>From: "Ummu Hanif" <[EMAIL PROTECTED]>
>Date: Wed, 28 Nov 2007 10:54:12 +0700
>
>Assalamuaalaikum,
>
>Bolehkah Bertawassul dalam Berdoa?
>
>Salam

Wa'alaykumussalam warohmatullohi wabarokaatuhu ,

Tawassul itu ada 2 , yang disyareatkan ( ( At Tawassulu Al Jaaizu /yang 
diperbolehkan ) dan tawassul yang dilarang ( At Tawassulu Al mamnuu'u /yang 
dilarang ).

TAWASSUL YANG DISYARI'ATKAN

Allah berfirman,

"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan 
yang mendekatkan diri KepadaNya." (Al-Maa'idah: 35)

Qatadah berkata, "Dekatkanlah dirimu kepadaNya, dengan keta'atan dan amal 
yang membuatNya ridha."

Tawassul yang disyari'atkan adalah tawassul sebagaimana yang diperintahkan 
oleh Al-Qur'an, diteladankan oleh Rasulullah dan dipraktekkan oleh para 
sahabat.

Di antara tawassul yang disyari'atkan yaitu:

1. Tawassul dengan iman:

Seperti yang dikisahkan Allah dalam Al-Qur'an tentang hamba-Nya yang 
ber-tawassul dengan iman mereka. Allah berfirman,

Z       "Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar (seruan) yang menyeru 
kepada 
iman (yaitu), 'Berimanlah kamu kepada Tuhanmu', maka kami pun beriman. Ya 
Tuhan kami, ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan hapuskanlah dari kami 
kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang 
berbakti." (Ali Imran: 193)


2. Tawassul dengan mengesakan Allah:

Seperti do'a Nabi Yunus Alaihis Salam, ketika ditelan oleh ikan Nun. Allah 
mengisahkan dalam firmanNya:

Z       "Maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap, 'Bahwa tidak ada 
Tuhan 
(yang berhak disembah) selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku 
adalah termasuk orang-orang yang zhalim. Maka Kami telah memperkenankan 
do'anya, dan menyelamatkannya dari kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan 
orang-orang yang beriman." (Al-Anbiyaa': 87-88)


3. Tawassul dengan Nama-nama Allah:

Sebagaimana tersebut dalam firmanNya,

"Hanya milik Allah Asma'ul Husna, maka mohonlah kepada-Nya dengan menyebut 
Asma'ul Husna itu." (Al-A'raaf: 180)

Di antara do'a Rasulullah dengan Nama-namaNya yaitu:

-       "Aku memohon KepadaMu dengan segala nama yang Engkau miliki." (HR. 
At-Tirmidzi, hadits hasan shahih)


4. Tawassul dengan Sifat-sifat Allah:

Sebagaimana do'a Rasulullah ,

-       "Wahai Dzat Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhlukNya), 
dengan rahmatMu aku mohon pertolongan." (HR. At-Tirmidzi, hadits hasan)


5. Tawassul dengan amal shalih:

Seperti shalat, berbakti kepada kedua orang tua, menjaga hak dan amanah, 
bersedekah, dzikir, membaca Al-Qur'an, shalawat atas Nabi , kecintaan kita 
kepada beliau dan kepada para sahabatnya, serta amal shalih lainnya.

Dalam kitab Shahih Muslim terdapat riwayat yang mengisahkan tiga orang yang 
terperangkap di dalam gua. Lalu masing-masing bertawassul dengan amal 
shalihnya. Orang pertama ber-tawassul dengan amal shalihnya, berupa 
memelihara hak buruh. Orang kedua dengan baktinya kepada kedua orang tua. 
Orang yang ketiga bertawassul dengan takutnya kepada Allah, sehingga 
menggagalkan perbuatan keji yang hendak ia lakukan. Akhirnya Allah 
membukakan pintu gua itu dari batu besar yang menghalanginya, sampai mereka 
semua selamat.



6. Tawassul dengan meninggalkan maksiat:

Misalnya dengan meninggalkan minum khamr (minum-minuman keras), berzina dan 
sebagainya dari berbagai hal yang diharamkan. Salah seorang dari mereka yang 
terperangkap dalam gua, juga bertawassul dengan meninggalkan zina, sehingga 
Allah menghilangkan kesulitan yang dihadapinya.
Adapun umat Islam sekarang, mereka meninggalkan amal shalih dan bertawassul 
dengannya, lalu menyandarkan diri bertawassul dengan amal shalih orang lain 
yang telah mati. Mereka melanggar petunjuk Rasulullah dan para sahabatnya.


7. Tawassul dengan memohon do'a kepada para nabi dan orang-orang shalih yang 
masih hidup dan hadir.

Tersebutlah dalam riwayat, bahwa seorang buta datang kepada Nabi . Orang itu 
berkata, "Ya Rasulullah, berdo'alah kepada Allah, agar Dia menyembuhkanku 
(sehingga bisa melihat kembali)." Rasulullah menjawab, "Jika engkau 
menghendaki, aku akan berdo'a untukmu, dan jika engkau menghendaki, bersabar 
adalah lebih baik bagimu." Ia (tetap) berkata, "Do'akanlah." Lalu Rasulullah 
menyuruhnya berwudhu secara sempurna, lalu shalat dua rakaat, selanjutnya 
beliau menyuruhnya berdo'a dengan mengatakan,

"Ya Allah sesungguhnya aku memohon kepadaMu, dan aku menghadap kepadaMu 
dengan (perantara) NabiMu, seorang Nabi yang membawa rahmat. Wahai Muhammad, 
sesungguhnya aku menghadap dengan (perantara)mu kepada Tuhanku dalam hajatku 
ini, agar dipenuhiNya untukku. Ya Allah jadikanlah ia pemberi syafa'at 
kepadaku, dan berilah aku syafa'at (pertolongan) di dalamnya." la berkata, 
"Laki-laki itu kemudian melakukannya, sehingga ia sembuh." (HR. Ahmad, 
hadits shahih)

Hadits di atas mengandung pengertian bahwa Rasulullah berdo'a untuk 
laki-laki buta tersebut dalam keadaan beliau masih hidup. Maka Allah 
mengabulkan do'anya.

Rasulullah memerintahkan orang tersebut agar berdo'a untuk dirinya. 
Menghadap kepada Allah untuk meminta kepadaNya agar Dia menerima syafa'at 
NabiNya . Maka Allah pun menerima do'anya.

Do'a ini khusus ketika Nabi masih hidup. Dan tidak mungkin berdo'a dengannya 
setelah beliau wafat. Sebab para sahabat tidak melakukan hal itu. Juga, 
orang-orang buta lainnya tidak ada yang mendapatkan manfa'at dengan do'a 
itu, setelah terjadinya peristiwa tersebut.



TAWASSUL YANG DILARANG

Tawassul yang dilarang adalah tawassul yang tidak ada dasarnya dalam agama 
Islam.

Di antara tawassul yang dilarang yaitu:

1. Tawassul dengan orang-orang mati, meminta hajat dan memohon pertolongan 
kepada mereka, sebagaimana banyak kita saksikan pada saat ini.

Mereka menamakan perbuatan tersebut sebagai tawassul, padahal sebenarnya 
tidak demikian. Sebab tawassul adalah memohon kepada Allah dengan perantara 
yang disyari'atkan. Seperti dengan perantara iman, amal shalih, Asmaa'ul 
Husnaa dan sebagainya.

Berdo'a dan memohon kepada orang-orang mati adalah berpaling dari Allah. Ia 
termasuk syirik besar. Allah berfirman,

"Dan janganlah kamu menyembah apa-apa yang tidak memberi manfa'at dan tidak 
(pula) memberi madharat kepadamu selain Allah; sebab jika kamu berbuat (yang 
demikian) itu, maka sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk orang-orang yang 
zhalim". (Yunus: 106)

Orang-orang zhalim dalam ayat di atas berarti orang-orang musyrik.


2. Tawassul dengan kemuliaan Rasulullah . Seperti ucapan mereka, "Wahai 
Tuhanku, dengan kemuliaan Muhammad, sembuhkanlah aku." Ini adalah perbuatan 
bid'ah. Sebab para sahabat tidak melakukan hal tersebut.

Adapun tawassul yang dilakukan oleh Umar bin Khaththab dengan do'a paman 
Rasulullah , Al-Abbas adalah semasa ia masih hidup. Dan Umar tidak 
bertawassul dengan Rasulullah setelah beliau wafat.

Sedangkan hadits,

-       "Bertawassullah kalian dengan kemuliaanku."

Hadits tersebut sama sekali tidak ada sumber aslinya. Demikian menurut Ibnu 
Taimiyah.

Tawassul bid'ah ini bisa menyebabkan pada kemusyrikan. Yaitu jika ia 
mempercayai bahwa Allah membutuhkan perantara. Sebagaimana seorang pemimpin 
atau penguasa. Sebab dengan demikian ia menyamakan Tuhan dengan makhlukNya.

Abu Hanifah berkata, "Aku benci memohon kepada Allah, dengan selain Allah." 
Demikian seperti disebutkan dalam kitab Ad-Durrul Mukhtaar.

3. Meminta agar Rasulullah mendo'akan dirinya setelah beliau wafat, seperti 
ucapan mereka, "Ya Rasulullah do'akanlah aku", ini tidak diperbolehkan. 
Sebab para sahabat tidak pernah melakukannya. Juga karena Rasulullah 
bersabda,

"Jika seorang manusia meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali dari 
tiga perkara: shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat atau anak shalih yang 
mendo'akan kepada (orang tua)-nya." (HR. Muslim)

Dikutip dari buku : Jalan Golongan yang selamat Oleh Syaikh Muhammad bin 
Jamil Zainu Hafidzahullah .

Allahu ta'ala a'lam bish showab.


Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : http://milis.assunnah.or.id/mlbios.php/aturanmilis/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke