Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, 1. Kalimat doa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengajarkan doa sebelum memulai setiap kegiatan dalam kehidupan sehari-hari maupun untuk berbagai keperluan, termasuk doa yang berasal dari Al Qur'an. Berbagai macam buku tuntunan doa yang syar'i tersedia di toko buku. Apabila keperluan kita belum terwadahi dalam buku-buku doa tersebut, kita dapat berdoa dengan kalimat sendiri karena kita mengetahui secara tepat apa yang kita inginkan dan dapat meresapi maknanya. 2. Bahasa doa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengajarkan doa dalam bahasa Arab. Kita perlu belajar menghapalkan doa-doa tersebut. Apabila belum hapal, mestinya tidak mengapa memakai bahasa sendiri sambil terus menghapalkan doa-doa tersebut. Walaupun berdoa dalam bahasa Arab, kita tetap harus memahami dan meresapi artinya dalam bahasa kita karena salah satu syarat dikabulkannya doa ialah kita memahami dan meyakini bahwa Allah subhanahu wata'ala mengabulkan doa kita. 3. Larangan dalam berdoa Disamping kita dilarang memohon ampunan bagi orang kafir yg telah meninggal, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melarang berdoa untuk suatu dosa dan memutuskan silaturrahim. Berikut ini penjelasan dari buku "Jahalatunnas fiddu'a" (edisi Indonesia "Kesalahan Dalam Berdo'a" oleh Ismail bin Marsyud bin Ibrahim Ar-Rumaih, penerjemah Zaenal Abidin, Lc., hal. 158-167, terbitan Darul Haq):
Dari Abu Said bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Artinya : Apabila seorang muslim berdoa dan tidak memohon suatu yang berdosa atau pemutusan kerabat, kecuali akan dikabulkan oleh Allah salah satu dari tiga: akan dikabulkan doanya, atau ditunda untuk simpanan di akhirat, atau menghilangkan daripadanya keburukan yang semisalnya". [Musnad Ahmad 3/18. Imam Al-Mundziri mengatakannya jayyid (bagus) Targhib 2/478]. Syaikh Al-Mubarak Furi berkata bahwa yang dimaksud "tidak berdoa untuk suatu yang berdosa" artinya berdoa untuk kemaksiatan; contoh : "Ya Allah, takdirkan aku untuk dapat membunuh si fulan", sedangkan si fulan tersebut tidak berhak dibunuh; atau "Ya Allah, berilah aku rizki untuk dapat minum khamr"; atau "Ya Allah, pertemukanlah aku dengan seorang wanita untuk berzina". Atau berdoa untuk memutuskan silaturrahim; contoh: "Ya Allah, jauhkanlah aku dari bapak dan ibuku serta saudaraku"; atau doa semisalnya. Doa tersebut pengkhususan terhadap yang umum. Imam Al-Jazri berkata bahwa memutuskan silaturahim dapat berupa tidak saling menyapa, saling menghalangi, dan tidak berbuat baik dengan semua kerabat dan keluarga. Semoga bermanfaat. Wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Abu Farhan --- In [email protected], "agus" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > assalaamu'alaykum > > adakah di antara rekan2 yg bisa memberikan jawaban: > 1. apakah didalam berdoa boleh menggunakan kalimat sendiri atau hanya > berdasarkan qur'an dan sunnah > 2. dlm berdoa yg berdasarkan qur'an dan sunnah bolehkah menggunakan > bahasa lokal (yg saya tahu dalam sholat tidak boleh menggunakan bahasa > lokal) > 3. adakah doa yg dilarang selain memohon ampunan bagi orang kafir yg > telah wafat > > wassalaamu'alaykum > Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id Website audio: http://assunnah.mine.nu Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED] Ketentuan posting : http://milis.assunnah.or.id/mlbios.php/aturanmilis/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
