Wa 'alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh benar kata abu farhan. Semua orang perkataannya bisa diambil dan ditolak kecuali nabi muhammad صلى الله عليه و سلم . Ada beberapa ilmu dunia yang membantu ilmu agama (misal matematika tuk ilmu zakat dan mawaris) adapula yang menhancurkannya semisal ilmu kalam dan filsafat (ini yang tak boleh dipelajari). Yang jelas bagi kita haruslah mendahulukan yang wajib diatas yang mubah mendahulukan belajar agama diatas ilmu dunia. Semua ada porsinya masing masing.
----- Pesan Asli ---- Dari: abu_farhan_ws <[EMAIL PROTECTED]> Kepada: [email protected] Terkirim: Kamis, 18 September, 2008 10:02:02 Topik: [assunnah] Re: Mohon penjelasan - perkataan Imam Syafi'i Wa 'alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh, 1/ Bukankah Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam telah bersabda bahwa kita dianggap lebih tahu tentang urusan dunia kita? Bukankah urusan duniawi itu bersifat mubah (boleh-boleh saja) selama tidak ada dalil shahih yang melarangnya? Urusan duniawi telah diserahkan kepada manusia untuk menggali/mengembang kannya, namun dengan berpedoman pada (atau selaras dengan) Al Qur'an dan As Sunnah. Menggali/mengembang kan ilmu duniawi (teknik) bertujuan untuk memudahkan urusan kehidupan kita sendiri, yang berniatkan mencari karunia dan keridhaan Allah subhanahu wa ta'ala semata. Bukankah dengan menggali/mengembang kan ilmu duniawi semacam itu berarti kita telah taat kepada Allah dan Rasul-Nya? 2/ Adapun dalam hal urusan agama, kita tetap harus berpedoman pada ilmu syar'i yang berasal dari wahyu, yang ada pada Al Qur'an dan As Sunnah sedangkan pedoman selain itu tertolak karena berasal dari syaitan. Wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Abu Farhan --- In [EMAIL PROTECTED] s.com, "D Harto" <[EMAIL PROTECTED] ..> wrote: > > Assalamu'alaykum Warohmatullahi Wabarokatuh > > Akhuna apakah ada yang mengetahui penjelasan perkataan Imam Syafi'i seperti di bawah ini. Syukron > > Al-Imam Asy-Syafi'iy berkata > "Segala ilmu selain Al-Qur'an hanyalah menyibukkan, terkecuali ilmu hadits dan fiqh untuk mendalami agama. Ilmu adalah yang tercantum di dalamnya "Qoola Hadatsana" (Telah menyampaikan hadits kepada kami) selainnya itu adalah gangguan syaithan belaka" > > Al-Imam Asy-Syafi'iy berkata > "Barangsiapa menginginkan dunia, harus dengan ilmu, barang siapa yang menginginkan akherat juga harus dengan ilmu, dan barangsiapa yang ingin kedua-duanyapun harus dengan ilmu" > > Kemudian bagaimana dengan hal di bawah ini : > Bagaimana dengan Ilmu Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Kedokteran, dan lain-lain, yang tidak ada "Qoola Hadatsana"nya. Apakah ilmu ilmu ini termasuk gangguan syaithan? > > jazakallah khoiro atas penjelasannya > > Wassalamu'alaykum Warohmatullahi Wabarokatuh > > Abu Hijiri ___________________________________________________________________________ Yahoo! Toolbar kini dilengkapi dengan Search Assist. Download sekarang juga. http://id.toolbar.yahoo.com/
