wa'alaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh

> Pertanyaan saya adalah, kenapa cara hisab dilarang? Bukankah dengan
> hisab itu menggunakan ilmu pengetahuan (astronomi)? Sementara cara
> ru'yah yang diperintahkan oleh Nabi itu berdasarkan pada kondisi
> dimana saat itu umat masih dalam keadaan ummi dalam arti belum banyak
> mengenal baca-tulis dan menguasai perhitungan (hisab) astronomi
> (Mengutip Maklumat yang dikeluarkan oleh Muhammdiyah).

jawabannya karena menyelisihi sunnah dan setiap menyelisihi sunnah pasti akan 
menimbulkan perselisihan dan setiap perselisihan supaya di kembalikan kepada al 
quran dan as sunnah dan dalam as sunnah di jelaskan bahwa menetapkan awal 
romadhon dan akhir romadhon dengan ru'yah tidak dengan hisab.

ketika menetapkan awal romadhon dan akhir romadhon dengan hisab menyebabkan 
perselisihan yang tidak hanya dengan yang menggunakan cara ru'yah tapi juga 
dengan yang sama-sama menggunakan hisab di karenakan perbedaan dalam menetapkan 
derajat ketinggian bulan (afwan jika salah soalnya nggak mudeng sama ilmu 
astronomi).

wallahu a'lam


On 10/10/07, herlandgum <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Assalamu'alaykum warohmatullohi wabarokatuh,
>
> Terus terang saya sendiri masih bingung dengan adanya perbedaan penentuan
> 1 Syawal ini.
> Dari tahun ke tahun selalu saja ada perbedaan penetapannya. Saya sendiri
> memilih untuk mengikuti Pemerintah saja karena banyak juga dalil-dalil yang
> menganjurkan seperti itu.
>
> Mengutip hadist Nabi,
>
> Beliau Shallallahu alaihi wa sallam bersabda.
>
> "Artinya : Sesungguhnya kita adalah umat yang buta huruf, tidak bisa
> menulis dan tidak menguasai ilmu hisab (ilmu perhitungan bulan). Maka satu
> bulan adalah sekian dan sekian dan sekian dan beliau melipat satu jempolnya
> pada kali yang ketiga. Kemudian beliau bersabda lagi ; sebulan adalah sekian
> dan sekian dan sekian dan beliau mengisyaratkan sepuluh jarinya (tanpa
> melipat satu jempolnya)"
>
> Maksud beliau bahwa satu bulan itu kadang 29 hari dan kadang 30 hari.
>
> Lalu mengutip tulisan yang disampaikan saudara Amir,
>
> Hadits-hadits dalam bab ini jumlahnya cukup banyak dan semuanya
> menunjukkan bahwa menentukan awal bulan dengan cara ru'yah (melihat bulan)
> adalah wajib. Jika tidak bisa (karena mendung) maka bulan tersebut
> digenapkan menjadi 30 hari. Hadits-hadits tersebut juga menunjukkan bahwa
> tidak boleh menentukan awal/akhir bulan dengan cara hisab (kalender).
>
> Pertanyaan saya adalah, kenapa cara hisab dilarang? Bukankah dengan hisab
> itu menggunakan ilmu pengetahuan (astronomi)? Sementara cara ru'yah yang
> diperintahkan oleh Nabi itu berdasarkan pada kondisi dimana saat itu umat
> masih dalam keadaan ummi dalam arti belum banyak mengenal baca-tulis dan
> menguasai perhitungan (hisab) astronomi (Mengutip Maklumat yang dikeluarkan
> oleh Muhammdiyah).
>
> Mohon penjelasannya bagi yang mengetahui perkara ini, agar saya yang masih
> belajar tidak dibuat bingung karena nya. Saya yakin Allah Subhanahu wata'ala
> menciptakan segala sesuatu di muka bumi ini jelas hitam dan putih, tidak ada
> abu-abu.
>
> Salam,
> Herland-Gum.


Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : http://milis.assunnah.or.id/mlbios.php/aturanmilis/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke