From: [EMAIL PROTECTED]
Date: Fri, 1 Feb 2008 10:46:37 +0700
assalaamu'alaykum
adakah di antara rekan2 yg bisa memberikan jawaban:
adakah doa yg dilarang selain memohon ampunan bagi orang kafir yg
telah wafat
wassalaamu'alaykum
========

Alhamdulillah,
Doa yang dilarang selain memohon ampunan bagi orang kafir yang telah wafat, 
adalah berdo'a untuk suatu yang berdosa, penjelasannya dari alamnhaj.


Tidak Berdoa Untuk Sesuatu Dosa Atau Memutuskan Silaturrahmi
http://www.almanhaj.or.id/content/96/slash/0

Dari Abu Said bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

"Artinya : Apabila seorang muslim berdoa dan tidak memohon suatu yang berdosa 
atau pemutusan kerabat kecuali akan diakabulkan oleh Allah salah satu dari tiga 
; Akan dikabulkan doanya atau ditunda untuk simpanan di akhirat atau 
menghilangkan daripadanya keburukan yang semisalnya".[Musnad Ahmad 3/18. Imam 
Al-Mundziri mengatakannya Jayyid (bagus) Targhib 2/478].

Syaikh Al-Mubarak Furi berkata bahwa yang dimaksud "tidak berdoa untuk suatu 
yang berdosa" artinya berdoa untuk kemaksiatan suatu contoh : "Ya Allah 
takdirkan aku untuk bisa membunuh si fulan", sementara si fulan itu tidak 
berhak dibunuh atau "Ya Allah berilah aku rizki untuk bisa minum khamer" atau 
"Ya Allah pertemukanlah aku dengan seorang wanita untuk berzina". Atau berdoa 
untuk memutuskan silaturrahmi suatu contoh : "Ya Allah jauhkanlah aku dari 
bapak dan ibuku serta saudaraku" atau doa semisalnya. Doa tersebut pengkhususan 
terhadap yang umum. Imam Al-Jazri berkata bahwa memutuskan silaturahmi bisa 
berupa tidak saling menyapa, saling menghalangi dan tidak berbuat baik dengan 
semua kerabat dan keluarga.

Membaca Istighfar Untuk Orang Kafir

Oleh
Ismail bin Marsyud bin Ibrahim Ar-Rumaih
http://www.almanhaj.or.id/content/609/slash/0

Mendoakan orang kafir agar diberi rahmat dan pengampunan adalah diharamkan, dan 
barangsiapa yang melakukannya, maka dia telah berdosa dan tridak dikabulkan 
do’anya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

“Artinya : Tidak sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan 
ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik walaupun orang-orang musyrik itu 
adalah kerabat(nya), sesudah jelas bagi mereka, bahwasanya orang-orang musyrik 
itu, itu adalah penghuni neraka Jahannam. Dan permintaan ampun dari Ibrahim 
(kepada Allah) untuk bapaknya tidak lain hanyalah karena suatu janji yang telah 
di-ikrarkannya kepada bapakanya itu. Maka tatkala jelas bagi Ibrahim bahwa 
bapaknya itu musuh Allah, maka Ibrahim berlepas diri daripadanya. Sesungguhnya 
Ibrahim adalah seorang yang sangat lembut hatinya lagi penyantun” [At-Taubah : 
113-114]

Imam At-Thabari berkata bahwa yang dimaksud dengan ayat di atas, tidak patut 
bagi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan orang-orang yang beriman 
memintakan ampun kepada Allah untuk orang-orang musyrik meskipun mereka kerabat 
sendiri, setelah datang penjelasan dari Allah bahwa mereka termasuk penghuni 
neraka Jahim, artinya setelah mereka meninggal dunia dalam keadaan syirik dan 
menyembah berhala maka jelas mereka termasuk penghuni neraka. Sebab Allah telah 
memutuskan bahwa orang yang meninggal dalam keadaan syirik tidak akan diampuni 
dosanya. Sehingga tidak patut seseorang meminta kepada Allah sesuatu yang telah 
diketahui bahwa Dia tidak mungkin melakukannya. Jika mereka berhujjah bahwa 
Nabi Ibrahim memintakan ampun kepada Allah untuk bapaknya, maka jawabannya 
bahwa permintaan ampun untuk bapaknya tidak lain hanyalah suatu janji yang 
telah diikrarkan kepada bapaknya. Maka setelah jelas bahwa bapaknya adalah 
musuh Allah dia meninggalkannya dan beristighfar serta berlepas diri 
daripadanya dan lebih memilih Allah serta mendahulukan perintahNya. [Tafsir 
Thabari 11/30]

Dan boleh mendo’akan kejelekan atas mereka agar dibutakan hati mereka dan tidak 
menerima cahaya iman. Sebagaimana firman Allah.

“Artinya : Musa berkata : ‘Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau telah memberi 
kepada Fir’aun dan pemuka-pemuka kaumnya perhiasan dan harta kekayaan dalam 
kehidupan dunia, ya Tuahn kami –akibatnya mereka menyesatkan (manusia) dari 
jalan Engkau. Ya Tuhan kami, binasakanlah harta benda mereka, dan kunci matilah 
hati mereka, maka mereka tidak beriman hingga mereka melihat siksaan yang 
pedih. Allah berfirman : ‘Sesungguhnya telah diperkenankan permohonan kamu 
berdua, sebab itu tetaplah kamu berdua pada jalan yang lurus dan janganlah 
sekali-kali kamu mengikuti jalan orang-orang yang tidak mengetaui” [Yunus : 
88-89]

Dari Abdullah Radhiyallahu ‘anhu, dia berkata Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa 
sallam berdiri shalat di samping Ka’bah, maka datanglah sekumpulan orang 
Quraisy, ada seorang diantara mereka yang berkata : “Adakah di antara kalian 
yang mau mencari kotoran onta baik berupa darah, kotoran atau usus-ususnya 
untuk dibawa kemari dan jika Muhammad sujud, kita letakkan kotoran tersebut 
diatas pundaknya. Lalu di antara mereka yang paling celaka mencari kotoran dan 
tatkala Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam sujud kotoran itu diletakkan di 
atas pundaknya sehingga beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam tertahan sujudnya. 
Dan mereka tertawa terbahak-bahak melihat tontonan tersebut. Setelah itu 
Juwairiyah menyampaikan kejadian tersebut kepada Fatimah, maka Fatimah seegera 
datang ke tempat kejadian dan dalam keadaan beliau Shallallahu ‘alaihi wa 
sallam bersujud Fatimah menyingkirkan kotoran tersebut. Kemudian Fatimah 
mendatangi mereka dan menghardiknya. Seusai shalat Rasulullah Shallallahu 
‘alaihi wa sallam berdo’a : “Ya Allah hancurkanlah kaum Quraisy, Ya Allah 
hancurkanlah kaum Quraisy, Ya Allah hancurkanlah kaum Quraisy. Kemudian beliau 
Shallallahu ‘alaihi wa sallam mendo’akan mereka dengan menyebutkan namanya satu 
persatu ; ‘Ya Allah hancurkan Amr bin Hiysam, Utbah bin Rabi’ah, Syaibah bin 
Rabi’ah, Walid bin Utbah, Ummayah bin Khalaf, Uqbah bin Abu Muith dan Amarah 
bin Al-Walid’. Abdullah berkata : “Demi Allah saya menyaksikan mereka semuanya 
terkapar mati di perang Badr. Dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam 
melaknat mereka semua pada waktu perang Badr” [Shahih Al-Bukhari, kitab 
Ash-Shalat bab Mar’ah Tuthrah ala Mushalla minal ‘Adza 1/131]

Imam Hafizh Ibnu hajar berkata bahwa sesekali Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa 
sallam berdo’a kepada Allah agar mereka dihancurkan dan kadang-kadang beliau 
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berdo’a kepada Allah agar mereka 
diberi hidayah, pada saat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mendapat 
tekanan yang sangat dahsyat, maka beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menempuh 
cara yang pertama dan apabila banyak yang beriman dan yang lainnya diharapkan 
masuk Islam, maka beliau berdo’a kepada Allah agar mereka mendapat hidayah. 
[Fathul Barii 6/126]

Dibolehkan mendo’akan atas orang kfir agar Allah menahan hujan dari langit atau 
menurunkannya. Dari Masruq bahwa beliau berkata : Saya datang kepada Abdullah 
Ibnu Mas’ud dan dia berkata : Setelah lama kaum Quraisy tidak menanggapi ajakan 
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka beliau berdo’a agar tidak turun 
hujan kepada mereka dan terjadilah paceklik sehingga banyak yang meninggal dan 
memakan bangkai atau tulang. Kemudian Abu Sufyan mendatangi Rasulullah 
Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan berkata : ‘Wahai Muhammad, engkau datang 
menyuruh untuk menyambung kerabat, sesungghnya kaum-mu banyak yang binasa, maka 
berdo’alah kepada Allah. Lalu beliau memnbaca ayat.

“Artinya : Maka tunggulah hari ketika langit membawa kabut yang nyata” 
{Ad-Dukhan : 10]

Tetapi mereka kembali kafir kepada Allah sebagaimana firman Allah yang turun 
pada saat perang Badr.

“Artinya : (Ingatlah) hari (ketika) kami menghantam mereka dengan hantaman yang 
keras” [Ad-Dukhan : 16]

Dan dalam Riwayat lain dari Mansur bahwsanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa 
sallam berdo’a agar turun hujan, maka seketika itu, hujanpun turun dengan 
lebat. [Shahih Al-Bukhari, bab Istisqa 2/19]

Dan boleh berdo’a kepada Allah agar diberi hidayah berdasarkan hadits dari Abu 
Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwa dia berkata : Thufail bin Amr datang kepada 
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan berkata : “Sesungguhnya kabilah 
Daus banyak yang binasa karena mereka sering bermaksiat dan membangkang, maka 
berdo’alah untuk mereka. Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berdo’a.

“Artinya : Ya Allah berilah petunjuk kabilah Daus agar masuk Islam” [Shahih 
Al-Bukhari, kitab Ad-Da’waat bab Do’a 7/167]

[Disalin dari buku Jahalatun Nas Fid Du’a edisi Indonesia Kesalahan Dalam 
Berdo’a, Penulis Ismail bin Marsyud bin Ibrahim Ar-Rumaih, Penerjemah Zainal 
Abidin, Penerbit Darul Haq] 
_________________________________________________________________
Help Splitzo Sally Before It’s Too Late! 
http://www.thegirlwhosplitinto5.com/


Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : http://milis.assunnah.or.id/mlbios.php/aturanmilis/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke