Wa'alaykumus salaam warahmatullaHi wabarakatuH
Pak Sumarno yang semoga dirahmati Allah Ta'ala, saya jawab yang nomer satu ya
Pak.
Dzikir dan berdoa secara berjamaah tidak pernah dicontohkan Nabi ShallallaHu
'alaiHi wa sallam. Berikut penjelasan para ulama mengenai hal ini :
Berkata Imam asy Syatibi dalam Kitab al Ithisham 1/129,
Bahwa doa doa yang dilakukan dengan berkumpul secara terus menerus tidak
ada contohnya dari Nabi ShallallaHu alaiHi wa sallam.
Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam Kitab al Fatawa Al Kubra 2/132,
Tidak ada seorang pun yang mengabarkan bahwa setiap Nabi ShallallaHu alaiHi
wa sallam selesai mengerjakan shalat dengan para sahabat, beliau berdoa
bersama sama dengan mereka
Syaikh Muhammad bin Ahmad Miyarah al Maliki dalam kitabnya ad Dur ats Tsamin
hlm. 173 berkata,
Bahwa Imam Malik dan beberapa Ulama yang lain tidak menyukai seorang Imam
atau pemimpin doa yang berdoa setelah shalat wajib dengan suara keras
Imam asy Syafii dalam kitabnya al Umm 1/111 berkata,
Dan aku memilih bagi imam dan makmum agar berdoa kepada Allah setelah
selesai melakukan shalat dan melembutkan suara dalam berdzikir kecuali seorang
imam yang ingin mengajarkan pada makmumnya
Syaikh Ibnul al Utsaimin juga berkata dalam fatwanya dalam Kitab Ad Dararu
as Sunniyah 4/318 mengatakan,
Bahwa berdoa bersama setelah seorang Imam salam dengan satu lantunan tidak
ada asalnya dan tidak disyariatkan
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz dalam Kitab Fatawa Nur Ala ad Darb
1/358 mengatakan,
Berkumpul untuk berdzikir secara berjamaah adalah perbuatan yang tidak
mempunyai dasar hukum dalam agama
dan wajib setiap muslim untuk meninggalkan
perkara bidah, karena Rasulullah ShallallaHu alaiHi wa sallam bersabda,
Barangsiapa melakukan suatu perbuatan yang tidak berdasarkan pada perkataan
kami maka ia tertolak (HR. Muslim no.1718)
Dan cara berdzikir dan berdoa yang paling baik adalah dengan suara yang lemah
lembut dan seorang diri. Abu Hanifah rahimahullah dalam Kitab Badaiu ash
shanai fi Tartibi Ays Syara 1/196 mengatakan,
Bahwasannya mengeraskan suara ketika bertakbir pada dasarnya merupakan
bidah karena hal tersebut merupakan bentuk dzikir, dan menurut penjelasan as
Sunnah bahwa berdzikir hendaknya dilakukan dengan suara pelan sebagaimana
tersebut dalam firman Allah Taala, Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah
diri dan suara yang lembut (QS Al Araf 55). Dan sabda Rasulullah ShallallaHu
alaiHi wa sallam,
Sebaik baiknya doa itu diucapkan dengan suara lembut (HR. Ibnu Hibban
dalam kitab Shahihnya 3/91).
Dari Abu Hurairah radhiyallaHu 'anHu, Rasulullah ShallallaHu 'alaiHi wa
sallam bersabda :
Tujuh orang yang dilindungi Allah dalam naunganNya pada hari tidak ada
naumgan selain naunganNya yaitu : Imam (pemimpin) yang adil
dan seseorang yang
berzikir kepada Allah di tempat yang sunyi lalu matanya mencucurkan (air mata)
(HR. al Bukhari)
Mudah2an Bermanfaat ya Pak
Abu Hasan
Sumarno <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Assalamu 'alaikum ww
Masjid di tempat kami mayoritas setelah sholat berjamaah melakukan amalan dan
dzikir bersama di tutup dengan doa oleh Imam.
Pertanyaannya :
1. Amalan/dzikir setelah sholat tersebut harusnya dilakukan sendiri
atau diperbolehkan dengan bersama-sama?
2. Salaman setelah selesai sholat apa hukumnya ?
Terima Kasih
Salam
Sumarno
Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : http://milis.assunnah.or.id/mlbios.php/aturanmilis/
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/assunnah/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/