Wa'alaikumus salaam warohmatullohi wabarokaatuh.. Hadits yang antum cantumkan adalah shohih, insya Alloh, namun ada kesalahan dalam mengartikannya, yaitu mengartikan "sunnatan" di sini dengan artian "perkara baru" atau bid'ah. Antum bisa temukan hadits selengkapnya juga di kitab Riyadhus Sholihin, Untuk memudahkan antum memahami hadits ini, sebaiknya baca haditsnya secara lengkap, dan kemudian juga baca syarh-nya (penjelasan ulana ahli hadits tentang hadits ini).
Karena hadits ini memang sering dijadikan dalil bagi para ahlul bid'ah untuk melegalkan adanya bid'ah hasanah. Padahal jika mau jujur untuk memahami hadits ini, maka akan kita temukan, bahwasanya yang dimaksud "sunnatan hasanatan" di dalam matan hadits ini adalah bukan bid'ah hasanah seperti yang mereka maksudkan. Karena hadits ini bermula ketika Rosululloh Shollallohu 'alaihi wa sallam merasa pilu melihat seseorang yang lusuh dan memprihatinkan keadaannya dan kemudian beliau berkhutbah setelah sholat, bahwa barang siapa memiliki harta, hendaknya menafkahkan kepada orang ini. Maka kemudian berdiri seorang sahabat mengambil segenggam kurma dan menafkahkannya kepada orang itu. Kemudian diikuti oleh para sahabat yang lain, sampai-sampai digambarkan ada sahabat yang membawa sekarung materi hingga hampir-hampir tidak mampu membawanya. Maka wajah Rosululloh pun berseri-seri dan kemudian menyampaikan hadits ini. Maka, ketika di dalam hadits ini disebutkan "sunnatan hasanatan" dan "sunnatan sayyiatan", tidak bisa kemudian kata "sunnah" di sini dipadankan dengan bid'ah. Karena yang namanya bid'ah, pasti konotasinya selalu hal yang buruk. Para ulama ahlul hadits menafsirkan sunnatan yang di maksud di sini adalah dalam arti secara bahasa, yaitu "perbuatan" atau "kebiasaan". Karena tidak mungkin ada sunnah Nabi yang buruk. Jadi tentu kata sunnah di sini bukan dalam arti syar'i, akan tetapi arti secara bahasa. Kemudian claim mereka bahwa sunnatan hasanatan di sini adalah sama dengan bid'ah hasanah adalah terbantah, mengingat apa yang dilakukan oleh para sahabat (yairu bersedekah) adalah sama sekali bukanlah bid'ah, akan tetapi jelas Rosululloh Shollallohu'alaihi wa Sallam memerintahkannya, bahkan terlalu banyak ayat maupun hadits tentang hal ini. Lalu bagaimana bisa hadits ini dijadikan hujjah bagi mereka yang membagi bid'ah menjadi bid'ah hasanah dan bid'ah sayyi'ah? Wallohu A'lam... Abu Muhammad On 6/14/07, Abu Yaasiin <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Akhi fiddien, > Assalamu'alaikum wr wb. > > Urgent banget mohon infonya apakah Hadist dibawah ini benar ada dalam > Kitab > Muslim : > > "Barangsiapa membuat buat hal baru yang baik dalam islam, maka baginya > pahalanya dan pahala orang yang mengikutinya dan tak berkurang sedikitpun > dari pahalanya, dan barangsiapa membuat-buat hal baru yg buruk dalam > islam, > maka baginya dosanya dan dosa orang yg mengikutinya dan tak dikurangkan > sedikitpun dari dosanya" (Shahih Muslim hadits no.1017, demikian pula > diriwayatkan pada Shahih Ibn Khuzaimah, Sunan Baihaqi Alkubra, Sunan > Addarimiy, Shahih Ibn Hibban dan banyak lagi). > > Wassalamu'alaikum wr wb. > Syukron katsiro, > > Abu Yaasiin -- Salaam, Yulianto Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id Website audio: http://assunnah.mine.nu Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED] Ketentuan posting : http://www.assunnah.or.id/ragam/aturanmilis.php Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
