Wa'alaikumussalam warahmatullah Ya ukhti Alhamdulillah, Allah telah memberi kita terhadap manhaj yang hak ini, hidayah itu sulit datang tapi sesudah datang hidayah itu pun akan mudah lepas, memang agak sulit untuk memberi pengertian kepada orang tua, berdo'a dan bersabarlah ya ukhti. pasti ada jalan keluarnya.
coba beri penjelasan dengan berhenti bekerja toh saya masih bisa mendapatkan rizqi, seperti bekerja di rumah, membuka usaha katering, menjahit atau sebagainya. tentu setelah menikah hak dan kewajiban ukhti jatuh kepada suami. bagaimana pun juga prioritas utama tha'at pada suami, baru ke orang tua, akan tetapi tidak ada anak yang akan tega melihat orang tuanya susah, kecuali anak itu sakit jiwanya/hatinya. coba beri pengertian rizqi itu tidak hanya ada di tempat kerja tapi di rumah pun ukhti bisa mendapatkan rizqi. malah bisa lebih banyak dari pada bekerja. insyaallah Allah akan memudahkan jalan orang-orang yang sabar lagi bertaqwa, fadhillah alfadhl ----- Original Message ---- From: al- Khonsa <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Wednesday, October 31, 2007 3:03:15 AM Subject: [assunnah] >>Mohon Pencerahan << Assalamu'alaikum warohmatullahi wa barokatuhu Alhamdulillah sudah 2 tahun lebih ana mengenal manhaj salaf, selama itu pula ana mengikuti ta'lim, belajar memahami aqidah yang lurus, saat ini ana sedang bingung, ana sedang mencari solusi, semoga ikhwah sekalian bisa membantu. Sejak jauh-jauh hari orang tua sudah mewanti-wanti mengenai keinginan mereka terhadap suami ana kelak, orang tua menginginkan agar nanti sebelum menikah ana mengadakan perjanjian dengan calon ana agar ana dibolehkan bekerja setelah menikah nanti, ana mengerti saat ini kondisi ekonomi keluarga kami sedang sulit, orang tua menginginkan agar ana dapat membantu mereka, walaupun sebenarnya kalau kondisinya tidak seperti ini orang tua tidak akan tega pada anaknya. Mengenai keinginan ana sendiri tidak muluk-muluk, ana hanya ingin calon suami yang sholeh yang aqidahnya serta manhajnya lurus, karena ana ingin istiqomah di jalan ini, mengenai calon sebetulnya ada seorang ikhwan yang berniat menikahi ana, namun dia tidak ingin ana bekerja setelah menikah nanti, ana menyukainya dan bersedia menikah dengannya namun orang tua tidak suka karena nantinya ana tidak boleh bekerja. Alhamdulillah mengenai bagaimana hukum wanita bekerja, hijab wanita, ana sudah mengerti, ana pun paham rumah adalah sebaik2nya tempat bagi wanita, walaupun sebetulnya ana masih belum bisa melaksanakannya karena saat ini ana masih bekerja dimana kondisinya tak bisa lepas dari kholwat dan ikhtilath dan tak bisa mengenakan hijab yang syari', tapi terus terang ana sudah tidak tahan dengan kondisi di tempat kerja, ana juga sudah rindu ingin mengenakan hijab secara sempurna, ana coba menjelaskan kepada orangtua mengenai hal ini namun orang tua belum memahaminya, orang tua ingin ana tetap bekerja dan meniti karir. dan orang tua tidak ingin ana keluar dari pekerjaan yang sekarang. Ana bingung harus bagaimana, rasanya menyakitkan ketika kita telah memahami din ini namun tidak bisa mengamalkannya, ana merasa sedih dan berdosa karena meninggalkan hijab, ikhtilath, safar tanpa mahram dan lain-lain. padahal ana tau hukumnya, ana ingin segera lepas dari semua kemaksiatan ini. ana tidak bisa bertahan di tempat yang sekarang terlalu lama, karena yang ana rasakan fitnahnya semakin banyak. yang selalu ana pikirkan bagaimana bila nantinya ana menikah dengan laki-laki yang sesuai dengan kriteria ana dalam "din" nya, yang mungkin setelah itu ana tidak bisa membantu orang tua seperti sebelum ana menikah? berdosakah ana membiarkan orang tua dalam kesulitan (yang ana pahami anak perempuan tidak dibebani kewajiban mencari nafkah, namun apakah ada pengecualian bila memang orang tua membutuhkan? ?). Apakah ana berdosa dengan menolak keinginan orang tua agar ana tetap meniti karir? ana tidak ingin orang tua sakit hati dan merasa anaknya "meninggalkannya" , ana tidak ingin jadi anak durhaka, tapi ana juga tidak ingin durhaka kepada Allah? apakah masalah ana ini bisa dikompromikan? bagaimana? Afwan bila tulisan ana terlalu panjang dan ada kata-kata yang kurang bisa dimengerti, Ana sangat mengharapkan jawaban dari ikhwah sekalian mengenai solusi masalah ini, syukron, jazakumullah khairan katsiraa. wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuhu __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id Website audio: http://assunnah.mine.nu Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED] Ketentuan posting : http://milis.assunnah.or.id/mlbios.php/aturanmilis/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
