Assalamualaikum warahmatullah:
Ikut memberi suplemen, semoga manfaat:
Tentang Apakah Perbuatan Sahabat bisa menjadi Hujjah dalam Islam, baik ibadah
ataupun selainnya?
1 Hujjah dalam Islam hanya 4: Al-Quran, Sunnah, Ijma sahabat, Qiyas Shahih.
Selain itu bukan hujjah dalam Islam. (Tentang ini silakan lihat: Ar-Risalah,
Imam Syafii, Al-Qawaid Al-Fiqhiyyah, Syaikh Abdurrahman Al-Sadi, Al-Qawaid
Al-Fiqhiyyah, Syaikh Ibnu Utsaimin, Taudhihul Ahkam (Ada suplemen qawaid kubra
dan sughra fiil fiqh, Syaikh Abdurrahman Al-Bassam, dan semua kitab-kitab ushul
fiqh Ahlus Sunnah wal Jamaah menyatakan demikian. Tentang qiyas, maka kedudukan
qiyas menjadi batal/gugur selama ada nash yang shahih. Namun jika tidak ada
nash, maka qiyas digunakan. COntoh zakat fithrah dengan beras. Ini adalah hasil
dari qiyas, sebab di Kitab dan SUnnah serta Ijma tidak ada keterangan zakat
fithrah dengan beras. wallahu alam).
2. Bahkan, Jumhur ulama (baik perkataan atau perbuatan), bukan Hujjah dalam
Islam. (Contoh: Hukum shalat jamaah, menurut Jumhur Ulama adalah sunnah
muakkadah, dan ini salah. Hanya sebagian ulama (madzhab hanabilah) yang
menyatakan wajib).
3. Bahkan, Qaul Sahabiy atau Afal Shahabiy (perbuatan dan perkataan salah
seorang sahabat Nabi) bukan hujjah dalam Islam. (Ingat, salah seorang sahabat
BUKAN Ijma sahabat).
4. Sebagai tambahan kedua, saya sebutkan juga bahwa Fatwa juga bukan hujjah
dalam Islam.
5. Jika ada dua ulama atau lebih berbeda pandangan, maka yang benar adalah pada
dalil yang mereka gunakan dan wajhul istidlal (sisi hujjahnya), bukan pada dzat
perkataan ulama tersebut.
6. Semua ini memberikan ibrah kepada kita bahwa kita mesti berpegang teguh
dengan Al-Quran, Sunnah, dan Ijma. Kedua, apapun perbedaan diantara muslimin,
selama tidak bertentangan dengan tiga pokok hujjah tersebut, maka tidak boleh
saling mengingkari terhadap apa yang tidak sependapat dengannya.
Demikian, wallahu alam
=
Ahmad Sibil <[EMAIL PROTECTED]>
wrote: From: Miftakhuddin <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Tuesday, February 12, 2008 5:26:06 AM
Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh.
Ikhwan fillah..
Apakah pebuatan sahabat dalam melaksanakan ibadah bisa digunakan sebagai hujjah
kita untuk melakukan ibadah tersebut?
Menurut teman saya, hanya hadist shohih saja (yang jelas ada contoh dari
rosulullah) yang boleh dijadikan hujjah untuk melaksanakan ibadah.
Dalam melaksanakan ibadah tidaklah cukup hanya berdasar pebuatan sahabat semata
tanpa ada contoh dari rosulullah.
Mohon penjelasannya.
Wassalamu 'alaikum warohmatullahi wabarokatuh.
Miftakhuddin.
==========
Wa'alaykumussalam warahmatullahi wabarakatuh,
Afwan...
Untuk lebih dalam lagi antum bisa baca artikel-2 di link ini.
http://www.almanhaj.or.id/content/1547/slash/0
http://www.almanhaj.or.id/content/1549/slash/0
http://www.almanhaj.or.id/content/1551/slash/0
Coba antum baca ayat-ayat Al-Qur'an dibawah ini:
Al-Fath ayat 26:
"Ketika orang-orang kafir menanamkan dalam hati mereka kesombongan (yaitu)
kesombongan jahiliyah lalu Allah menurunkan ketenangan kepada Rasul-Nya, dan
kepada orang-orang mukmin (maksudnya para sahabat nabi) dan Allah mewajibkan
kepada mereka kalimat-takwa dan adalah mereka berhak dengan kalimat takwa itu
dan patut memilikinya. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu."
Al-Fath ayat 29:
"Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia
adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka.
Kamu lihat mereka ruku' dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya,
tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah
sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu
seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman
itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman
itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati
orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan
kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara
mereka ampunan dan pahala yang besar."
At-Taubah ayat 100:
"Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan
muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah
ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi
mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya.
Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar"
Masih banyak lagi kalam-kalam Allah azza wajall yang memuji para sahabat
ridlwanallahu ajma'in. Nah, hanya tiga ayat diatas ini sudah cukup bagi kita
untuk bertadabbur. Akan kita dapatkan satu petunjuk bagi kita akan maha
pentingnya kita mengikuti mereka dan ini merupakan fardlu a'in.
Bayangkan alangkah celakanya bila kita tidak mengikuti jejak mereka dalam
memahami dan mempraktekkan Diin Islam ini. Dengan sendirinya, Allah subhana
wata'ala menganggap kita sebagai penentang risalah Rasulullah salallahu'alayhi
wasallam.
An-Nisaa' ayat 115:
"Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan
mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin (yang dimaksud para
sahabat), Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu
dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat
kembali."
Wassalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh, ibnu alkherid
Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : http://milis.assunnah.or.id/mlbios.php/aturanmilis/
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/assunnah/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/