On 5/12/07, salman husain <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> assalamu'alaikum...
> sebelumnya saya ingin sampaikan terimakasih pada beberapa rekan yang
> mengirimkan penjelasan tentang hizbut tahrir dan syi'ah. ibaratnya lepas
> dari mulut singa malah masuk mulut buaya. setelah masuk islam saya tidak tau
> banyak tentang agama yang saya anut ini. ingin belajar malah kenal dengan
> syiah (yang ternyata menyimpang) trus didekati hizbut tahrir.
> saya ingin tanya
> 1. di masjid dekat rumah shalat shubuhnya pakai qunut. apakah itu
> dicontohkan nabi saw? jika tidak, saat imam qunut apa yang harus saya
> lakukan? ikut atau diam saja?
> 2. saya biasa berdo'a dengan mengangkat tangan, tapi ada yang bilang itu
> tidak benar. apakah benar? jika tidak mengankat tangan, apa yang dilakukan
> saat berdo'a?
> 3. bolehkah mencium tangan orang yang lebih tua?
> terima kasih.

BERDOA DENGAN MENGANGKAT TANGAN

Oleh
Ismail bin Marsyud bin Ibrahim Ar-Rumaih
http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&article_id=93&bagian=0

Mengangkat tangan dalam berdoa merupakan etika yang paling agung dan
memiliki keutamaan mulia serta penyebab terkabulnya doa.

Dari Salman Al-Farisi Radhiyallahu 'anhu bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa
sallam bersabda.

"Artinya : Sesungguhnya Rabb kalian Maha Hidup lagi Maha Mulia, Dia malu
dari
hamba-Nya yang mengangkat kedua tangannya (meminta-Nya) dikembalikan dalam
keadaan kosong tidak mendapat apa-apa". [Sunan Abu Daud, kitab Shalat bab
Doa 2/78 No.1488, Sunan At-Tirmidzi, bab Doa 13/68. Musnad Ahmad 5/438.
Dishahihkan Al-Albani, Shahih Sunan Abu Daud].

Syaikh Al-Mubarak Furi berkata bahwa lafazh hayyun berasal dari lafazh haya'
yang bermakna malu. Allah memiliki sifat malu yang sesuai dengan keagungan
dzat-Nya kita beriman tanpa menggambarkan sifat tersebut. Lafazh kariim yang
berarti Maha Memberi tanpa diminta dan dihitung atau Maha Pemurah lagi Maha
Memberi yang tidak pernah habis pemberian-Nya, Dia dzat yang Maha Pemurah
secara mutlaq. Lafazh an yarudahuma shifron artinya kosong tanpa ada
sesuatu. [Mur'atul Mafatih 7/363]

Dari Anas Radhiyalahu 'anhu berkata bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa
sallam tidak berdoa dengan mengangkat tangan kecuali dalam shalat Istisqa.
[Shahih Al-Bukhari, bab Istisqa' 2/12. Shahih Muslim, kitab Istisqa' 3/24].

Imam Hafizh Ibnu Hajar berkata bahwa hadits tersebut tidak menafikan berdoa
dengan mengangkat tangan akan tetapi menafikan sifat dan cara tertentu dalam
mengangkat tangan pada saat berdoa, artinya mengangkat tangan dalam doa
istisqa' memiliki cara tersendiri mungkin dengan cara mengangkat tangan
tinggi-tinggi tidak seperti pada saat doa-doa yang lain yang hanya
mengangkat kedua tangan sejajar dengan wajah saja.

Berdoa dengan mengangkat tangan hingga sejajar dengan kedua pundak tidaklah
bertentangan dengan hadits di atas sebab beliau pernah berdoa mengangkat
tangan hingga kelihatan putih ketiaknya, maka boleh mengangkat tangan dalam
berdoa hingga kelihatan ketiaknya, akan tetapi di dalam shalat istisqa
dianjurkan lebih dari itu atau mungkin pada shalat istisqa kedua telapak
tangan diarahkan ke bumi dan dalam doa selainnya kedua telapak tangan
diarahkan ke atas langit.

Imam Al-Mundziri mengatakan bahwa jika seandainya tidak mungkin menyatukan
hadits-hadits diatas, maka pendapat yang menyatakan berdoa dengan mengangkat
tangan lebih mendekati kebenaran sebab banyak sekali hadits-hadits yang
menetapkan mengangkat tangan dalam berdoa, seperti yang telah disebut Imam
Al-Mundziri dan Imam An-Nawawi dalam Syarah Muhadzdzab dan Imam Al-Bukhari
dalam kitab Adabul Mufrad. Adapun hadits yang diriwayatkan Imam Muslim dari
'Amarah bin Ruwaibah bahwa dia melihat Bisyr bin Marwan mengangkat tangan
dalam berdoa, lalu mengingkarinya kemudian berkata : "Saya melihat
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam tidak lebih dari ini sambil
mengisyaratkan jari telunjuknya. Imam At-Thabari meriwayatkan dari sebagian
salaf bahwa disunnahkan berdoa dengan mengisyaratkan jari telunjuk. Akan
tetapi hadits di atas terjadi pada saat khutbah Jum'at dan bukan berarti
hadits tersebut menafikan hadits-hadits yang menganjurkan mengangkat tangan
dalam berdoa. [Fathul Bari 11/146-147].

Akan tetapi dalam masalah ini terjadi kekeliruan, sebagian orang ada yang
berlebihan dan tidak pernah sama sekali mau meninggalkan mengangkat tangan,
dan sebagian yang lainnya tidak pernah sama sekali mengangkat tangan kecuali
waktu-waktu khusus saja, serta sebagian yang lain di antara keduanya,
artinya mengangkat tangan pada waktu berdoa yang memang dianjurkan dan tidak
mengangkat tangan pada waktu berdoa yang tidak ada anjurannya. Imam Al-'Izz
bin Abdussalam berkata bahwa tidak dianjurkan mengangkat tangan pada waktu
membaca doa iftitah atau doa diantara dua sujud. Tidak ada satu haditspun
yang shahih yang membenarkan pendapat tersebut.

Begitupula tidak disunahkan mengangkat tangan tatkala membaca doa tasyahud
dan tidak dianjurkan berdoa mengangkat tangan kecuali waktu-waktu yang
dianjurkan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam untuk mengangkat
tangan. [Fatawa Al-Izz bin Abdussalam hal. 47].

Syaikh Bin Bazz berkata bahwa dianjurkan berdoa mengangkat tangan karena
demikian itu menjadi penyebab terkabulnya doa, berdasarkan hadits Nabi
Shallallahu 'alaihi wa sallam.

"Artinya : Sesungguhnya Tuhan kalian Maha Hidup lagi Maha Mulia, Dia malu
kepada hamba-Nya yang mengankat kedua tangannya (meminta-Nya), Dia
kembalikan dalam keadaan kosong tidak mendapat apa-apa". [Hadits Riwayat Abu
Dawud].

Dan sanda Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam.

"Artinya : Sesungguhnya Allah Maha Baik tidak menerima kecuali yang baik dan
sesungguhnya Allah memerintahkan kepada orang-orang beriman seperti
memerintahkan kepada para rasul, Allah berfirman.

"Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rizki yang baik-baik yang
Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar hanya
kepada-Nya kamu menyembah". [Al-Baqarah : 172].

Dan firman Allah : "Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik,
dan kerjakanlah amal yang shalih. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang
kamu kerjakan". [Al-Mukminuun : 51]

Kemudian beliau menyebutkan seseorang yang lusuh mengangkat kedua tangannya
ke arah langit berdoa : 'Ya Rabi, ya Rabbi tetapi makanannya haram,
minumannya haram dan pakaiannya haram serta darah dagingnya tumbuh dari yang
haram, bagaimana doanya bisa dikabulkan .?" [Shahih Muslim, kitab Zakat
3/85-86]

Tidak dianjurkan berdoa mengangkat tangan bila Rasulullah Shallallahu
'alaihi wa sallam tidak mengangkat kedua tangannya pada waktu berdoa seperti
berdoa pada waktu sehabis salam dari shalat, membaca doa di antara dua sujud
dan membaca doa sebelum salam dari shalat serta pada waktu berdoa dalam
khutbah Jum'at dan Idul fitri, tidak pernah ada hadits yang menyebutkan
bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam mengangkat tangan pada waktu
waktu tersebut.

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam adalah panutan kita dalam segala
hal, apa yang ditinggalkan dan apa yang dilaksanakan semuanya suatu yang
terbaik buat umatnya, akan tetapi jika dalam khutbah Jum'at khatib membaca
doa istisqa', maka dianjurkan mengangkat tangan dalam berdoa sebagaimana
yang telah dilakukan oleh Rasulullah Shallallah 'alaihi wa sallam. [Shahih
Al-Bukhari, bab Istisqa', bab Jamaah Mengangkat Tangan Bersama Imam 2/21].

Dianjurkan mengangkat tangan dalam berdoa setelah shalat sunnah tetapi lebih
baik jangan rutin melakukannya karena Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa
sallam tidak rutin melakukan perbuatan tersebut dan seandainya demikian,
maka pasti kita menemukan riwayat dari beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam
terlebih para sahabat selalu menyampaikan segala tindakan dan ucapan beliau
baik dalam keadaan mukim atau safar.

Adapun hadits yang berbunyi :

"Artinya : Shalat adalah ibadah yang membutuhkan khusyu' dan berserah diri,
maka angkatlah kedua tanganmu dan ucapkanlah : Ya Rabbi, ya Rabbi". [Hadits
Dhaif, Fatawa Muhimmmah hal. 47-49].

Dan tidak dianjurkan mengangkat tangan dalam membaca doa thawaf sebab Nabi
Shallallahu 'alaihi wa sallam berkali-kali melakukan thawaf tidak ada satu
riwayatpun yang menjelaskan bahwa beliau berdoa mengangkat tangan pada saat
thawaf.

Sesuatu yang terbaik adalah mengikuti ajaran Rasulullah Shallallahu 'alaihi
wa
sallam dan sesuatu yang terburuk adalah mengikuti perbuatan bid'ah.

Cara Mengangkat Tangan Dalam Berdoa.

Ibnu Abbas berpendapat bahwa cara mengangkat tangan dalam berdoa adalah
kedua tangan diangkat hingga sejajar dengan kedua pundak, dan beristighfar
berisyarat dengan satu jari, adapun ibtihal (istighasah) dengan mengangkat
kedua tangan tinggi-tinggi. [Sunan Abu Daud, bab Witir, bab Doa 2/79 No.
14950. Dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih Sunan Abu Daud].

Imam Al-Qasim bin Muhammad berkata bahwa saya melihat Ibnu Umar berdoa di
Al-Qashi dengan mengangkat tangannya hingga sejajar dengan kedua pundaknya
dan kedua telapak tangannya dihadapkan ke arah wajahnya. [Dishahihkan oleh
Ibnu Hajar dalam Fathul Bari 11/147. Dinisbatkan kepada AL-Bukhari dalam
kitab Adabul Mufrad tetapi tidak ada].

Ketahuilah Bahwa Doa Istisqa' Memiliki Dua Cara

Pertama.
Mengangkat kedua tangan dan mengarahkan kedua telapak tangan ke wajah,
berdasarkan dari Umair Maula Abi Al-Lahm bahwa dia melihat Nabi Shallallahu
'alaihi wa sallam berdoa istisqa di Ahjari Zait dekat dengan Zaura' sambil
berdiri mengangkat kedua telapak tangannya tidak melebihi di atas kepalanya
dan mengarahkan kedua telapak tangan ke arah wajahnya. [Sunan Abu Daud,
kitab Shalat bab Raf'ul Yadain fil Istisqa' 1/303 No. 1168. Dishahihkan oleh
Al-Albani dalam Shahih Sunan Abu Daud 1/226 No. 1035].

Kedua
Mengangkat tagan tinggi-tinggi dan mengarahkan luar telapak tangan ke arah
langit dan dalam telapak tangan ke arah bumi. Dari Anas bahwa beliau melihat
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam berdoa saat istisqa dengan
mengangkat tangan tinggi-tinggi dan mengarahkan telapak tangan sebelah dalam
ke arah bumi hingga terlihat putih ketiaknya. [Sunan Abu Daud, kitab Shalat
bab Raf'ul Yadain fil Istisqa' 1/303 No. 1168. Dishahihkan oleh Al-Albani
dalam Shahih Sunan Abu Daud 1/226 No. 1035].

[Disalin dari buku Jahalatun nas fid du'a, edisi Indonesia Kesalahan Dalam
Berdoa oleh Ismail bin Marsyud bin Ibrahim Ar-Rumaih, hal 61-69 terbitan
Darul Haq, penerjemah Zaenal Abidin Lc]

MENGANGKAT TANGAN PADA WAKTU BERDOA SETELAH SHALAT FARDHU.

Syaikh Abdul Aziz bin Baz ditanya : Apakah ada hadits yang menganjurkan
berdoa mengangkat tangan setelah shalat fardhu, sebab ada orang yang
mengatakan bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam tidak pernah
mengangkat tangan tatkala berdoa setelah shalat fardhu ?

Jawaban.
Sepengetahuan saya tidak ada dalil dari hadits Nabi Shallallahu 'alaihi wa
sallam maupun contoh dari para sahabat tentang berdoa mengangkat tangan
setelah shalat fardhu. Dan apa yang dikerjakan oleh sebagian orang berdoa
mengangkat tangan setelah shalat fardhu adalah perbuatan bid'ah berdasaerkan
sabda Nabi.

"Artinya : Barangsiapa yang mengerjakan amal perbuatan yang bukan dari
ajaranku, maka tertolak" [Hadits Riwayat Al-Bukhari]

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

"Artinya : Barangsiapa yang mengada-ada sesuatu yang bukan dari ajaranku,
maka tertolak" [Muttafaqun 'Alaih]

[Fatawa Islamiyah 1/319]


[Disalin dari buku Jahalatun Nas Fid Du'a edisi Indonesia Kesalahan Dalam
Berdo'a hal. 70-72 Darul Haq]

Sumber :
http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&article_id=1039&bagian=0



Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : http://www.assunnah.or.id/ragam/aturanmilis.php 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke