assalaamualaikum,

di dalam buku Jalan Golongan Yang Selamat, karya Syaikh Muhammad Jamil Zainu 
terdapat bahasan tentang shalawat, silakan dicek soft copy buku nya juga ada di 
internet.

http://muslim.or.id/2007/09/07/shalawat-nariyah/
http://dida.vbaitullah.or.id/islam/buku/jalan-selamat/node38.html

abu tsabitah.
---

SHALAWAT NARIYAH

Shalawat nariyah telah dikenal oleh banyak orang. Mereka beranggapan,
barangsiapa membacanya sebanyak 4444 kali dengan niat agar kesusahan
dihilangkan, atau hajat dikabulkan, niscaya akan ter-penuhi.
Ini adalah anggapan batil yang tidak berdasar sama sekali. Apa-lagi jika
kita mengetahui lafazh bacaannya, serta kandungan syirik yang ada di
dalamnya. Secara lengkap, lafazh shalawat nariyah itu adalah sebagai
berikut,

"Ya Allah, limpahkanlah keberkahan dengan keberkahan yang sempurna, dan
limpahkanlah keselamatan dengan keselamatan yang sempurna untuk penghulu
kami Muhammad, yang dengan beliau terurai segala ikatan, hilang segala
kesedihan, dipenuhi segala kebutuhan, dicapai segala keinginan dan kesudahan
yang baik, serta diminta hujan dengan wajahnya yang mulia, dan semoga pula
dilimpahkan untuk segenap keluarga, dan sahabat-nya sebanyak hitungan setiap
yang Engkau ketahui."

1. Aqidah tauhid yang kepadanya Al-Quranul Karim menyeru, dan yang dengannya
Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Salam mengajarkan kita, menegaskan kepada
setiap muslim agar meyakini bahwa hanya Allah semata yang kuasa menguraikan
segala ikatan. Yang menghilangkan segala kesedihan. Yang memenuhi segala
kebutuhan dan memberi apa yang diminta oleh manusia ketika ia berdo'a.

Setiap muslim tidak boleh berdo'a dan memohon kepada selain Allah untuk
menghilangkan kesedihan atau menyembuhkan penyakit-nya, bahkan meski yang
dimintanya adalah seorang malaikat yang diutus atau nabi yang dekat (kepada
Allah).

Al-Qur'an mengingkari berdo'a kepada selain Allah, baik kepada para rasul
atau wali. Allah berfirman,

"Katakanlah, 'Panggillah mereka yang kamu anggap (tuhan) selain Allah, maka
mereka tidak akan mempunyai kekuasaan untuk menghilangkan bahaya daripadamu
dan tidak pula memin-dahkannya. Orang-orang yang mereka seru itu, mereka
sendiri mencari jalan kepada Tuhan mereka siapa di antara mereka yang lebih
dekat (kepada Allah) dan mengharapkan rahmatNya dan takut akan siksaNya;
sesungguhnya siksa Tuhanmu adalah sesuatu yang (harus) ditakuti." (Al-lsra':
56-57)

Para ahli tafsir mengatakan, ayat di atas turun sehubungan dengan sekelompok
orang yang berdo'a dan meminta kepada Isa Al-Masih, malaikat dan hamba-hamba
Allah yang shalih dan jenis makhluk jin.

2. Bagaimana mungkin Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Salam akan rela,
jika dikatakan bahwa beliau kuasa menguraikan segala ikatan dan
menghilangkan segala kesedihan. Padahal Al-Qur'an menyeru kepada beliau
untuk memaklumkan,

"Katakanlah, 'Aku tidak kuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak
(pula) menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah. Dan sekiranya
aku mengetahui yang ghaib, niscaya aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya
dan aku tidak akan ditimpa kemudharatan. Aku tidak lain hanyalah pemberi
peringatan, dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman."
(Al-A'raaf: 188)

"Seorang laki-laki datang kepada Rasululllah Shallallaahu 'alaihi wa Salam
lalu ia berkata kepada beliau, 'Atas kehendak Allah dan kehendakmu." Maka
Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Salam bersabda, 'Apakah engkau menjadikan
aku sebagai sekutu (tandingan) bagi Allah? Katakanlah, "Hanya atas kehendak
Allah semata." (HR. Nasaa'i, dengan sanad shahih)

Di samping itu, di akhir lafazh shalawat nariyah tersebut, terdapat
pembatasan dalam masalah ilmu-ilmu Allah. Ini adalah suatukesalahan besar.

3. Seandainya kita membuang kata "Bihi" (dengan Muhammad), lalu kita ganti
dengan kata "BiHaa" (dengan shalawat untuk Nabi), niscaya makna lafazh
shalawat itu akan menjadi benar. Sehingga bacaannya akan menjadi seperti
berikut ini:
"Ya Allah, limpahkanlah keberkahan dengan keberkahan yang sempurna, dan
limpahkanlah keselamatan dengan keselamatan yang sempurna untuk Muhammad,
yang dengan shalawat itu diuraikan segala ikatan ..."

Hal itu dibenarkan, karena shalawat untuk Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Salam
adalah ibadah, sehingga kita boleh ber-tawassul dengannya, agar dihilangkan
segala kesedihan dan kesusahan.

4. Kenapa kita membaca shalawat-shalawat bid'ah yang meru-pakan perkataan
manusia, kemudian kita meninggalkan shalawat lbrahimiyah yang merupakan
ajaran AI-Ma'sum ?



----- Original Message -----
From: - Anto
To: [email protected]
Sent: Sunday, September 23, 2007 3:26 PM
Subject: [assunnah] Adakah yang punya artikel tentang kesyirikan dalam
shalawat nariyyah

Assalamu'alaikum
Adakah yang punya artikel tentang kesyirikan yang terdapat di shalawat
nariyyah? Jazakumullahu khoir atas bantuannya sebelumnya
Wassalamu'alaikum


Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : http://www.assunnah.or.id/ragam/aturanmilis.php 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke