Hanya ingin menyampaikan bahwa pemahaman perkara ini masih ada sisi 
pandang yg tidak satu,seperti contohnya Al-Imam Ibn Utsaimin 
rahimahullah
http://salafyitb.wordpress.com/2007/01/24/al-imam-ibnu-utsaimin-
shaum-arafah-tidak-mengikuti-saudi/

Salam,
Abu Umair
 
--- In [email protected], abdulloh <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
>
> Kapankah Kita Puasa Arafah jika Ru'yah Hilalnya Berbeda dengan 
Makkah?  
> Ditulis pada 11 Desember 2007 oleh Wira 
> 
> Oleh: Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin 
> Fadhilatus Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya,
> 
> "Apabila hari Arafah berbeda karena perbedaan masing-masing 
wilayah di dalam mathla' (tempat terbit) hilal, maka apakah kita 
berpuasa mengikuti ru'yah negeri tempat kita berada ataukah kita 
berpuasa mengikuti ru'yah Al-Haramain (Makkah dan Madinah –pent)?
> 
> Maka beliau menjawab,
> 
> Perkara ini dibangun di atas ikhtilaf para ulama, apakah hilal itu 
satu saja untuk seluruh dunia atau berbeda sesuai mathla'nya (tempat 
terbit bulan). Dan yang benar bahwa penampakan hilal berbeda sesuai 
dengan perbedaan mathla'.
> 
> Sebagai contoh: Apabila hilal telah nampak di Kota Makkah, dan 
sekarang adalah hari ke sembilan (di Makkah), hilal juga terlihat di 
negeri yang lain satu hari lebih cepat daripada Makkah sehingga hari 
Arafah (di Makkah) adalah hari kesepuluh bagi mereka. Maka mereka 
tidak boleh berpuasa karena hari tersebut adalah hari raya.
> 
> Demikian pula sebaliknya, jika di suatu negeri ru'yahnya lebih 
lambat daripada Makkah maka tanggal sembilan di Makkah merupakan 
tanggal delapan bagi mereka. Maka mereka berpuasa pada hari ke 
sembilan (menurut negeri mereka) bersamaan dengan tanggal sepuluh di 
Makkah. Ini merupakan pendapat yang kuat. Karena Nabi 
shallallahu `alaihi wasallam bersabda:
> 
>   ÇÐÇ ÑÇíÊãæå ÝÕæãæÇ æ ÇÐÇ ÑÇíÊãæå ÝÇÝØÑæÇ
> 
> "Jika kalian melihatnya (hilal) maka berpuasalah, dan apabila 
kalian melihatnya maka berbukalah" (Dikeluarkan oleh Al-Imam Al-
Bukhari Kitab Ash-Shaum, Bab Hal Yuqal Ramadhan (1900) dan Muslim di 
Kitab Ash-Shiyam, Bab Wujubus Shaum (20)(1081)).
> 
> Orang-orang yang hilal itu t id ak nampak dari arah (daerah) 
mereka berarti mereka t id aklah melihat hilal tersebut. Begitu juga 
manusia telah sepakat bahwa mereka menganggap terbitnya fajar dan 
terbenamnya matahari pada setiap wilayah disesuaikan dengan wilayah 
masing-masing. Maka demikian pulalah penetapan waktu bulan seperti 
penetapan waktu harian.
> (Fatawa Ahkamis Shiam no. 405)
> 
> 
> Dodo Syuhada <[EMAIL PROTECTED]>
> wrote:Assalamu'alaykum,
> Ana juga ingin menambahkan penjelasan dari ustadz Abu Hasanain. 
Hari selasa kemarin Ustadz Yazid Jawas pada Kajian di Masjid Al 
Furqon juga menjelaskan hal yang sama. Beliau mengutip perkataan 
Syaikh Shuraim (Imam Masjidil Haram Makkah) yang mengatakan bahwa 
puasa arafah disyariatkan untuk dikerjakan pada saat jama'ah haji 
wukuf di Arafah. Dan hanya satu Arafah di dunia ini yang terletak di 
Makkah, jadi puasa kita harus bertepatan dengan hari wukufnya 
jama'ah haji di makkah. Dan sehari sesudah wukuf adalah hari Raya.
> 
> Ustadz Yazid Jawas juga menyarankan untuk melakukan Shalat Iedul 
Fitri pada hari Rabu (10 Zulhijah versi saudi dan 9 zulhijah versi 
Indonesia) selama pemerintah memberikan kebebasan untuk memilih, 
memberikan izin serta tidak melarang untuk melaksanakannya.
> 
> Wallahu'alam
> 
> Wasalam 
> Abu Fathurrahman
> 
> abu hasanain <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Assalamu'alaikum
> 
> akhi , saya pernah tanyakan masalah ini kpd Syekh Ali bin Hasan 
AlHalabi AlAtsari hafidhohulloh waktu dauroh di puncak bogor , 
beliau menjawab :
> 
> Bahwa puasa arafah dilaksanakan pada hari ketika jamaah haji 
sedang wukuf di arafah dalilnya hadits riwayat muslim :
> 
> "Puasa arafah,aku berharap kepada Alloh agar dihapus dosa setahun 
yg lalu dan setahun yang akan datang". 
> 
> Berdasarkan hadits diatas bahwa puasa arafah disyareatkan pada 
hari dimana jamaah haji sedang wukuf di arafah. maka kata syekh, 
penentuan ied adha berbeda dengan ied fitri, jika ied fitri tiap 
negara berhak menentukan awal ramadhan berdasarkan ru'yah hilal 
masing2 negara. Tapi ied adha harus mengikuti keputusan majlis qodho 
ali di Riyadh KSA, yg telah memutuskan bahwa 1 dzulhijjah jatuh pada 
hari senin, jadi hari arafah 9 dzulhijjah jatuh hari selasa, ied 
adha rabo, begitu pula kita.
> 
> salam kenal dari saya Abu Hasanain buat semua anggota milis 
assunnah
> 
> ----- Pesan Asli ----
> > Pada tanggal 11/12/07,
> > wakhid nur <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
> > Assalamu alaikum
> > Pemerintah Arab Saudi telah menetapkan bahwa pelaksanaan
> > wukuf tgl 18 Des 2007 dengan demikian idul adha jatuh pada
> > tgl 19 des 2007 bagaimana dengan puasa arafah di Indonesia 
> > padahal pemerintah telah menetapkan idul adha
> > jatuh tgl. 20 des 2007. 
> > Jazakumullahu khairan
> > Wassalamu alikum


Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : http://milis.assunnah.or.id/mlbios.php/aturanmilis/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke