Assalamualaikum,
Perihal pertanyaan atau telaahan tentang apakah bangsa Arab selalu membedakan 
RAS (persetujuan orang tua perempuan keturunan Arab mendapatkan laki2 bukan 
ketirunan Arab) ini memang perlu dikaji dengan baik.
Baru saja tadi pagi seorang pemuka agama Lutheria yang pernah bertugas di Papua 
Niew Ginea bertanya kepada saya apakah betul di Indonesia, perkawinan itu harus 
disetujui keluarga (pertanyaan yang sama diajukan oleh sekelompok Orang Kaya 
dan terpelajar dari Polandia).
Saya pernah menanyakan langsung kepada 10 mahasiswa kedokteran laki-laki 
keturunan Arab tentang hari depan mereka dalam mencari calon istri dan utamanya 
apa yang menjadi parameter....Dengan tegas mereka mengatakan bahwa sebagai 
laki-laki keturunan Arab dengan latar belakang nantinya menjadi dokter (mereka 
dari keluarga berkecukupan ) tidak bisa sembarangan mencari istri...walaupun 
calon istri itu dari keturunan Arab tetrap dilihat famnya !!!
Nah kalau wanita keturunan Arab masih lebih mudah mendapat suami..ia bisa 
mendapat suami dari bukan keturunan Arab, tapi ada pertimbangan agak disisihkan 
dari keluarga.
Parameter utama selain famili adalah harta !!!!
Karena dalam 3 tahun ini saya bergaul dengan paling sedikit 150 dokter dan 
mahasiswa kedokteran dari Arab Saudi, lebih ketat lagi pemilihannya, apalagi 
seorang dokter lulusan Saudi Arabia, harus memiliki reputasi sekolah yang 
tertinggi di SMA lalu disaring secara tertulis dan lisan, saringannya sangat 
ketat karena tempat terbatas. Seorang warga Saudi Arabia yang sekolah dokter 
diluar negaranya dapat dipastikan mereka yang tidak lulus saringan tetapi kaya 
raya. Seorang mahasiswa senior yang saya tanya mau tidak kawin sama dokter 
Indonesia, kontan bertanya..saya harus menyediakan uang berapa ??? maksudnya 
mas kawinnya !
Nah, kalau bapak bertanya tentang bangsa Arab..wah..susah pak karena definisi 
bangsa Arab itu meliputi bukan saja Saudi Arabia tetapi juga Afrika Utara, 
jazirah Arab.
Maaf pak, keturunan Arab yang ada di Indonesia itu bukan dari Saudi Arabia 
tetapi dari Yemen...pada umumnya dan pedagang.
Di Saudi Arabia sendiri, sama seperti kita di Indonesia...ada suku2..lha Nabi 
Muhammad kan dari suku Qurais.
Dalam 3 tahun terakhir ini saya bertemu dengan ribuan komunitas kedokteran 
Islam dari berbagai negara dengan latar belakang yang berbeda2...mereka tetap 
melihat latar belakang keluarga calon serta levelnya dimana.
Demikian sekedar contoh gambaran dilapangan.
Wassalam,
Dr.Salamun


________________________________
> To: [email protected]
> From: [EMAIL PROTECTED]
> Date: Sun, 29 Jun 2008 17:28:14 +0300
> Subject: Re: [assunnah] Tanya Ijab Qobul
>
>
> 2008/6/29 Alfat Hidayat <[EMAIL PROTECTED]>:
>> Assalammualikum
>>
>
> Wa'alaykumus salaam warahmatullah,
>
>> satu lagi untuk masalah perkawinan apakah bangsa arab selalu
>> membedakan RAS, (contoh, seorang lelaki bukan arab mendapat perempuan dari
>> keturunan arab, dan kedua-2nya sudah saling cocok untuk membina hubungan
>> yang lebih serius, apakah seorang lelaki tersebut bisa mendapatkan restu
>> dari orang tua si permpuannya...?)
>>
>
> Restu dari wali perempuan termasuk rukun nikah menurut jumhur baik perempuan 
> itu Arab atau 'ajam. Kewalian hanya bisa dipindahkan jika wali perempuan itu 
> menyalahgunakan wewenangnya di luar batasan syari'at (mis. wali yang fasiq 
> menolak pelamar yang shalih) dan pemindahan itu adalah otoritas qadhi. Jadi 
> tidak sepatutnya hubungan dimulai tanpa adanya restu dari wali perempuan.
>
> Sedangkan masalah pertimbangan ras, itu akan kembali kepada tiap-tiap 
> individu. Di Indonesia pun masih ada orang tua yang tidak ingin anaknya 
> menikah dengan orang dari suku lain.
>
> Allahu Ta'ala a'lam.
>
> --
> Ahmad Ridha bin Zainal Arifin bin Muhammad Hamim
> (l. 1400 H/1980 M)


_________________________________________________________________
Manage multiple email accounts with Windows Live Mail effortlessly.
http://www.get.live.com/wl/all

------------------------------------

Website anda http://www.almanhaj.or.id
Download MP3 -Free kajian Islam- http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : http://milis.assunnah.or.id/mlbios.php/aturanmilis/Yahoo! 
Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke