Sependek ingatan saya, penggunaan sajadah untuk sholat dimasjid (yakni
dengan menyengaja membawa dari rumah) dimasukkan oleh Al Ustadz Hakim
didalam risalah bid'ahnya.

Untuk lebih lengkapnya, ini ana copy pastekan tulisan yang cukup bagus untuk
membahas ini.

*Simahum fii Wujuhihim Min Atsaris Sujud*

Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh,

Saudara sekalian, saya yakin kita semua pernah melihat seseorang yang kita
kenal religius (multazim) memiliki tanda legam, atau hitam samar di dahinya
atau bagian diatas hidungnya.Yakni bekas tanda sujud (atsar
as-sujud).Silahkan simak, dan koreksi.Apakah benar ini lambang keshalehan
dan kebaikan seseorang?Bagaimana jika kita tidak punya tanda ini,patutkah
kita bersedih?Atau patutkan kita memiliki rasa bangga dan riya bagi yang
memiliki bekas tanda sujud di dahi/jidat kita?

Allahu ta'ala berfirman dalam surat Al-Fath ayat 29:

"Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia
adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama
mereka. Kamu lihat mereka ruku' dan sujud mencari karunia Allah dan
keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud.
Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam
Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu
menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di
atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah
hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir . Allah menjanjikan kepada
orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka
ampunan dan pahala yang besar"

Kalimat yang di bold diatas sesuai dengan subject tulisan ini yakni berbunyi
سِيمَاهُمْ فِي وُجُوهِهِمْ مِنْ أَثَرِ السُّجُودِ

Al-Imam Ibnu Jarir At-thabari rahimahullah berkata mengenai ucapan Allah :
Simahum fii Wujuhihim Min Atsaris Sujud. Kata beliau rahimahullah yakni
:"tanda-tanda mereka di wajah-wajah mereka dari bekas-bekas sholat mereka"
Ahli tafsir berbeda pandangan dalam menafsirkan makna "As-Sima"
(tanda-tanda) yang Allah ta'ala maksudkan dalam ayat ini.

Pendapat pertama:Tanda yang dimaksud adalah tanda-tanda yang Allah jadikan
di wajah-wajah kaum mukminin dihari kiamat kelak,mereka dikenali karena
bekas sujudnya di dunia.

Diantara yang berpendapat dengan pendapat diatas diantaranya adalah sebagai
berikut:

1. حدثني محمد بن سعد , قال : ثني أبي , قال : ثني عمي , قال : ثني أبي , عن
أبيه , عن ابن عباس { سيماهم في وجوههم من أثر السجود } قال : صلاتهم تبدو في
وجوههم يوم القيامة

Dari Ibnu Abbas radhiallahu anhu, beliau berkata mengenai ayat "Simahum fi
wujuhihim min atsaris sujud": Sholat mereka yang nampak pada wajah-wajah
mereka di hari kiamat

2. عن خالد الحنفي , قوله : { سيماهم في وجوههم من أثر السجود } قال : يعرف ذلك
يوم القيامة في وجوههم من أثر سجودهم في الدنيا , وهو كقوله : { تعرف في وجوههم
نضرة النعيم }

Khalid Al-Hanafiy, dia berkata bahwa mereka dikenal dihari kiamat pada
wajah-wajah mereka dari bekas sujud didunia.Ini seperti ucapan Allah
"ta'rifu fi wujuhihim nadhrotan na'im" (Kamu dapat mengetahui dari wajah
mereka kesenangan mereka yang penuh kenikmatan-Al-Muthoffifin 24)

3. حدثني عبيد بن أسباط بن محمد , قال : ثنا أبي , عن فضيل بن مرزوق , عن عطية
, في قوله : { سيماهم في وجوههم من أثر السجود } قال : مواضع السجود من وجوههم
يوم القيامة أشد وجوههم بياضا

Dari 'Athiyah(?), dia menjelaskan maksudnya :"Tempat-tempat sujud di
wajah-wajah mereka di hari kiamat sangat putih"

4. حدثنا ابن عبد الأعلى , قال : ثنا المعتمر , قال : سمعت شبيبا يقول عن مقاتل
بن حيان , قال : { سيماهم في وجوههم من أثر السجود } قال : النور يوم القيامة

Dari Muqotil bin Hayan, beliau menafsirkan "Cahaya di hari kiamat"

5. حدثنا ابن سنان القزاز , قال : ثنا هارون بن إسماعيل , قال : قال علي بن
المبارك : سمعت غير واحد عن الحسن , في قوله : { سيماهم في وجوههم من أثر
السجود } قال : بياضا في وجوههم يوم القيامة .

Al-Hasan menjelaskan maksudnya :"Putihnya wajah-wajah mereka dihari
kiamat".Pendapat ini pula yang dinisbatkan kepada Ibnu Zubair (lihat
penjelasan imam al-Qurtubi dalam tafsirnya) .Tapi Al-Hasan juga disebutkan
dalam Tafsir Imam Quthubi mengatakan Idza roaytahum hasibtahum mardho wa ma
hum bi mardho (Jika engkau melihatnya akan kau kira mereka sedang sakit,
padahal mereka tidak sakit)

Pendapat kedua:Tanda yang dimaksud adalah tanda-tanda keislaman,kekhusyu'an
dan bisa saja dapat dilihat didunia.

Diantara yang berpendapat demikian diantaranya:
1. حدثنا علي , قال : ثنا أبو صالح , قال : ثني معاوية , عن علي , عن ابن عباس
, في قوله : { سيماهم في وجوههم } قال : السمت الحسن

Perkataan Ibnu Abbas yang lain, beliau mengatakan maksud "simahum fi
wujuhihim" yakni samt (penanda) yang baik.Ini bisa diliat juga dalam tafsir
Ibn Katsir.

2. حدثنا ابن بشار , قال : ثنا أبو عامر , قال : ثنا سفيان , عن حميد الأعرج ,
عن مجاهد { سيماهم في وجوههم من أثر السجود } قال : الخشوع والتواضع

Dari Mujahid beliau berkata tentang ayat ini,maksudnya khusyu' dan tawadhu'.
Mujahid juga pernah ditanya sebagaiamana disebutkan dalam tafsir Imam
Qurthubi, apakah tanda ini yang nampak pada diantara kedua bagian mata
seorang lelaki, kata beliau bukan tetapi kadang bisa saja ada tanda
itu,sesungguhnya adalah cahaya pada wajah-wajah mereka karena khusyu'

3. حدثنا ابن حميد , قال : ثنا جرير , عن منصور , عن مجاهد , في قوله : {
سيماهم في وجوههم من أثر السجود } قال : هو الخشوع , فقلت : هو أثر السجود ,
فقال : إنه يكون بين عينيه مثل ركبة العنز , وهو كما شاء الله

Dari Ibnu Humaid ….dari Mujahid,maksud dari "Simahum fi wujuhihim min
atsaris sujud" adalah Khusyu'.Bisa dilihat juga di Tafsir Ibn Katsir.

4. وقال شهر بن حوشب : يكون موضع السجود من وجوههم كالقمر ليلة البدر

Berkata Syahr bin Hawsyab(?) : Adalah tempat sujud dari wajah-wajah mereka
seperti bulan malam purnama

5. قال شمر بن عطية : هو صفرة الوجه من قيام الليل

Berkata Syamr bin 'Athiyah : Yakni kuning wajahnya akibat qiyamul
lail.Ad-Dhohak juga berkata semisal ini.

Berkaitan dengan pendapat nomor 2 ini, dalam tafsir Ibnu Katsir disebutkan
pula akan hubungan ini.Kata beliau rahimahullah, sebagian salaf mengatakan
"Man katsuro sholatuhu bil lail hasuna wajhuhu bin nahar" (siapa yang banyak
sholat malam, akan nampak wajahnya yang bagus di siang harinya).Bahkan
ucapan ini adalah hadist mauquf olehh Imam Ibnu Majah dalam sunannya.

Sebagian salaf juga mengatakan "innal lil hasanah nuuron fil qolbi, wa
dhiya' a fil wajhi wa si'atan fir rizqi wa mahabatan fi qulubin naas"
(sesungguhnya bagi kebaikan itu ada cahaya di hati, cerah di wajah,
kelapangan rezeki, serta rasa cinta di hati-hati manusia).Sampai sini saya
teringat pembahasan yang bagus dari Ustad Abdul Hakim Abdat dalam sebuah
kaset yang pernah saya dengar sekitar 8 tahun lalu mengenai tafsir ayat
"Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah Yang
Maha Pemurah akan menanamkan dalam mereka rasa kasih sayang" (QS Maryam ayat
96).Coba didengar tapi entah apa masih diperjualbelikan kaset ini atau
tidak.

Masih dalam tafsir ibn katsir,diriwayatkan dari Umar bin Khattab radhiallah
anhu, kata beliau: "Man ashlaha sariritahu ashlahallahu ta'ala 'alaniyatahu"
(siapa yang membaguskan (amalan) yang tersembunyinya,maka Allah akan
baguskan penampakan dzahirnya)

Maka para sahabat Rasulullah, mereka ikhlas niatnya serta baik amalnya maka
setiap orang yang melihatnya akan terkagum akan samt dan ketenangannya.

Pendapat ketiga: Tanda yang dimaksud adalah tanda sujud pada wajah bekas
debu tanah.

Diantara yang berpendapat ini antara lain pendapat Ikrimah :

حدثنا ابن سنان القزاز , قال : ثنا هارون بن إسماعيل , قال : ثنا علي بن
المبارك , قال : ثنا مالك بن دينار , قال : سمعت عكرمة يقول : { سيماهم في
وجوههم من أثر السجود } قال : هو أثر التراب

Kata beliau maksudnya adalah jejak tanda tanah (debu).Pendapat hampir serupa
ini dinisbatkan pada Said bin Zubair

Yang rajih dalam pandangan mengenai makna "simahum fi wujuhihim min atsar
as-sujud" adalah pendapat yang mengatakan bahwa ini cahaya ketaatan dan
ibadah.Adapun tanda yang bisa saja muncul bukanlah tanda mutlak keshalehan
seseorang atau keikhlasannya.Bukan pula dalil bagi yang tidka memiliki tanda
ini sebagai rang yang kurang dalam keshalehan atau keikhlasannya.Karena ini
hanya Allah ta'ala yang mengetahuinya.

Sebagaimana Pendapat Al-Imam Ibnu Utsaimin rahimahullah ta'ala

سئل فضيلة الشيخ: هل ورد أن العلامة التي يحدثها السجود في الجبهة من علامات
الصالحين ؟
Syaikh Utsaimin ditanya apakah ada keterangan bahwa alamat bekas tanda sujud
di jidat sebagai alamat orang sholeh

فأجاب فضيلته بقوله :
ليس هذا من علامات الصالحين ، وإنما هو النور الذي يكون في الوجه ، وانشراح
الصدر ، وحسن الخلق . . . وما أشبه ذلك ، أما الأثر الذي يسببه السجود في الوجه
فقد تظهر في وجوه من لا يصلون إلا الفرائض لرقة الجلد ، وقد لا تظهر في وجه من
يصلي كثيراً ويطيل السجود .

Syaikh menjawab, *ini bukan (mutlak) tanda orang sholeh*.Hanya saja ini yang
dimaksud adalah cahaya yang nampak pada wajah,lapang dada, dan akhlak yang
baik..dan yang semisal dengannya…..adapun bekas tanda akibat sujud pada
wajah maka bisa juga tampak pada orang tidak sholat kecuali sholat wajib
saja.Karena jenis kulit yang tipis.Dan terkadang juga tidak muncul pada
orang yang banyak sholat serta sujudnya lama.
(Fatawa Islamiyah 484/1 atau bisa di lihat di http://www.binothaimeen.com

Sebab-sebab adanya bekas sujud

1. Menumpu kan berat anggota badan pada jidat atau
hidungnya.Bisadiakibatkan tidak merenggangnya kedua tangan ketika
menumpu pada saat
sujud.Padahal Nabi shalallahu 'alaihi wasalam mengatakan merenggangkan kedua
tangannya hingga nampak putihnya ketiak beliau ( يفرج بين يديه حتى يبدو بياض
إبطيه في سجوده )sebagaimana diriwayatkan as-shohihain dan selainnya

2. Jenis tumpuan tempat sujud yang digunakan.Walaupun tidak menekan terlalu
keras di jidat ketika sujud, namun apabila dia sujud diatas hamparan yang
kasar/keras dan berlama-lama sujud maka akan tampak bekasnya.
(Note : Dalam beberapa hadist ada anjuran mengenai berlama-lama sujud
khususnya dalam sholat sendiri atau qiyamu lail,bukan disini perluasannya)

3. Memperlama sujud dalam qiyamu lail atau sholat sunnah.Bisa karena
pengamalan atas anjuran Nabi untuk memperbanyak doa ketika sujud atau bisa
saja mengamalkan anjuran lain untuk ilhah dalam doa

4. Jenis kulit manusia berbeda beda.Maka seseorang yang memiliki kulit yang
agak tipis, maka akan mudah membekas dari tanda sujud ini.Olehkarenanya ada
yang sholatnya lama dan banyak, namun tidak pula membekas adanya tanda sujud
dijidatnya.

Kesimpulan

Kita tidak bisa sama rata dalam menghukumi seseorang yang nampak padanya
bekas sujud di dahinya.Dan tulisan ini bukan pula sebuah larangan atau
kejelekan bagi yang nampak padanya bekas sujud.Juga janganlah hal ini
menimbulkan riya,kebanggan bagi seseorang yang demikian terhadap manusia
lain yang tidak demikian.Allahu ta'ala a'lam

*Abu Umair As-Sundawy*
dicopypaste dari link ini:
http://suryaningsih.wordpress.com/2007/01/22/simahum-fii-wujuhihim-min-atsaris-sujud/

*TAMBAHAN..

*Sepertinya Hanif kurang jeli melihat sharing saya, saya beristitsna (Insya
Allah), dalam ayat tersebut, mudah-mudahan tanda bekas sujud itu (dengan
dahi menghitam) adalah bukti ketaatan kita kepada Allah.

Wallahu a'lam
Syamsul


On Nov 19, 2007 6:31 PM, hanif hanif <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

>   Jika tidak ingin tanda hiitam, sujudlah di tempat yg lembut. Diberi alas
> pada dahinya ketika sujud, misalnya pakai sajadah tebal atau apapun agar
> dahi tidak langsung menempel ke lantai.
>
> afwan, apakah ada hubungannya tanda hitam di dahi dg ketaatan. Apakah ada
> riwayat bahwa Rasululah memiliki tanda hitam di dahi?
>
> afwan, saya melihat sebagian masyayikh di makkah-madinah juga nggak
> berdahi
> hitam.
>
> afwan, beberapa org2 yg malas solat di UAE juga berdahi hitam spt bekas
> sujud
>
> hanif
>
>
> On 19/11/2007, Syamsul Ariefin <[EMAIL 
> PROTECTED]<syamsul.ariefin%40gmail.com>>
> wrote:
> >
> > Assalamualaikum warahmatullah,
> >
> > Sekedar sharing dari ana yang dhoif;
> >
> > Yang pertama; kita dilarang untuk takalluf alias membebani diri terlalu
> > berat. Dengan memakai peeling dan masker seperti yang diceritakan, maka
> > ini
> > bagian takalluf (menurut ana).
> >
> > Yang kedua, tidakkah kemudian kita merasa senang disifati (*insya Allahu
> > ta'ala*) sebagaimana bunyi ayat Qur'an tentang hal ini;
> >
> > [48.29] Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama
> > dengan
> > dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang
> sesama
> > mereka, kamu lihat mereka rukuk dan sujud mencari karunia Allah dan
> > keridaan-Nya, *tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas
> > sujud*.
> >
> > Wallahu a'lam
> > Syamsul
> >
> > On Nov 17, 2007 11:14 AM, n.Budi.m <[EMAIL 
> > PROTECTED]<nurul_budi%40yahoo.com>
> <nurul_budi%40yahoo.com>>
> > wrote:
> >
> > > mohon nasehatnya..
> > > bagaimana bila seorang perempuan berupaya untuk TIDAK
> > > memiliki tanda hitam di dahi yg disebabkan oleh bekas
> > > sujud, karena tidak ingin membuat orangtuanya marah
> > > ketika melihat warna hitam di dahi itu.
> > >
> > > sehingga dia telah beberapa kali tidak ikut shalat
> > > berjamaah dikos2an/kontrakan dan sholat sendiri dengan
> > > tidak memperpanjang sujud agar tidak muncul warna
> > > hitam didahi dengan memperbanyak doa sebelum salam..
> > > usaha lainnya, akhwat tsb berusaha memakai peeling dan
> > > masker wajah untuk mengurangi warna hitam di dahi..
> > >
> > > sekali lagi mohon nasehat untuk akhwat tersebut,,
> > >
> > > maaf, bila ketika saya menceritakan masalahnya tidak
> > > jelas.
> > >
> > > jazaakumullahu khoiron..
> > > wassalaamu'alaykum warohmatullaahi wa barokaatuh..
> > >
> > > --- hartoyo ahmad jaiz <[EMAIL 
> > > PROTECTED]<zaadul_maad%40yahoo.com><zaadul_maad%40yahoo.com><zaadul_maad%40yahoo.com>>
>
> >
> > > wrote:
> > >
> > > > Simahum fii Wujuhihim Min Atsaris Sujud
> > > > Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh,
> > > >
> > > > Saudara sekalian, saya yakin kita semua pernah
> > > > melihat seseorang
> > > > yang kita kenal religius (multazim) memiliki tanda
> > > > legam, atau hitam
> > > > samar di dahinya atau bagian diatas hidungnya.Yakni
> > > > bekas tanda sujud
> > > > (atsar as-sujud).Silahkan simak, dan koreksi.Apakah
> > > > benar ini lambang
> > > > keshalehan dan kebaikan seseorang?Bagaimana jika
> > > > kita tidak punya tanda
> > > > ini,patutkah kita bersedih?Atau patutkan kita
> > > > memiliki rasa bangga dan
> > > > riya bagi yang memiliki bekas tanda sujud di
> > > > dahi/jidat kita?
>  
>

Kirim email ke