>From:"yuni" <[EMAIL PROTECTED]>
>Sent:Thu Sep 20, 2007 4:03 pm
>Assalamu'alaikum.
>Teman-teman, saya ada beberapa pertanyaan, mohon bantuannya
>1. Guru ngaji teman saya mengatakan, seandainya dulu sholat kita 
>belum sempurna (masih suka bolong2) maka kita diperbolehkan untuk 
>membayarnya. caranya, pada saat sholat Ashar semisal, sesudahnya 
>kita bisa sholat lagi dengan niat membayar hutang sholat, berapa 
>kali sekuatnya kita (kadang kan kita lupa yang bolong berapa) tiap2 
>4 rakaat sama dengan sholat ashar. Demikian juga untuk sholat
>shubuh..dan seterusnya. Tapi setau saya, sholat adalah ibadah yang 
>tidak bisa dibayar (kecuali mungkin dengan tobat). 
>Makanya kita tidak diperkenankan meninggalkan sholat apapun 
>keadaannya. Pun sakit, caranya kan dipermudah. 
>Mana yang benar?
>Demikian.Terimakasih atas bantuannya.

Alhamdulillah..,
Uraian Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah tentang masalah ini (orang yang 
meninggalkan shalat secara sengaja,-peny) disampaikan di dalam 
'Al-Ikhiyarat'. Dia berkata,

"Orang yang meninggalkan shalat secara sengaja, tidak disyari'atkan qadha' 
bagi dirinya dan tidak sah qadha'nya. Tapi dia harus memperbanyak tathawu'. 
Ini juga merupakan pendapat segolongan orang-orang salaf seperti Abu 
Abdurrahman rekan Asy-Syafi'i, Daud dan para pengikutnya. Tidak ada satu 
dalil pun yang bertentangan dengan pendapat ini dan bahkan sejalan 
dengannya. Yang condong kepada pendapat ini ialah Syaikh Shiddiq hasan di 
dalam kitabnya, 'Ar-Raudhatun Nadiyyah'.
http://www.almanhaj.or.id/content/1613/slash/0

Dan Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz menjelaskan :
Apabila kenyataan sesuai dengan yang anda utarakan maka semua dosa-dosa yang 
telah anda lakukan cukup ditebus dengan taubat nasuha dan setelah itu anda 
wajib melakukan kewajiban-kewajiban sebelumnya. Anda tidak perlu mengqadha 
shalat dan puasa anda dan tidak perlu menebus dengan apapun. Karena 
meninggalkan shalat adalah kekafiran besar.

Dibawah ini saya copy dari almanhaj.or.id, contoh kasus "Taubatnya" orang 
yang banyak berbuat maksiat. 
Wallahu 'alam

TAUBATNYA ORANG YANG BANYAK BERBUAT MAKSIAT

Oleh
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz
http://www.almanhaj.or.id/content/1886/slash/0

Pertanyaan
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz ditanya : Saya seorang pemuda yang 
dilahirkan dalam keadaan muslim. Saya tidak pernah meninggalkan shalat lima 
waktu. Kemudian takdir menghendaki, bahwa saya harus tidak ada ke luar 
negeri untuk beberapa waktu bersama keluarga dan kemudian sendirian selama 
lebih dari empat tahun. Mulai meninggalkan shalat, bahkan saya melakukan 
berbagai macam perbuatan keji, seperti zina dan tidak puasa Ramadhan selama 
empat bulan. Dan saya berani menyetubuhi isteri saya di bulan Ramadhan. Itu 
semua diakibatkan karena pergaulan yang sangat buruk.

Sekarang saya bertaubat kepada Allah dan menyesali semua perbuatan saya. Dan 
saya berusaha untuk selalu menjaga shalat dengan berjama’ah dan 
kadang-kadang shalat sendirian. Tolong tunjukkan kepada saya apa saja yang 
harus saya lakukan untuk menembus dosa-dosa saya tersebut ?

Jawaban
Apabila kenyataan sesuai dengan yang anda utarakan maka semua dosa-dosa yang 
telah anda lakukan cukup ditebus dengan taubat nasuha dan setelah itu anda 
wajib melakukan kewajiban-kewajiban sebelumnya. Anda tidak perlu mengqadha 
shalat dan puasa anda dan tidak perlu menebus dengan apapun. Karena 
meninggalkan shalat adalah kekafiran besar (keluar dari Islam) walaupun dia 
tidak menentang/mengingkari kewajiban shalat, menurut pendapat yang paling 
benar diantara dua pendapat ulama. Adapun jika dia mengingkari kewajiban 
shalat, maka dalam hal ini seluruh ulama sepakat bahwa dia telah kafir. 
Sedangkan orang kafir, apabila masuk Islam dia tidak perlu mengqadha’ ibadah 
apapun yang berkaitan dengan hak Allah. Hal ini berdasarkan firman Allah.

“Artinya : Katakanlah kepada orang-orang kafir, jika mereka berhenti dari 
kekafirannya maka Allah akan mengampuni semua dosa-dosanya yang telah lalu” 
[Al-Anfal : 39]

Dan juga berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam

“Artinya : Islam menghapuskan dosa-dosa yang telah lalu, begitu juga tubat 
menghapuskan dosa-dosa yang telah lalu” [Hadits Riwayat Muslim]

Oleh karena itu saya nasehatkan kepada anda untuk selalu beristiqomah dalam 
bertaubat sambil memperbanyak istighfar dan amal shalih. Dan bergembiralah 
dengan kebaikan-kebaikan dan balasan yang baik jika anda benar-benar 
istiqomah dalam bertaubat dan memperbaiki diri. Allah berfirman.

“Artinya : Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat, 
beriman, beramal shalih kemudian tetap di jalan yang benar” [Thaha : 82]

Semoga Allah memberikan keteguhan kepada kami dan anda dalam berpegang teguh 
terhadap kebenaran, sesungguhnya Dia adalah Dzat yang paling berhak diminta.

Perlu diketahui bahwa dalam pertanyaan anda terdapat satu kalimat yang harus 
diperingatkan yaitu ucapan : “…. Kemudian taqdir menghendaki saya ….”. 
Kalimat seperti ini tidak boleh diucapkan, karena taqdir itu tidak mempunyai 
kehendak, tapi yang berkehendak hanyalah Allah. Maka ucapkanlah : “Atas 
kehendak Allah saja”. Semoga Allah menolong kita semua dalam memahami 
agamaNya dan istiqomah dalam menjalannkannya.

[Diasalin dari kitab Al-Fatawa Juz Tsani, Edisi Indonesia Fatawa bin Baaz, 
Penulis Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz, Penerjemah Abu Umar 
Abdillah, Penerbit Pustaka At-Tibyan]

_________________________________________________________________
Windows Live Spaces is here! http://spaces.live.com/?mkt=en-id It’s easy to 
create your own personal Web site.



Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : http://www.assunnah.or.id/ragam/aturanmilis.php 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke