Assalamu'alaikum warohmatullah wabarokaatuh,
ana kutip dari milis assunnah sebelumnya:

Berikut saya copy-kan dari e-book "Firqatun Najiyah" tentang sholawat nariyah

SHALAWAT NARIYAH
Shalawat nariyah telah dikenal oleh banyak orang. Mereka beranggapan, 
barangsiapa membacanya sebanyak 4444 kali dengan niat agar kesusahan 
dihilangkan, atau hajat dikabulkan, niscaya akan ter-penuhi.
Ini adalah anggapan batil yang tidak berdasar sama sekali. Apalagi jika kita 
mengetahui lafazh bacaannya, serta kandungan syirik yang ada di dalamnya. 
Secara lengkap, lafazh shalawat nariyah itu adalah sebagai berikut,

"Ya Allah, limpahkanlah keberkahan dengan keberkahan yang sempurna, dan 
limpahkanlah keselamatan dengan keselamatan yang sempurna untuk penghulu kami 
Muhammad, yang dengan beliau terurai segala ikatan, hilang segala kesedihan, 
dipenuhi segala kebutuhan, dicapai segala keinginan dan kesudahan yang baik, 
serta diminta hujan dengan wajahnya yang mulia, dan semoga pula dilimpahkan 
untuk segenap keluarga, dan sahabat-nya sebanyak hitungan setiap yang Engkau 
ketahui."

1. Aqidah tauhid yang kepadanya Al-Quranul Karim menyeru, dan yang dengannya 
Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Salam mengajarkan kita, menegaskan kepada 
setiap muslim agar meyakini bahwa hanya Allah semata yang kuasa menguraikan 
segala ikatan. Yang menghilangkan segala kesedihan. Yang memenuhi segala 
kebutuhan dan memberi apa yang diminta oleh manusia ketika ia berdo'a.

Setiap muslim tidak boleh berdo'a dan memohon kepada selain Allah untuk 
menghilangkan kesedihan atau menyembuhkan penyakit-nya, bahkan meski yang 
dimintanya adalah seorang malaikat yang diutus atau nabi yang dekat (kepada 
Allah).

Al-Qur'an mengingkari berdo'a kepada selain Allah, baik kepada para rasul atau 
wali. Allah berfirman,

"Katakanlah, 'Panggillah mereka yang kamu anggap (tuhan) selain Allah, maka 
mereka tidak akan mempunyai kekuasaan untuk menghilangkan bahaya daripadamu dan 
tidak pula memindahkannya. Orang-orang yang mereka seru itu, mereka sendiri 
mencari jalan kepada Tuhan mereka siapa di antara mereka yang lebih dekat 
(kepada Allah) dan mengharapkan rahmatNya dan takut akan siksaNya; sesungguhnya 
siksa Tuhanmu adalah sesuatu yang (harus) ditakuti." (Al-lsra': 56-57)

Para ahli tafsir mengatakan, ayat di atas turun sehubungan dengan sekelompok 
orang yang berdo'a dan meminta kepada Isa Al-Masih, malaikat dan hamba-hamba 
Allah yang shalih dan jenis makhluk jin.

2. Bagaimana mungkin Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Salam akan rela, jika 
dikatakan bahwa beliau kuasa menguraikan segala ikatan dan menghilangkan segala 
kesedihan. Padahal Al-Qur'an menyeru kepada beliau untuk memaklumkan,

"Katakanlah, 'Aku tidak kuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak (pula) 
menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah. Dan sekiranya aku 
mengetahui yang ghaib, niscaya aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku 
tidak akan ditimpa kemudharatan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan, 
dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman." (Al-A'raaf: 188)

"Seorang laki-laki datang kepada Rasululllah Shallallaahu 'alaihi wa Salam lalu 
ia berkata kepada beliau, 'Atas kehendak Allah dan kehendakmu." Maka Rasulullah 
Shallallaahu 'alaihi wa Salam bersabda, 'Apakah engkau menjadikan aku sebagai 
sekutu (tandingan) bagi Allah? Katakanlah, "Hanya atas kehendak Allah semata." 
(HR. Nasaa'i, dengan sanad shahih)

Di samping itu, di akhir lafazh shalawat nariyah tersebut, terdapat pembatasan 
dalam masalah ilmu-ilmu Allah. Ini adalah suatu kesalahan besar.

3. Seandainya kita membuang kata "Bihi" (dengan Muhammad), lalu kita ganti 
dengan kata "BiHaa" (dengan shalawat untuk Nabi), niscaya makna lafazh shalawat 
itu akan menjadi benar. Sehingga bacaannya akan menjadi seperti berikut ini:
"Ya Allah, limpahkanlah keberkahan dengan keberkahan yang sempurna, dan 
limpahkanlah keselamatan dengan keselamatan yang sempurna untuk Muhammad, yang 
dengan shalawat itu diuraikan segala ikatan ..."

Hal itu dibenarkan, karena shalawat untuk Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Salam 
adalah ibadah, sehingga kita boleh ber-tawassul dengannya, agar dihilangkan 
segala kesedihan dan kesusahan.

4. Kenapa kita membaca shalawat-shalawat bid'ah yang merupakan perkataan 
manusia, kemudian kita meninggalkan shalawat lbrahimiyah yang merupakan ajaran 
Al-Ma'sum ?


---------------------------------
Moody friends. Drama queens. Your life? Nope! - their life, your story.
Play Sims Stories at Yahoo! Games.


Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : http://www.assunnah.or.id/ragam/aturanmilis.php 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke