> ahmad fitriadhy<[EMAIL PROTECTED]> Wrote: > Assalamu'alaikum wrbb > Maaf kalau soalan ini sudah pernah di posting. > 1. Bolehkah kita (bukan musafir) jadi makmum (sholat biasa, seperti Dhuhur 4 > rokaat) kepada imam (Musafir) yang sholatnya dijamak+diqoshor? > 2. Bolehkah kita ikut sholat berjamaah sperti biasa misal sholat dhuhur, > padahal setelah itu kita sholat lagi dengan niat menjamaknya dengan Ashar > dikarenakan kita akan jadi musafir? > Tolong cantumkan juga referensinya (hadist atau pendapat imam-imam). > Jazakallah khoiron > Wassalam, > A. Fitriadhy
Assalamu'alaikum, Saya hanya manyampaikan apa yang saya tau dan saya amalkan bahwa boleh kita shalat dengan berimam kepada imam yang musafir hanya saja selesai salam kita naik lagi dan menambah sisa rakaatnya juga tidak mengapa kita shalat berjamaah biasa kemudian kita bangkit lagi setelah salam untuk menjamak shalat. Wassalamu'alaikum, Abu Aufar MUSAFIR SHALAT DI BELAKANG MUKIM. http://www.almanhaj.or.id/content/1336/slash/0 Shalat berjama¡¦ah adalah wajib bagi orang mukim ataupun musafir, apabila seorang musafir shalat di belakang imam yang mukim maka dia mengikuti shalat imam tersebut yaitu empat rakaat, namun apabila dia shalat bersama-sama musafir maka shalatnya di qashar (dua raka'at). Hal ini di dasarkan atas riwayat sahih dari Ibnu Abbas radhiallahu anhuma. Berkata Musa bin Salamah: Suatu ketika kami di Makkah (musafir) bersama Ibnu Abbas, lalu aku bertanya: Kami melakukan shalat empat raka'at apabila bersama kamu (penduduk Mekkah), dan apabila kami kembali ke tempat kami (bersama-sama musafir) maka kami shalat dua raka'at ? Ibnu Abbas radhiallahu anhuma menjawab: Itu adalah sunnahnya Abul Qasim (Rasulullah shallallahu alaihi wa'ala alihi wasalla¨[34] MUSAFIR MENJADI IMAM ORANG MUKIM. Apabila musafir dijadikan sebagai imam orang-orang mukim dan dia mengqashar shalatnya maka hendaklah orang-orang yang mukim meneruskan shalat mereka sampai selesai (empat raka'at), namun agar tidak terjadi kebingungan hendaklah imam yang musafir memberi tahu makmumnya bahwa dia shalat qashar dan hendaklah mereka (makmum yang mukim) meneruskan shalat mereka sendiri-sendiri dan tidak mengikuti salam setelah dia (imam) salam dari dua raka'at. Hal ini pernah di lakukan Rasulullah shallallahu alaihi wa'ala alihi wasallam ketika berada di Makkah (musafir) dan menjadi imam penduduk Mekkah, beliau shallallahu alaihi wa'ala alihi wasallam berkata: Sempurnakanlah shalatmu (empat rakaat) wahai penduduk Mekkah ! Karena kami adalah musafir.[35] Beliau shallallahu alaihi wa'ala alihi wasallam shalat dua-dua (qashar) dan mereka meneruskan sampai empat raka'at setelah beliau salam.[36] Apabila imam yang musafir tersebut khawatir membingungkan makmumnya dan dia shalat empat raka'at (tidak mengqashar) maka tidaklah mengapa karena hukum qashar adalah sunnah mu'akkadah dan bukan wajib.[37] ======== [34]. Riwayat Imam Ahmad dengan sanad sahih. Lihat Irwa'ul Ghalil no 571 dan Tamamul Minnah, Syaikh Al-Albani 317 [35]. HR. Abu Dawud.. [36]. Lihat Al-Majmu' Syarah Muhadzdzab 4/178 dan Majmu' Fatawa Syaikh Utsaimin 15/269 [37]. Lihat Taudhihul Ahkam, Syaikh Abdullah bin Abdir Rahman Al- Bassam 2/294-295 Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id Website audio: http://assunnah.mine.nu Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED] Ketentuan posting : http://milis.assunnah.or.id/mlbios.php/aturanmilis/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
