From: ry_maulana <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Thursday, November 8, 2007 1:53:47 AM
Fulan di daerah tempat tinggal ana ada yang divonis oleh dokter bahwa dia tidak 
bisa punya anak kecuali dengan bayi tabung.. apa yang harus dilakukan?? mohon 
jawaban karena yan bersangkutan sangat berharap ada yang dapat membantu atau 
setidaknya menghibur dengan kondisinya..
Jazakallahu khairan
Maulana
===========
wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuhu
berdoa dan berikhtiar, teman ada yang mengalami hal serupa alhamdulillah 
setelah 15 tahun dia baru di karuniai anak perempuan. yang menentukan punya 
anak atau tidak hanya Allah

KETURUNAN ATAS KEHENDAK DAN TAQDIR ALLAH

Oleh
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin
http://www.almanhaj.or.id/content/1352/slash/0

Pertanyaan.
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Ada seorang lelaki yang belum 
dikaruniai anak. Ia sempat mengalami tekanan jiwa, namun tidak tahu apakah 
istrinya juga terkena beban pikiran atau tidak. Ia menghadapi sindiran dan 
celaan dari masyarakat sekitar, karena keterlambatan mendapatkan anak. Mereka 
anggap hal itu sebagai aib (kekurangan). Mohon kami diberi penjelasan dalam 
masalah ini, semoga Allah membalas kebaikan Syaikh.

Jawaban.
Janganlah anda berpikiran buruk lantaran belum dikaruniai anak. Allah Subhanahu 
wa Ta'ala berfirman.

"Artinya : Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, Dia menciptakan apa 
yang Dia kehendaki, Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia 
kehendaki dan memberikan anak-anak lelaki kepada siapa yang Dia kehendaki. Atau 
Dia menganugrahkan kedua jenis laki-laki dan perempuan (kepada siapa yang 
dikehendakiNya), dan Dia menjadikan mandul siapa yang Dia dikehendaki. 
Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Mahakuasa"[Asy-Syura : 49-50]

Allah Maha Mengetahui lagi Mahakuasa. Dialah yang menciptakan dan menentukan 
apa yang Dia kehendaki. Dalam ayat di atas, Allah memaparkan empat golongan 
manusia ditinjau dari sisi keturunan yang dikaruaniakan kepada mereka.

[1]. Allah mengaruniakan anak perempuan saja.
[2]. Allah mengaruniakan anak laki-lakai saja
[3]. Allah mengaruniakan anak laki-laki dan perempuan
[4]. Allah menjadikan seseorang mandul, tidak beranak.

Seluruh fenomena ini terjadi berdasarkan ilmu, hikmahNya dan kekuasaanNya. Bisa 
jadi keadaan anda akan normal sehingga anda akan mendapatkan seorang keturunan. 
Selama istri anda tidak menuntut apa-apa dari anda, maka janganlah bersedih 
hati karena hal tersebut. Semoga Allah membalasnya dengan kebaikan atas 
kesabarannya menemani hidup anda. Kita mohon kepada Allah, Yang Mahatinggi lagi 
Mahakuasa agar memberikan kepada kita semua taufik dan pahal. Sesungguhnya 
Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengabulkan permintaan.

ANAK ADALAH PEMBERIAN ALLAH AZZA WA JALLA

Oleh
Al-Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat
http://www.almanhaj.or.id/content/2256/slash/0

Anak merupakan pemberian Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada manusia. Allah 
menciptakan apa-apa yang Ia kehendaki dan memberikan kepada siapa saja yang Ia 
kehendaki. Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala

“Artinya : Kepunyaan Allah kerajaan langit dan bumi. Ia menciptakan apa-apa 
yang Ia kehendaki. Ia memberikan kepada siapa yang Ia kehendaki anak-anak 
perempuan dan Ia memberikan kepada siapa yang Ia kehendaki anak-anak laki-laki. 
Atau (Ia memberikan kepada siapa yang ia kehendaki) anak-anak laki-laki dan 
perempuan. Dan Ia jadikan siapa yang Ia kehendaki mandul (tidak dapat mempunyai 
anak). Sesungguhnya Ia Maha Mengetahui (dan) Maha Berkuasa[1]” [Asy-Syuura : 
49-50]

Dari ayat yang mulia ini kita mengetahui berbedanya pemberian Allah Subhanahu 
wa Ta’ala kepada manusia tentang anak menjadi empat bagian. [2]

Pertama : Sebagian manusia Allah berikan kepada mereka hanya mendapat anak-anak 
perempuan saja tidak anak-anak laki-laki atau kedua-keduanya. Selama hidupnya 
mereka tidak mendapat anak laki-laki walaupun selalu menjadi impian mereka!

Kedua : Sebagian lagi Allah berikan kepada mereka hanya anak laki-laki saja 
tidak anak perempuan atau kedua-duanya. Selama hidup mereka tidak pernah 
melihat anak perempuan lahir di tengah-tengah mereka walaupun mereka sangat 
megharapkan kehadirannya!

Ketiga : Sebagian yang lain Allah berikan kepada mereka anak laki-laki dan 
perempuan maka terwujudlah apa yang selama ini mereka dambakan!

Keempat : Sebagian manusia lain hidup di dalam kesunyian dan kesepian. Tidak 
mereka mendengar kecuali suara mereka! Suami-isteri yang selama hidupnya tidak 
pernah mendengar jeritan dan tangis seorangpun bayi yang lahir dari sulbi 
mereka. Allah Subhanahu wa Ta’ala yang Maha Mengetahui dan Maha Kuasa tidak 
memberikan kepada mereka seorangpun anak!

Itulah pembagian anak dari Rabbul Alamani kepada manusia! Hendaklah kita ridlai 
kepada pembagian anak yang Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan kepada kita karena 
Allah Subhanahu wa Ta’ala Maha Mengetahui siapa yang berhak dan tidak berhak 
mendapatkannya. Dan Allah Maha Kuasa memberikan dan tidak memberikan.

ANAK MERUPAKAN FITNAH (UJIAN)
Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala

“Artinya : Dan ketahuilah! Sesungguhnya harta-harta kamu dan anak-anak kamu 
adalah fitnah (ujian/cobaan bagi kamu). Dan sesungguhnya Allah di sisi-Nya-lah 
ada ganjaran yang besar” [Al-Anfal : 28]

“Artinya : Hanya saja harta-harta kamu dan anak-anak kamu adalah fitnah 
(ujian/cobaan bagi kamu). Dan sesungguhnya Allah di sisi-Nya-lah ada ganjaran 
yang besar” [Ath-Thaghaabun : 157]

Anak merupakan fitnah atau ujian bagi setiap orang tua yang dapat membawa orang 
tua kepada kesenangan dunia dan akhirat apabila mereka mendidiknya di jalan 
Allah Subhanahu wa Ta’ala, atau akan membawa mereka kepada kesengsaraan dunia 
dan akhirat apabila orang tua itu mendidik anak-anaknya di jalan syaithan.

ANAK MERUPAKAN BUAH HATI ORANG TUA
Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam

“Artinya : Dari Abi Musa Al-Asy’ari : Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu 
‘alaihi wa sallam telah bersabda, “Apabila mati anak seorang hamba, Allah 
berfirman kepada para Malaikat-Nya, ‘Kamu telah ambil anak dari hamba-Ku?.
Jawab mereka : ‘Ya’
Maka Allah berfirman : ‘Kamu telah ambil buah hatinya?’
Mereka menjawab : ‘Ya’
Maka Allah berfirman : ‘Apa yang diucapkan hamba-Ku?’
Jawab mereka : ‘Ia memuji Engkau dan istirja[3]’
Maka Allah berfirman ; ‘Bangunkanlah untuk hamba-Ku satu rumah di surga dan 
namakanlah rumah tersebut dengan baitul hamdi (rumah pujian)’. 

[Riwayat Tirmidzi no. 1023 dan dia berkata, “Hadits ini hasan gharib]

[Disalin dari kitab Menanti Buah Hati Dan Hadiah Untuk Yang Dinanti, Penulis 
Abdul Hakim bin Amir Abdat, Penerbit Darul Qolam Jakarta, Cetakan I – Th 
1423H/2002M]
__________
Foote Note
[1]. Allah Maha Mengetahui kepada siapa yang berhak mendapat anak laki-laki 
atau perempuan atau kedua-duanya atau tidak mendapat anak sama sekali.
[2]. Allah Maha Kuasa menciptakan perbedaan di atas di antara manusia.
[3]. Yakni mengucapkan Alhamdulillah dan istirja’ yaitu : Inna lillahi wa inna 
ilaihi raji’un.


Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : http://milis.assunnah.or.id/mlbios.php/aturanmilis/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke