Rasulullah bersabda (yang artinya), 
 "Sesungguhnya Islam pertama kali muncul dalam keadaaan asing
dan nanti akan kembali asing sebagaimana semula.
Maka berbahagialah orang-orang yang asing (ghuroba)."
(hadist riwayat Muslim)
Wa'alaikumussalam warakhmatullahi wabarakatuh.

dalam tulisan antum :

"...Sepupu saya seorang salaf,..." 

Barakallahu lahu, Wabaraka 'alaikum.

Subhanallah. Seorang salaf memang akan terpancar dari 'amal-nya yang jelas 
penuh konsekuensi ber-iring dengan ilmu-nya. Kuat dan tidak akan tumbang meski 
badai menerjang-nya. 

Sebagaimana digambarkan hadits diatas, se-orang yang teguh dalam sunnah akan 
senantiasa dikatakan asing oleh kebanyakan orang dan keberuntungan pada 
orang-orang dijalan ini. Semoga saja kita termasuk didalamnya.

kemudian tulisan antum selanjutnya :

".. Bapaknyapun sangat tidak menyukai istrinya yang berjilbab lebar. Belum lama 
ini bapaknya meninggal....."

Qoddarullahu wa masya-a fa'al. Innaalillaahi wa-innaa ilaihi raaji'uun. Semoga 
saja, Allah mengampuni beliau dan memberikan tempat yang sesuai dengan ilmu dan 
'amal-nya. Belau telah wafat hanya saja dhahirnya sebagaimana cerita antum 
sangat disayangkan, dhahir-nya kita ketahui ada yang belum jelas bagi beliau 
mana yang sunnah dan mana yang bukan. Mana yang mengikuti syariat mana yang 
mengikuti hawa nafsu. Dan bagi anak-anaknya (keluarga) jika sudah seperti ini 
hanya Do'a mohon ampunan, Rahman dan Rahim Allah subhanahuwwata'ala saja yang 
bisa dilakukan. Sebagaimana hadits shahih yang diriwayatkan Muslim dari Abu 
Hurairah Radhiyallahu 'anhu menyebutkan.
 
 "Artinya : Jika seseorang meninggal, maka amal perbuatannya terputus kecuali 
dari tiga perkara ; sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan dan anak shalih 
yang mendo'akannya"

Diriwayatkan oleh Muslim no. 1631, dalam kitab Washiyah, bab Pahala yang Sampai 
Kepada Mayat Setelah Kematiannya. Sebagaimana dicantumkan dalam situs 
almanhaj.or.id pada kategori Al-Qur'an dalam judul artikel "Membaca Al-Qur'an 
di atas kuburan orang yang telah meninggal, Mendo'akannya, Melakukan pusasa, 
Shalat dan Haji untuknya. 

Maka ketahuilah, seorang anak yang teguh dalam jalan haq (jalan lurus). Yakni 
tegar dalam menjalankan sunnah-lah yang akan mampu membantunya.
Maka tertolaklah apa mungkin sedang kira-kira dirasakan keluarga (dituduhkan), 
sebagaimana antum tulis :

"...Celakanya hal itu disebabkan oleh sepupu saya (na'udzubillah tsumma 
na'udzubillah)..." 

Astagfirullah.., kekeliruan apa lagi ini, tidak-kah ini berarti kita 
mengingkari iman kepada taqdir ? 

Ketahuilah akhi, tidak akan terjadi apapun didunia ini kecuali atas izin-NYA. 
Jadi wafat-nya sang ayah adalah karena taqdir yang memang telah ditulis waktu 
dan sebab-sebabnya.(Allohu ta'ala a'lam). 

Janganlah yang demikian itu kita panjang-panjangkan prasangka yang akan membuat 
hati kita sakit dan lebih buruk lagi  bisa masuk pada perbuatan maksiat kepada 
Allah.

 Bagaimana solusinya dan apa tanggapan teman-teman?

Apa yang harus disolusikan ? apakah Dia telah keliru ? Jika Ya. Maka ingatkan. 
sebagai bagian dari saling tolong menolong dalam kebenaran dan kesabaran.

Apabila tidak ada tanda-tanda kekeliruan maka teruslah istiqomah yang menjadi 
dakwah kita dengan perbuatan. Kita perbaiki terus amal kita seiring ilmu yang 
terus menerus kita kejar/gali (Ilmu yang amaliah dan amal yang ilmiah). 
Tetapi yang harus kita ingat kalau kita sudah merasa dalam jalan yang haq 
(Insya Allah), bukan berarti kita menjadi asing bagi yang lainnya (sekitar 
kita). Maka contohlah salafus-shalih bagaimana mensikapi kedzoliman orang-orang 
yang jahil pada mereka salafuna shaleh.

Afwan. dan mohon koreksi ikhwan atas kekeliruan yang terjadi atas tulisan ini

Abu Hilmy.



 
---------------------------------
Finding fabulous fares is fun.
Let Yahoo! FareChase search your favorite travel sites to find flight and hotel 
bargains.

Kirim email ke