Wa'alaykumussalaam warahmatullah wabarakaatuh

Dalam email antum ada 2 permasalahan, yang pertama adalah masalah perayaan
ulang tahun dan yang kedua adalah masalah buku La Tahzan. Untuk masalah yang
pertama (yakni masalah merayakan ulang tahun) para ulama telah menfatwakan
bahwa perayaan tersebut haram hukumnya. Dibawah ana salinkan terjemahan
fatwa syaikh Utsaimin rahimahumullah yang ana ambil dari 
http://www.almanhaj.or.id.

Masalah yang ke-2, tentang buku La Tahzan. Ana belum pernah membaca buku
tersebut, setau ana penulis dan buku tersebut bermasalah dalam masalah
manhaj-nya. Masalah kesalan penulis ini bisa antum lihat di
http://abusalma.wordpress.com/2007/01/12/%E2%80%98aidh-al-qorni-dan-amma-bad
u/ , adapun kesalahan buku La Tahzan dan penulisnya yang dijelaskan oleh
Syaikh Ibrahim Ar-Ruhaili, bisa antum download dari
http://geocities.com/download_article1/bersedihlah.zip . Allahuta'ala a'lam.

Barakallahufikum.

Ibnu Shinniy Dhanny Kosasih bin Gunawan Kosasih bin Koo Giong Hoa
----------------------------------------------------------------------------
--------------------------------
HUKUM MERAYAKAN ULANG TAHUN ANAK

Oleh
Syaikh Muhamamd bin Shalih Al-Utsaimin

Pertanyaan.
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Apakah perayaan ulang tahun
anak termasuk tasyabbuh (tindakan menyerupai) dengan budaya orang barat yang
kafir ataukah semacam cara menyenangkan dan menggembirakan hati anak dan
keluarganya ?

Jawaban.
Perayaan ulang tahun anak tidak lepas dari dua hal ; dianggap sebagai
ibadah, atau hanya adat kebiasaan saja. Kalau dimaksudkan sebagai ibadah,
maka hal itu termasuk bid'ah dalam agama Allah. Padahal peringatan dari
amalan bid'ah dan penegasan bahwa dia termasuk sesat telah datang dari Nabi
Shallallahu 'alaihi wa sallam. Beliau bersabda:

"Artinya : Jauhilah perkara-perkara baru. Sesungguhnya setiap bid'ah adalah
sesat. Dan setiap kesesatan berada dalam Neraka".

Namun jika dimaksudkan sebagai adat kebiasaan saja, maka hal itu mengandung
dua sisi larangan.

Pertama.
Menjadikannya sebagai salah satu hari raya yang sebenarnya bukan merupakan
hari raya ('Ied). Tindakan ini berarti suatu kelalancangan terhadap Allah
dan RasulNya, dimana kita menetapkannya sebagai 'Ied (hari raya) dalam
Islam, padahal Allah dan RasulNya tidak pernah menjadikannya sebagai hari
raya.

Saat memasuki kota Madinah, Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam mendapati dua
hari raya yang digunakan kaum Anshar sebagai waktu bersenang-senang dan
menganggapnya sebagai hari 'Ied, maka beliau bersabda.

"Artinya : Sesungguhnya Allah telah menggantikan bagi kalian hari yang lebih
baik dari keduanya, yaitu 'Idul Fitri dan 'Idul Adha"

Kedua.
Adanya unsur tasyabbuh (menyerupai) dengan musuh-musuh Allah. Budaya ini
bukan merupakan budaya kaum muslimin, namun warisan dari non muslim.
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

"Artinya : Barangsiapa meniru-niru suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari
mereka"

Kemudian panjang umur bagi seseorang tidak selalu berbuah baik, kecuali
kalau dihabiskan dalam menggapai keridhaan Allah dan ketaatanNya.
Sebaik-baik orang adalah orang yang panjang umurnya dan baik amalannya.
Sementara orang yang paling buruk adalah manusia yang panjang umurnya dan
buruk amalanya.

Karena itulah, sebagian ulama tidak menyukai do'a agar dikaruniakan umur
panjang secara mutlak. Mereka kurang setuju dengan ungkapan : "Semoga Allah
memanjangkan umurmu" kecuali dengan keterangan ' Dalam ketaatanNya" atau
"Dalam kebaikan" atau kalimat yang serupa. Alasannya umur panjang kadangkala
tidak baik bagi yang bersangkutan, karena umur yang panjang jika disertai
dengan amalan yang buruk -semoga Allah menjauhkan kita darinya- hanya akan
membawa keburukan baginya, serta menambah siksaan dan malapetaka.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman.

"Artinya : Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, nanti Kami akan
menarik mereka dengan berangsur-angsur (kearah kebinasaan), dengan cara yang
tidak mereka ketahui. Dan Aku memberi tangguh kepada mereka. Sesungguhnya
rencana amat teguh" [Al-A'raf : 182-183]

Dan firman Allah Subhanahu wa Ta'ala.

"Artinya : Dan janganlah sekali-kali orang kafir menyangka bahwa pemberian
tangguh Kami kepada mereka adalah labih baik bagi mereka. Sesungguhnya Kami
memberi tangguh kepada mereka hanyalah supaya bertambah-tambah dosa mereka,
dan bagi mereka adzab yang menghinakan" [Ali-Imran : 178]

[Fatawa Manarul Islam 1/43]

[Disalin dari kitab Fatawa Ath-thiflul Muslim, edisi Indonesia 150 Fatwa
Seputar Anak Muslim, Penyusun Yahya bin Sa'id Alu Syalwan, Penerjemah Ashim,
Penerbit Griya Ilmu]



-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf
Of dhika
Sent: 20 Agustus 2007 9:26
To: [email protected]
Subject: [assunnah] Tanya: Buku La Tahzan

Assalaamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh

saya ingin membelikan buku "La Tahzan" sesuai keinginan adik saya yang akan
berulang tahun bulan ini.
berhubung saya tidak tahu tentang asal muasal dan kandungan buku tersebut,
saya mohon bantuan segera dari para guru salaf untuk memberikan referensi
agar buku tersebut bukan hanya sebagai bentuk hadiah saja tapi kandungannya
juga bisa mendidik sesuai jalur salaf.

jazakumullah khairan

Wassalaamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh

dhika, Surabaya
 



Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : http://www.assunnah.or.id/ragam/aturanmilis.php 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke