Nuh, yang membahas panjang lebar mengenai dakwah Ikhwan ini. Mudah-mudah Allah Azza Wa Jalla melemahkan hati yang keras untuk tunduk kepada kebenaran yang ditunjukiNya dengan masuk ke dalam manhaj yang mulia ini . Insya Allah. Wallahu a'lam Syamsul On 2/27/07, hanif hanif <hanif230982@ gmail.com> wrote: Assalaamu 'alaykum warahmatullahi wabarakaatuh, bismillah wash shalatu was salaamu 'ala rasuulillah, Perkenalkan, nama lengkap saya adalah Hanif (nama di KTP/pasport) alias Hanif HANIF (nama di prancis) alias Hanif s/o Muhammad Ihsan (nama di UAE). Inilah akibatnya kalau cuma punya satu kata dalam nama. Akhirnya nama saya jadi bermetamorfosis ketika ke negri lain. Mulai kenal tarbiyah/ikhwan/ PK/PKS sejak 1997. Meski saya seorang engineer, Saya suka sekali buku sejarah Nabi sampai khilafah terakhir, politik internasional dan akhlak para sahabat dan salafus salih. Ketika di ITS, saya rajin baca assunnah, sabili, sahid, etc sebagai refreshing kuliah. Cara solat saya, insya Allah sama persis dengan yang di buku syaikh Al albani. Untuk dzikir, saya pakai hisnul muslim semenjak saya tahu bahwa al ma'tsurat ada hadist lemahnya. Kan lebih baik pakai yang lebih kuat riwayatnya. Moroever buku hisnul muslim ini sangat terkenal lho di london. Akrab dengan para salafiyyin, ikhwan dan tabligh di paris (baik indo maupun non indo), pernah tinggal sekamar dengan mantan ketua HT dari negara X waktu di london, dan sekarang tinggal dengan tabligh dari suku pattan (perbatasan pakistan-afghan) di UAE. FYI, sebagian tabligh di paris itu memakai riyadhus salihin rather than fadhailul a'mal sebagai bayan ba'da solat. Dan tabligh pattan teman saya yang sekarang itu ternyata pendukung berat taliban. Pokoknya beda dengan tabligh yang di indo dan malaysia. Saya sendiri sangat terbuka dengan semua jamaah. Semua buku dari semua jamaah saya baca karena memang saya suka baca. Saya selalu mencoba berusaha agar friksi antar jamaah itu kian mengecil. Alhamdulillah, meski saya kader PKS, saya selalu mencoba meluruskan berita yang gak benar tentang semua jamaah (baik ikhwan, ht, salafy, jt, atau yang lain). Ini dikarenakan banyaknya muslim yang misunderstand tentang jamaah yang lain, misinformation, dan terlalu ta'ashshub terhadap golongannya. Pernah ada British muslim dari HT yang mengatakan bahwa syaikh di saudi itu gak pernah mendoakan umat islam dan paling2 cuman mendoakan secara global dan tanpa menyebut nama negaranya dan si british itu juga bencinya setengah mati sama syekh di saudi. Saya faham dia lagi mengolok2 salafy. Langsung saya tanya, "do u understand arabic". Dia jawab, "no". Langsung saya bilang kalau saya ini faham bahasa arab dan melihat dan mendengar ke mata dan telinga saya bahwa syaikh di saudi itu mendoakan mujahidin di palestina, chechnya, kashmir, dan di mana2. Tahu nggak, setelah kejadian itu, si british ssekarang belajar private bahasa arab lho sama seorang lulusan madinah. Kalau ada personal PKS atau siapapun muslim yang berbuat salah, maka hadapilah dia sebagai muslim yang perlu dinasehati bukan sebagai jamaah tertentu. Itulah yang insya Allah selalu saya lakukan sehingga saya bisa akrab dengan semuanya walau beda warna kulit dan warna rambut, beda bahasa, beda negara, etc. Ketika ada jamaah X dari negara Y yang salah, maka saya nasehati dengan dalil yang sahih. Ikut ya syukur, kalau nggak ya gak apa2. Saya pribadi masih sangat hormat kepada guru ngaji saya yang orang NU meski dia suka tahlilan. Dari dia lah saya tahu tajwid yang benar dan baca quran. Semua orang muda di kampung kalau ketemu dia, selalu cium tangan kecuali saya. Dia juga tahu saya nggak tahlilan, tapi dia juga sayang pada saya sebagai seorang yang pernah jadi muridnya waktu saya berumur 6 tahun. Teman2 NU saya juga gak masalah dengan saya meski saya nggak qunut dan nggak tahlilan. Bahkan makin akrab. Bahkan saya pernah ditunjuk sebagai imam solat mereka di masjid mereka. Rahasianya cuman satu. Ketika ketemu, saya suka mendahului mengucapkan salam dan suka solat berjamaah. Alhamdulillah, rasanya saya pusing kalau nggak solat berjamaah karena sudah mejadi sindariom ketagihan. Ketika telah menjadi sindariom ketagian ini, Alhamdulillah Allah selalu menganugerahkan kepada saya tempat yang hampir selalu dekat masjid ketika saya hidup di prancis dan UK. Memang benar pepatah yang mengatakan, bisa itu karena terbiasa. Saran saya kepada milister assunnah. Hendaknya apabila ada kesalahan pada seorang muslim, perlakukanlah dia sebagai muslim pribadi dan bukan jamaahnya. Lupakanlah barrier/penghalang jamaah. Kalau ada yang salah, marilah saling mengingatkan dengan cara yang santun sebagaimana salafus salih. Mungkin si pelaku itu memang gak faham, atau gak tahu atau lupa atau yang lain. Nggak usahlah berantem karena perbedaan status jamaah. Kalau ada yang solatnya gak bener, ya diingatkan yang baik. Kalau ada yang suka bid'ah, ya diberitahu. Salam, Hanif seorang muslim yang ingin meniti jejak salafus salih ___________________________________________ Lelah menerima spam? Surat Yahoo! mempunyai perlindungan terbaik terhadap spam. http://id.mail.yahoo.com/ ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> See what's inside the new Yahoo! Groups email. http://us.click.yahoo.com/0It09A/bOaOAA/yQLSAA/TXWolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id Website audio: http://assunnah.mine.nu Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED] Ketentuan posting : http://www.assunnah.or.id/ragam/aturanmilis.php Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
