Wassalamu'alaikum wa rahmatullahi wabarokatuh.... Ana kutipkan dari kitab "Ghoyatul Murid" Keterangan tentang kitab Tauhid, karya Syeikh Shaleh bin Abdul Aziz bin Muhammad bin Ibrahim AlySyeikh (Menteri Agama, Da'wah, Penyuluhan dan Wakaf Kerajaan Arab Saudi). hal.28, dalam menjelaskan bab "Mengamalkan Tauhid dengan sebenar-benarnya dapat menyebabkan masuk sorga tanpa hisab" : " Hadits ini menjelaskan bahwa orang yang mengamalkan tauhid secara murni bukan berarti tidak perlu berikhtiyar, seperti yang difahami oleh sebagian orang, sehingga tidak mau berobat sama sekali, ini adalah pemahaman yang salah, karena Nabi Muhammad shallalahu 'alaihi wa sallam jiga berobat, dan minta diruqyah, juga menyuruh untuk menyuruh untuk berobat, menyuruh sebagian sahabat untuk berobat dengan menempelkan besi panas, maka tidaklah benar bila hadits diatas difahami bahwa merekatidak mau berikhtiyar dan berobat, dan beliau menyebutkan tiga sifat diatas, karena hati seseorang selalu cenderung kepada tukang mantera, tukang obat atau tukang ramal, ini menyebabkan berkurangnya rasa tawakkal. Oleh karena itu berobat itu disyari'atkan, bisa jadi hukumnya wajib, sunat, dan disatu waktu bisa jadi mubah, karena Nabi Muhammad shallalahu 'alaihi wa sallam bersabda : 'berobatlah wahai hamba Allah, tapi janganlah kalian berobat dengan sesuatu yang haram..' "
Atau anti bisa baca kitab "Fathul Majid", di bab yang sama (karena saat ini kitabnya tidak berada ditangan ana, maka tidak bisa ana kutip). Ustadz Yazid Jawaz pernah menjelaskan permasalahan ini dengan jelas sekali, ana pernah dengarkan dikaset, tentang kajian kitab Tauhid, karya Syeikh At-Tamimi. Wassalamu'alaikum warohmatullahi wa barokatuh. ----- Original Message ---- From: Eva <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Tuesday, August 21, 2007 10:41:45 AM Subject: [assunnah] Orang-orang yang terbebas dari hisab Assalamu'alaikum Warahmatullahiwabar akatuh, Dalam pembicaraan ringan tadi siang, ada ucapan teman saya yang agak mengganjal saya. Diucapkan oleh nya bahwa diantara orang2 yang terbebas dari hisab adalah orang yang tidak melakukan ruqyah dan diruqyah (menurut teman saya dalilnya shahih). Sepengetahuan saya, dalam buku Do'a dan Wirid Ustadz Yazid diberikan tuntunan melakukan ruqyah yang disertai dalil dalilnya yang shahih. Namun saat itu saya tidak bisa membantah karena saya tidak hafal dalil2 nya dan saya tidak membawa buku tersebut. Bagaimana kah sebetulnya hal ruqyah itu? Dan sebetulnya siapa sajakah orang2 yang terbebas dari hisab menurut pandangan salafush shahih. Terimakasih dan Wassalamu'alaikum Warahmatullahiwabar akatuh, Eva Latifah Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
