>From: "kocoy_unj" <[EMAIL PROTECTED]> >Date: Wed May 9, 2007 11:19 am >Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh >Ana punya permasalahan dan membutuhkan solusi yang sesuai dengan >Alqur'an dan Assunnah yang shahih, ana mencoba menjabarkan >permasalahan sedetail mungkin agar dapat dipahami apa adanya : >Anak (perempuan) yang dari kecil ditinggal oleh ibunya (ayahnya >sudah meninggal ketika anak tsb masih kecil), ibunya meninggalkan >anaknya untuk urusan yang tidak jelas (bukan untuk memenuhi >kebutuhan anaknya yang ditinggal ), sehingga anak tersebut harus >tinggal bersama pamannya. Uniknya, ibu tersebut meninggalkan >anaknya dengan menetap dirumah yang tidak jauh dari rumah anak >tersebut sehingga terkadang keduanya sering berpapasan (ini >menyebabkan anaknya mengenal siapa ibunya), anak tersebut tinggal >dan dididik oleh pamannya sampai menikah kemudian tinggal bersama >suaminya , namun ketika sudah 20 tahun menikah, seorang ibu kembali >kepada anaknya untuk meminta tinggal bersama anaknya dan minta >dipenuhi kebutuhannya. >Ketika ana tanya, ia merasa berat menerima ibunya karena selama ini >ibunya membiarkannya begitu saja. >Bagaimana solusi atas permasalahan ini, mudah-mudahan Allah >memudahkan setiap urusan kita semua.
Alhamdulillah..., Anak tersebut tetap harus berbakti kepada ibunya, walau sejak kecil ia dirawat dan dididik oleh pamannya. Mungkin saja sepeninggal suaminya (ayah anak tersebut), sang ibu dalam kondisi yang labil dan serba sulit, sehingga menitipkan perawatan dan pendidikan anak ke adiknya (paman anak tersebut) merupakan jalan dan pilihan terbaik. Apabila si anak menganggap, dengan tidak merawat dan mendidiknya sebagai suatu kekurangan, tetap saja dia tidak boleh berbuat durhaka, kekurangan Ibu dalam merawat dan mendidiknya tidak menghilangkan kewajiban anak untuk berbakti kepada ibunya. Pengorbanan ibu terhadap anaknya tetap saja lebih besar dan tidak bisa diukur atau dikurangi dengan bentuk materi. Dibawah ini saya salinkan dari http://www.almanhaj.or.id beberapa nasehat tentang pentingnya birrul walidain. Haramnya Durhaka Kepada Kedua Orang Tua Oleh Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas http://www.almanhaj.or.id/index.php?action=more&article_id=544&bagian=0 Bentuk-Bentuk Berbakti Kepada Orang Tua Oleh Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas http://www.almanhaj.or.id/index.php?action=more&article_id=689&bagian=0 Surat Dari Ibu Yang Terkoyak Hatinya http://www.almanhaj.or.id/index.php?action=more&article_id=1997&bagian=0 Imam Adz-Dzhabai dalam kitabnya Al-Kabair berkata: http://www.almanhaj.or.id/index.php?action=more&article_id=457&bagian=0 "Ibumu telah mengandungmu di dalam perutnya selama sembilan bulan seolah-olah sembilan tahun. Dia bersusah payah ketika melahirkanmu yang hampir saja menghilangkan nyawanya. Dan dia telah menyusuimu dari teteknya, dan ia hilangkan rasa kantuknya karena menjagamu. Dan dia cuci kotoranmu dengan tangan kanannya, dia utamakan dirimu atas dirinya serta atas makanannya. Dia jadikan pangkuannya sebagai ayunan bagimu. Dia telah memberikannmu semua kebaikan dan apabila kamu sakit atau mengeluh tampak darinya kesusahan yang luar biasa dan panjang sekali kesedihannya dan dia keluarkan harta untuk membayar dokter yang mengobatimu dan seandainya dipilih antara hidupmu dan kematiannya, maka dia akan meminta supaya kamu hidup dengan suara yang paling keras. Betapa banyak kebaikan ibu, sedangkan engkau balas dengan akhlak yang tidak baik. Dia selalu mendo'akanmu dengan taufiq, baik secara sembunyi maupun terang-terangan. Tatkala ibumu membutuhkanmu di saat di sudah tua renta, engkau jadikan dia sebagai barang yang tidak berharga disisimu. Engkau kenyang dalam keadaan dia lapar. Engkau puas dalam keadaan dia haus. Dan engkau mendahulukan berbuat baik kepada istri dan anakmu dari pada ibumu. Dan engkau lupakan semua kebaikan yang pernah dia buat. Dan rasanya berat atasmu memeliharanya padahal adalah urusan yang mudah. Dan engkau kira ibumu ada di sisimu umurnya panjang padahal umurnya pendek. Engkau tinggalkan padahal dia tidak punya penolong selainmu. Padahal Allah telah melarangmu berkata 'ah' dan Allah telah mencelamu dengan celaan yang lembut. Dan engkau akan disiksa di dunia dengan durhakanya anak-anakmu kepadamu. Dan Allah akan membalas di akhirat dengan dijauhkan dari Allah Rabbul 'Aalamin. Dan Allah berfirman di dalam surat Al-Hajj ayat 10 : "Artinya : (Akan dikatakan kepadanya), 'Yang demikian itu, adalah disebabkan perbuatan yang dikerjakan oleh kedua tanganmu dahulu dan sesungguhnya Allah sekali-kali tidak pernah berbuat zhalim kepada hamba-hambaNya". Demikianlah dijelaskan oleh Imam Adz-Dzahabi tentang besarnya jasa seorang ibu terhadap anak dan menjelaskan bahwa jasa orang tua kepada anak tidak bisa dihitung. Ketika Ibnu Umar menemui seseorang yang menggendong ibunya beliau mengatakan, "Itu belum bisa membalas". Kemudian juga beberapa riwayat[1] disebutkan bahwa seandainya kita ingin membalas jasa orang tua kita dengan harta atau dengan yang lain, masih juga belum bisa membalas. Bahkan dikatakan oleh Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam. _________________________________________________________________ More photos, more messages, more storageget 2GB with Windows Live Hotmail. http://imagine-windowslive.com/hotmail/?locale=en-us&ocid=TXT_TAGHM_migration_HM_mini_2G_0507 Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id Website audio: http://assunnah.mine.nu Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED] Ketentuan posting : http://www.assunnah.or.id/ragam/aturanmilis.php Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
