jazakumullah khoiron atas jawabannya... semoga ana di mafhumkan dengan penjelasan ini, insya Allah
ada sedikit yang masih perlu ana tanyakan ... masalah perkataan imam Syafi'i Al-Imam Asy-Syafi'iy berkata > "Segala ilmu selain Al-Qur'an hanyalah menyibukkan, terkecuali ilmu hadits dan fiqh untuk mendalami agama. Ilmu adalah yang tercantum di dalamnya "Qoola Hadatsana" (Telah menyampaikan hadits kepada kami) *selainnya itu adalah gangguan syaithan belaka"* maksudnya bagaimana ya... apakah ilmu kalam dan filsafat atau ilmu dunia yang lain...karena ada kallimat sebelumnya "*Segala ilmu* selain Al-Qur'an hanyalah menyibukkan " mohon penjelasannya. sekali lagi jazakumullah khoiro abu Hijiri Pada tanggal 06/10/08, Fatah Sri Wulang <[EMAIL PROTECTED]> menulis: > > Wa 'alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh > benar kata abu farhan. > Semua orang perkataannya bisa diambil dan ditolak kecuali nabi muhammad صلى > الله عليه و سلم . Ada beberapa ilmu dunia yang membantu ilmu agama (misal > matematika tuk ilmu zakat dan mawaris) adapula yang menhancurkannya semisal > ilmu kalam dan filsafat (ini yang tak boleh dipelajari). *Yang jelas bagi > kita haruslah mendahulukan yang wajib diatas yang mubah mendahulukan belajar > agama diatas ilmu dunia*. Semua ada porsinya masing masing. > > > ----- Pesan Asli ---- > Dari: abu_farhan_ws <[EMAIL PROTECTED]> > Kepada: [email protected] > Terkirim: Kamis, 18 September, 2008 10:02:02 > Topik: [assunnah] Re: Mohon penjelasan - perkataan Imam Syafi'i > > Wa 'alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh, > > 1/ Bukankah Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam telah bersabda > bahwa kita dianggap lebih tahu tentang urusan dunia kita? Bukankah > urusan duniawi itu bersifat mubah (boleh-boleh saja) selama tidak ada > dalil shahih yang melarangnya? Urusan duniawi telah diserahkan kepada > manusia untuk menggali/mengembang kannya, namun dengan berpedoman pada > (atau selaras dengan) Al Qur'an dan As Sunnah. Menggali/mengembang kan > ilmu duniawi (teknik) bertujuan untuk memudahkan urusan kehidupan kita > sendiri, yang berniatkan mencari karunia dan keridhaan Allah subhanahu > wa ta'ala semata. Bukankah dengan menggali/mengembang kan ilmu duniawi > semacam itu berarti kita telah taat kepada Allah dan Rasul-Nya? > 2/ Adapun dalam hal urusan agama, kita tetap harus berpedoman pada > ilmu syar'i yang berasal dari wahyu, yang ada pada Al Qur'an dan As > Sunnah sedangkan pedoman selain itu tertolak karena berasal dari syaitan. > > Wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, > Abu Farhan > > --- In [EMAIL PROTECTED] s.com <assunnah%40yahoogroups.com>, "D Harto" > <[EMAIL PROTECTED] ..> wrote: > > > > Assalamu'alaykum Warohmatullahi Wabarokatuh > > > > Akhuna apakah ada yang mengetahui penjelasan perkataan Imam Syafi'i > seperti di bawah ini. Syukron > > > > Al-Imam Asy-Syafi'iy berkata > > "Segala ilmu selain Al-Qur'an hanyalah menyibukkan, terkecuali ilmu > hadits dan fiqh untuk mendalami agama. Ilmu adalah yang tercantum di > dalamnya "Qoola Hadatsana" (Telah menyampaikan hadits kepada kami) > selainnya itu adalah gangguan syaithan belaka" > > > > Al-Imam Asy-Syafi'iy berkata > > "Barangsiapa menginginkan dunia, harus dengan ilmu, barang siapa > yang menginginkan akherat juga harus dengan ilmu, dan barangsiapa yang > ingin kedua-duanyapun harus dengan ilmu" > > > > Kemudian bagaimana dengan hal di bawah ini : > > Bagaimana dengan Ilmu Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, > Kedokteran, dan lain-lain, yang tidak ada "Qoola Hadatsana"nya. Apakah > ilmu ilmu ini termasuk gangguan syaithan? > > > > jazakallah khoiro atas penjelasannya > > > > Wassalamu'alaykum Warohmatullahi Wabarokatuh > > > > Abu Hijiri > > ------------------------------ > Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! > Answers<http://sg.rd.yahoo.com/mail/id/footer/def/*http://id.answers.yahoo.com/> > > >
