Re: [assunnah]>>Doa dan Zikir Selepas Shalat Fardhu<<
Abu Abdillah
Wed, 21 Dec 2005 17:17:38 -0800

>From: "hisham sam" <[EMAIL PROTECTED]>
>To: <[email protected]>
>Sent: Sunday, December 18, 2005 12:53 PM
>Subject: [assunnah] doa dan zikir selepas solat
fardhu....
>Assalamualaikum
>berzikir selepas solat diringi doa selepasnya adalah
menjadi amalan
>para imam dan makmum diseluruh masjid2 dimalaysia
.... para makmum
>dan imam akan berzikir secara serentak bermula dengan
isthigfar dan
>zikir ...setelah selesai imam pun berdoa ...sekiranya
ini bid'ah yg
>jelas ..apakah yg perlu saya lakukan dan bolehkah
tolong jelaskan
>masa2 yg paling sesuai utk berdoa ....dan sepekara
lagi.. adakah doa
>selepas solat fardhu tiada dlm sunnah ....


Alhamdulillah
Yang diperintahkan bagi seorang muslim adalah berdzikir kepada Allah sesuai 
dengan apa yang disyariatkan agama, dan berdo'a kepada Allah Azza wa Jalla 
dengan do'a-do'a yang ma'tsur yang datang dari Al-Qur'an dan Sunnah Nabi 
Shallallahu 'alaihi wa sallam yang shahih. Karena itu, wajib atas seorang 
muslim mengikuti (ittiba') yang telah disyariatkan Allah dan apa yang telah 
dicontohkan NabiNya Shallallahu 'alaihi  wa sallam.

Syaikhhul Islam Ibnu Taimiyah Rahimahullah, berkata "Di antara orang yang 
sangat aib dan tercela ialah orang yang menggunakan hizib atau wirid yang tidak 
ma'tsur (tidak ada contohnya) dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, 
sekalipun hizib atau wirid tersebut berasal dari syaikhnya (tuan gurunya). 
Sementara, ia justru meninggalkan/mengabaikan dzikir dan wirid yang diajarkan 
dan dibaca oleh pemimpin umat manusia dan Imam seluruh makhluk, yaitu Nabi 
Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam yang merupakan hujjah Allah atas 
hamba-hambaNya."

Di bawah ini akan saya salinkan beberapa kesalahan yang dilakukan setelah 
shalat fardhu.

PERINGATAN PENTING SEPUTAR KESALAHAN DALAM SHALAT

Oleh
Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas

Beberapa hal biasa dilakukan oleh banyak orang setelah shalat fardhu (wajib) 
yang lima waktu, tapi tidak ada contoh dan dalil dari Rasulullah Shallallahu 
'alaihi wa sallam dan para sahabat Ridhwaanullaah 'alaihim ajma'iin.

Di antara kesalahan dan bid'ah tersebut ialah :

[1]. Mengusap muka setelah salam [1]
[2]. Berdo'a dan berdzikir secara berjama'ah yang dipimpin oleh imam shalat.[2]
[3]. Berdzikir dengan bacaan yang tidak ada nash/dalilnya, baik lafazh maupun 
bilangannya, atau berdzikir dengan dasar hadits yang dah'if (lemah) atau 
maudhu' (palsu)

Contoh :
[a]. Setelah salam membaca "Alhamdulillah"
[b]. Membaca surat Al-Faatihah setelah salam.
[c]. Membaca beberapa ayat terakhir surat Al-Hasyr dan lainnya.

[4]. Menghitung dzikir dengan memakai biji-bijian tasbih atau yang serupa 
dengannya. Tidak ada satupun hadits yang shahih tentang menghitung dzikir 
dengan biji-bijian tasbih, bahkan sebagiannya maudhu' (palsu) [3] Syaikh 
Al-Albani Rahimahullah mengatakan : "Berdzikir dengan biji-bijian tasbih adalah 
bid'ah" [4]

Syaikh Bakr Abu Zaid mengatakan bahwa berdzikir dengan menggunakan biji-bijian 
tasbih menyerupai orang-orang Yahudi, Nasrani, Budha, dan perbuatan ini adalah 
bid'ah dhalalah.[5]

Yang disunnahkan dalam berdzikir adalah dengan menggunakan jari-jari tangan.

"Artinya : Dari Abdullah bin Amr Radhiyallahu 'anhu, ia berkata : Aku melihat 
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menghitung bacaan tasbih (dengan 
hjari-jari) tangan kanannya" [6]

Bahkan, Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan para sahabat wanita 
menghitung : Subhanallah, Alhamdulillah, dan mensucikan Allah dengan jari-jari, 
karena jari-jari akan ditanya dan diminta untuk berbicara (pada hari kiamat) [7]

[5]. Berdzikir dengan suara keras dan beramai-ramai (bersamaan/berjama'ah). 
Allah Subhanahu wa Ta'ala memerintahkan kiat berdzikir dengan suara yang tidak 
keras (Al-A'raaf : 55, 205, Lihat Tafsir Ibnu Katsir tentang ayat ini)

Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam melarang berdzikir dengan suara keras 
sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari, Muslim dan lain-lain.

Imam Asy-Syafi'i menganjurkan agar imam atau makmum tidak mengeraskan bacaan 
dzikir.[8]

[6].Membiasakan/merutinkan do'a setelah shalat fardhu (wajib) dan mengangkat 
tangan pada do'a tersebut (perbuatan ini) tidak ada contohnya dari Rasulullah 
Shallallahu 'alaihi wa sallam.[9]

[7]. Saling berjabat tangan sesuai shalat fardhu (bersalam-salaman). Tidak ada 
seorangpun dari sahabat atau salafush shalih yang berjabat tangan 
(bersalam-salaman) kepada orang disebelah kanan atau kiri, depan atau 
belakangnya apabila mereka selesai melaksanakan shalat. Jika seandainya 
perbuatan itu baik, maka akan sampai (khabar) kepada kita, dan ulama akan 
menukil serta menyampaikannya kepada kita (riwayat yang shahih). [10]

Para ulama mengatakan : "Perbuatan tersebut adalah bid'ah" [11]

Berjabat tangan adalah dianjurkan, akan tetapi menetapkannya di setiap selesai 
shalat fardhu tidak ada contohnya, atau setelah shalat shubuh dan Ashar, maka 
perbuatan itu adalah bid'ah. [12]

Wallahu a'lam bish Shawwab

[Disalin dari Kumpulan Do'a dari Al-Qur'an dan As-Sunnah Yang Shahih, Penulis 
Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Penerbit Pustaka Imam Asy-Syafi'i]
_________
Foote Note
[1]. Lihat Silsilah Al-Haadiits Adh-Dhaiifah Wal Maudhuu'ah No. 660 oleh Imam 
Al-Albani.
[2]. Al-I'tishaam, Imam Asy-Syathibi hal.455-456 tahqiq Syaikh Salim Al-Hilali, 
Fataawa Al-Lajnah Ad-Daa'imah VII/104-105, Fataawa Syaikh Bin Baaz XI/188-189, 
As-Sunan Wal Mubtada'aat hal. 70. Perbuatan ini bid'ah, (Al-Qaulul Mubiin Fii 
Akhthaa-il Mushalliin hal. 304-305)
[3]. Lihat, Silsilah Al-Haadiits Adh-Dha'iifah Wal Mudhuu'ah no. 83 dan 1002.
[4]. Silsilah Al-Ahaadiits Adh-Dha'iifah I/185
[5]. As-Subhah Taariikhuha wa Hukmuha hal. 101 cet.I Daarul Ashimah 1419H, 
Syaikh Bakr bin Abdillah Abu Zaid.
[6]. Hadits shahih, riwayat Abu Dawud no. 1502, dan At-Tirmidzi no. 3486, 
Shahih Sunan At-Tirmidzi III/146 no. 2714, Shahih Abi Dawud I/280 no. 1330, 
Al-Hakim I/547, Al-Baihaqi II/253
[7]. Hadits hasan, riwayat Abu Dawud no. 1501, dan At-Tirmidzi. Dihasankan oleh 
Imam An-Nawawi dan Ibnu Hajar Al-Asqalani
[8]. Lihat kitab Fat-hul Baari II/326, dan Al-Qaulul Mubin hal. 305
[9]. Lihat Zaadul Ma'aad I/357 tahqiq Al-Arna'uth, Majmuu Fataawa, Syaikh bin 
Baaz XI/167-168
[10]. Tamaamul Kalaam fi Bifd'iyyatil Mushaafahah ba'das Salaam. DR Muhammad 
Musa Alu Nashr
[11]. Al-Qaulul Mubiin fii Akhthaa'il Mushalliin hal. 293-294 Syaikh Masyhur 
Hasan Salman
[12]. Al-Qaulul Mubiin fii Akhthaa il Mushalliin hal.294-295 dan Silsilah 
Al-Haadiits Ash-Shaahiihah I/53.



--- Miftakhuddin <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Assalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh
>
> Di masjid dekat tempat tinggal ana, kalau sehabis
> dzikir, para jama'ah dan imam mengadakan saling
> bersalaman, berdiri jalan sambil jalan dan
> bersalaman. Baru kemudian melakukan sholat sunah.
>
> Ada pertanyaan dari teman-2, bolehkah ikut
> bersalaman
>
> 1. sesudah selesai dzikir,
> 2. atau sesudah dzikir dan sholat sunnah
> 3. atau tidak boleh sama sekali
>
> Wassalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh
>
> MIFTAKHUDDIN


_______________________________________________
Take the Internet to Go: Yahoo!Go puts the Internet in your pocket: mail, news, 
photos & more.
http://mobile.yahoo.com/go?refer=1GNXIC


Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : http://www.assunnah.or.id/ragam/aturanmilis.php 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke