DEMONSTRASI, SOLUSI ATAU POLUSI ?

Oleh
Syaikh Su’aiyyid bin Hulaiyyil Al-Umar
http://www.almanhaj.or.id/content/2141/slash/0

Segala puji bagi Allah yang telah mengutus rasul-Nya dengan membawa petunjuk 
dan agama yang benar, untuk memenangkannya diatas segenap agama, dan 
cukuplah Allah sebagai saksi.

Semoga shalawat serta salam atas Nabi kita Muhammad, pengemban ajaran yang 
bersih dan murni, demikian juga atas keluarga, para sahabat dan pengikutnya, 
serta siapa saja yang meneladani dan berpedoman pada ajaran beliau sampai 
hari kiamat nanti. Amma ba’du.

Di dalam Al-Qur’an, Allah memerintahkan kita agar menetapi jalan petunjuk 
yang lurus dengan firman-Nya.

“Artinya : Dan bahwa (yang kami perintahkan ini) adalaj jalan-Ku yang lurus, 
maka ikutilah Dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), 
karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalannya, yang demikian 
itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa” [Al-An’am : 153]

Allah melarang kita menyelisihi ajaran Nabi-Nya dengan firmanNya.

“Artinya : Hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah-Nya takut akan 
ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih” [An-Nur : 63]

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memperingatkan kita melalui sabdanya.

“Artinya : Sungguh, siapa saja diantara kalian yang hidup setelahku, pasti 
akan menjumpai perselisihan yang banyak, maka wajib atas kalian untuk 
berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah Al-Khulafa ar-Rasyidin yang telah 
diberi petunjuk sepeninggalku” [HR Tirmidzi dan Abu Dawud, shahih]

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberitakan di dalam sebuah hadits 
yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari jalur Aisyah bahwa siapa saja 
yang mencari-cari perkataan (dalil) yang samar, pasti dia akan tergelincir, 
yaitu ketika beliau bersabda.

“Artinya : Jika kalian, melihat orang-orang yang mencari-cari dalil-dalil 
yang samar, maka merekalah orang-orang telah disebut oleh Allah, sehingga 
hendaklah kalian berhati-hati dari mereka”

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga memperingatkan dengan keras 
dari ulama yang mengajak kepada kesesatan dalam sabdanya.

“Artinya : Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu (agama) dari manusia 
sekaligus, akan tetapi Allah mencabut ilmu (agama) dengan cara mewafatkan 
para ulama, sampai tidak tersisa seorang ulama-pun, sehingga manusia akan 
mengangkat para pemimpin yang bodoh (dalam ilmu agama). Ketika para pemimpin 
yang bodoh tersebut ditanya, maka mereka akan berfatwa tanpa dasar ilmu, 
sehingga mereka sesat dan menyesatkan”.

Pada lafadz Bukhari :

“ Maka mereka berfatwa sesuai dengan akal pikiran mereka”

Betapa banyak orang-orang seperti ini di zaman kita, suatu zaman yang segala 
urusan di dalamnya bercampur aduk serta samar-samar bagi orang yang ilmunya 
sedikit, sehingga mereka mengikuti hawa nafsu mayoritas manusia, baik dalam 
kebenaran maupun kebatilan, kemudian takut mengungkapkan kebenaran, karena 
menyelisihi pendapat masyarakat umum dan mereka lebih memilih mayoritas 
manusia, terlebih lagi di zaman yang kacau dan serba global ini, komunikasi 
begitu mudah dan cepat, maka muncullah slogan-slogan heboh : demokrasi, 
liberal, hak-hak wanita, hak azasi manusia (HAM), persamaan gender dan yang 
semisalnya.

Ini semua diterima oleh orang-orang yang hatinya menyimpang atau yang telah 
dididik oleh barat, kemudian di tulis di koran-koran dan disebarkan melalui 
media masa, gaungnya begitu kuat, sehingga disangka oleh masyarakat, bahwa 
itu semua merupakan suatu kebenaran, padahal ini merupakan kebatilan yang 
paling buruk.

Di antara slogan bodoh muncul adalah demonstrasi, pencetusnya adalah 
orang-orang kafir, mereka roang-orang yang tidak menghiraukan dalil dan 
tidak menggunakan akal. Kemudian penyakit ini berpindah ke negeri-negeri 
kaum muslimin melalui didikan barat.

Kita mengetahui bahwa api fitnah, bid’ah dan slogan menyialaukan muncul di 
saat jumlah para ulama sedikit, dan akan padam kobarannya ketika para ulama 
masih banyak.

Sungguh Allah telah menjaga negeri Al-Haramain (Mekkah dan Madinah) dari 
berbagai fitnah dan kejahatan yang besar serta bid’ah, berkat anugrah Allah, 
kemudian karena adanya kumpulan para ulama rabbaniyyin yang tidak takut 
celaan manusia ketika membela agama Allah, setiap kali tanduk bid’ah muncul, 
maka mereka segera menumpasnya, begitupula setiap kali leher ahlul bid’ah 
terangkat, maka mereka segera menundukkannya dengan ilmu syari’at, 
penjelasan ilahi, sunnah Nabi dan atsar para Salaf.

Sama sekali, saya tidak menyangka akan muncul generasi Al-Haramain yang 
mengajak kepada slogan jahiliyyah ini, sampai akhirnya benar-benar muncul. 
Dan kita yakin, bahwa mereka terpengaruh oleh orang-orang luar, atau mereka 
berfatwa tanpa dasar ilmu. Maka ada yang bertanya : Apa hukum 
demonstrasi-demonstrasi ini ?

Jawab.
Demonstrasi adalah bid’ah ditinjau dari berbagai sudut pandang.

Pertama.
Demonstrasi ini digunakan untuk menolong agama Allah, dan meninggikan 
derajat kaum muslimin, lebih-lebih di negeri-negeri Islam.

Dengan demikian, menurut pelakunya, demonstrasi merupakan ibadah, bagian 
dari jihad. Sedangkan kita telah memahami, bahwa hukum asal ibadah adalah 
terlarang, kecuali jika ada dalil yang memerintahkannya.

Dari sudut pandang ini, demonstrasi merupakan bid’ah dan perkara yang 
diada-adakan di dalam agama. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam 
bersabda :

“Artinya : Siapa saja yang membuat ajaran baru dalam agama ini dan bukan 
termasuk bagian darinya maka akan tertolak” [HR Muttafaqun Alaih]

Diriwayatkan oleh Muslim dan Bukhari secara mu’allaq.

“Artinya : Siapa saja yang melakukan suatu amalan yang tidak kami 
perintahkan, maka amalan tersebut tertolak”.

Kedua.
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam terkena fitnah dan ujian para sahabat 
sepeninggal beliau juga demikian, seperti peperangan dengan orang-orang 
murtad, tidak ketinggalan pula umat beliau selama berabad-abad juga diuji. 
Akan tetapi mereka semua tidak demonstrasi. Jika demonstrasi itu baik, 
tentunya mereka akan mendahului kita untuk melakukannya.

Ketiga
Sebagian orang menisbatkan demonstrasi kepada Umar bin Al-Khaththab 
Radhiyallahu ‘anhu, dan ini sama sekali tidak benar, karena keshahihan 
riwayatnya tidak diakui oleh para ulama. Maka penisbatan demonstrasi kepada 
Umar merupakan kedustaan atas nama beliau sang pembeda (Al-Faruq) 
Radhiyallahu ‘anhu yang masuk Islam terang-terangan dan berhijrah di siang 
bolong.

Keempat
Di dalam demonstrasi ada tasyabbuh (penyerupaan) dengan orang-orang kafir, 
padahal Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Artinya : Siapa saja yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk golongan 
mereka” [HR Abu Dawud dengan sanad yang hasan]

Hal ini dikarenakan demonstrasi tidak dikenal dalam sejarah kaum muslimin 
kecuali setelah mereka bercampur baur dengan orang-orang kafir.

Kelima
Demonstrasi secara umum tidak akan bisa digunakan untuk membela kebenaran 
dan tidak akan bisa digunakan untuk mengugurkan kebatilan. Terbukti, seluruh 
dunia demonstrasi untuk menghentikan kebengisan Yahudi di Palestina, apakah 
kebiadaban Yahudi berhenti? Atau apakah kejahatan mereka semakim 
menjadi-jadi karena melihat permohonan tolong orang-orang lemah ?!!

Jika ada orang yang mengatakan : Demonstrasi merupakan perwujudan amar 
ma’ruf dan nahi mungkar. Maka kita katakan : Kemungkaran tidak boleh 
diingkari dengan kemungkaran yang semisalnya. Karena kemungkaran tidak akan 
diingkari kecuali oleh orang yang bisa membedakan antara kebenaran dan 
kebatilan, sehingga dia akan mengingkari kemungkaran tersebut atas dasar 
ilmu dan pengetahuan. Tidak mungkin kemungkaran bisa diingkari dengan cara 
seperti ini.

Keenam.
Termasuk misi rahasia sekaligus segi negative demonstrasi adalah, bahwa 
demonstrasi merupakan alat dan penyebab habisnya semangat rakyat, karena 
ketika mereka keluar, berteriak-teriak dan berkeliling di jalanan, maka 
mereka kembali ke rumah-rumah mereka dengan semangat yang telah sirna serta 
kecapaian yang luar biasa.

Padahal, yang wajib bagi mereka adalah menggunakan semangat tersebut untuk 
taat kepada Allah, mempelajari ilmu yang bermanfaat, berdo’a dan 
mempersiapkan diri untuk menghadapi musuh, sebagai bentuk pengamalan firman 
Allah.

“Artinya : Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang 
kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan 
persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang selain 
mereka yang kamu tidak mengetahuinya ; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja 
yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup 
kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan)” [Al-Anfaal : 60]

Ketujuh
Di dalam demonstrasi tersimpan kemungkaran yang begitu banyak, seperti 
keluarnya wanita (ikut serta demonstrasi, padahal seharusnya dilindungi di 
dalam rumah, bukan dijadikan umpan,-pent), demikian juga anak-anak kecil, 
serta adanya ikhtilath, bersentuhannya kulit dengan kulit, berdua-duan 
antara laki-laki dan perempuan, ditambah lagi hiasan berupa celaan, umpatan 
keji, omongan yang tidak beradab ? Ini semua menunjukkan keharaman 
demonstrasi.

Kedelapan
Islam memberikan prinsip, bahwa segala sesuatu yang kerusakannya lebih 
banyak dari kebaikannya, maka dihukumi haram.

Mungkin saja demonstrasi berdampak pada turunnya harga barang-barang 
dagangan, akan tetapi kerusakannya lebih banyak dari kemaslahatannya, 
lebih-lebih jika berkedok agama dan membela tempat-tempat suci.

Kesembilan
Demonstrasi, terkandung di dalamnya kemurkaan Allah dan juga merupakan 
protes terhadap takdir, karena Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Artinya : Jika Allah mencintai suatu kaum, maka Allah akan menguji mereka. 
Jika mereka ridho, maka mereka akan diridhoi oleh Allah. Jika mereka marah, 
maka Allah juga marah kepada mereka”.

Sebelum perang Badr Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam beristighatsah 
(memohon pertolongan di waktu genting,-pent) kepada Allah.

“Artinya : (Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu 
diperkenankan-Nya bagimu :Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan 
kepada kamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut” [Al-Anfaal : 
9]

Beliau juga merendahkan diri kepadaNya sampai selendang beliau terjatuh, 
Beliau memerintahkan para sahabat untuk bersabar menghadapi siksaan kaum 
musyrikin. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya sama 
sekali tidak pernah mengajak demonstrasi padahal keamanan mereka digoncang, 
mereka disiksa dan didzalimi. Maka, demonstrasi bertentangan dengan ajaran 
kesabaran yang diperintahkan oleh Allah ketika menghadapi kedzaliman para 
penguasa, dan ketika terjadi tragedi dan musibah.

Kesepuluh
Demonstrasi merupakan kunci yang akan menyeret pelakunya untuk memberontak 
terhadap para penguasa, padahal kita dilarang melakukan pemberontakan dengan 
cara tidak membangkang kepada mereka.

Betapa banyak demonstrasi yang mengantarkan suatu negara dalam kehancuran, 
sehingga timbullah pertumpahan darah, perampasan kehormatan dan harta benda 
serta tersebarlah kerusakan yang begitu luas.

Kesebelas.
Demonstasi menjadikan orang-orang dungu, wanita dan orang-orang yang tidak 
berkompeten bisa berpendapat, sehingga mungkin tuntutan mereka dipenuhi 
meskipun merugikan mayoritas masyarakat, sehingga dalam perkara yang besar 
dan berdampak luas orang-orang yang bukan ahlinya ikut berbicara.

Bahkan orang-orang dungu, jahat dan kaum wanita merekalah yang banyak 
mengobarkan demonstrasi, dan mereka yang mengontak dan memprovokasi massa 
(!)

Kedua belas.
Para pengobar demonstrasi senang terhadap siapa saja yang berdemo dengan 
mereka, walaupun dia seorang pencela sahabat Nabi, tukang ngalap berkah dari 
kuburan-kuburan bahkan sampaipun orang-orang musyrik, sehingga akan anda 
dapati seorang yang berdemo dengan mengangkat Al-Qur’an, disampingnya 
mengangkat salib (Nasrani), yang lain membawa bintang Dawud (Yahudi), dengan 
demikian maka demonstrasi merupakan lahan bagi setiap orang yang menyimpang, 
kafir dan ahli bid’ah.

Ketiga belas
Hakikat para demonstran adalah orang-orang yang hidup di dunia menebarkan 
kerusakan, mereka membunuh, merampas, membakar, mendzalimi jiwa dan harta 
benda. Sampai-sampai ada seorang pencuri menyatakan : Sesungguhnya kami 
gembira jika banyak demonstrasi, karena hasil curian dan rampasan menjadi 
banyak bersamaan dengan berjalannya para demonstran (!).

Kempat belas
Para pendemo hakekatnya, mengantarkan jiwa mereka menuju pembunuhan dan 
siksaan, berdasarkan firmanNya.

“Artinya : Dan janganlah kamu membunuh dirimu. Sesungguhnya Allah adalah 
Maha Penyayang kepadamu” [An-Nisaa : 29]

Karena pasti akan terjadi bentrokan antara para demosntran dan petugas 
keamanan, sehingga mereka akan disakiti dan dihina, Nabi Shallallahu ‘alaihi 
wa sallam telah bersabda.

“Artinya : Seorang mukmin tidak boleh menghinakan dirinya. Beliau 
Shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya : Bagaimana seorang mukmin menghinakan 
dirinya ? Beliau menjelaskan : (yakni) dia menanggung bencana diluar batas 
kemampuannya” [HR Turmudzi, hasan]

Sebagai penutup, saya memohon kepada Allah agar menampakkan kepada kita, 
yang benar itu benar, dan memudahkan kita untuk mengikutinya. Demikian juga, 
semoga Allah melindungi kita dari fitnah yang nampak maupun yang 
tersembunyi, serta mengampuni dosa-dosa kita, kedua orang tua dan para ulama 
kita. Tidak lupa pula semoga Allah memberikan taufiqNya kepada para penguasa 
muslim agar mereka memberikan yang terbaik bagi negeri dan rakyat mereka, 
dan lebih dari itu semoga Allah menolong para penguasa muslim tersebut untuk 
berhukum dengan Al-Qur’an dan Sunnah Nabi-Nya. Amin. Semoga Allah memberikan 
shalawat dan salamNya kepada Nabi kita Muhammad, beserta keluarganya.

[Majalah Al-Asholah edisi-38 halaman 76-80. Diterjemahkan Imam Wahyudi Lc]

[Disalin dari majalah Adz-Dzkhiirah Al-Islamiyyah Vol 5 No. 5 Edisi 
29-Rabiuts Tsani 1428H, Penerbit Ma’had Ali Al-Irsyad As-Salafy Surabaya. 
Jl.Sidotopo Kidul No. 51 Surabaya]

_________________________________________________________________
Windows Live Spaces is here! http://spaces.live.com/?mkt=en-id It’s easy to 
create your own personal Web site.



Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : http://www.assunnah.or.id/ragam/aturanmilis.php 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke