Permasalahannya adalah karena pemikiran masyarakat kita telah terpatri bahwa untuk mengangkat pemimpin harus dengan pemilu, tidak berfikir bahwa ada sistem lain semisal sistem kilafah yang diterapkan para kulafa'ur rasidin atau sistem setelahnya yang berupa dinasti/kerajaan.
1. Sudah menjadi tabiat manusia dalam bermasyarakat akan mengangkat pemimpim dalam masyarakatnya. pertanyaan sebaliknya apakah mengangkat pemimpin harus melalui pemilu dengan partai politiknya? (lihatlah sejarah) 2. Menjadi ulil amri sudah menjadi ketetapan Allah yang menjadi perhatian adalah bagaimana ia menjadi ulil amri tersebut dengan cara yang di ridhoi Allah ataukah tidak? 3. Bagaimana caranya berterimakasih, apakah dengan mentolerir saudara-saudara kita terjerumus dalam larangan-larangan Allah? 4. Ulil amri adalah para penguasa atau pemimpin dan para fuqaha' atau ulama, bisa jadi dalam pemerintahan seorang pemimpin sekaligus dia seorang ulama sebagaimana para kulafa'ur rasidin. Wallahu a'lam. abu zalfa 2008/10/10 Agus Suhendar <[EMAIL PROTECTED]> > Kita memang tidak ikut Partai Politik tapi kita sedang menyaksikan > adanya banyak Partai Politik yang sudah dan akan menjalankan Pemilu lalu > hasilnya membentuk pemerintahan sebagai Ulil Amri dan pada gilirannya kita > harus taat kepada Ulil Amri tersebut, maka pertanyaannya adalah : > 1. Kalau tidak ada Partai Politik, siapa nantinya yang akan memerintah? > Tentu kita sangat tidak setuju (kalau tak ada pemerintahan) akan ada hukum > rimba dimana yang berkuasa adalah hanya orang2 kuat yang akan menindas > orang2 yang lemah? > 2. Kalau kita harus taat kepada Ulil amri, apakah ada larangan kalau ada > sebagian orang yang awalnya tidak berperan dalam pemerintahan lalu kemudian > sekarang menjadi bagian dari Ulil Amri sebagai akibat logis dari keikut > sertaannya sebagai anggota atau pengurus Partai? > 3. Bukankah kita justru harus berterima kasih kepada mereka yang ikut > berpolitik (dalam tanda petik, tidak ikut berdakwah) sementara kita sibuk > dengan bekerja dan menuntut ilmu setiap hari? > 4. Sebenarnya siapa sebenarnya yang disebut sebagai Ulil Amri itu? > Afwan, saya kurang faham dalam masalah ini maka tolong para Asatidz dapat > memberikan pencerahannya, jazakallahu khairan..... ------------------------------------ Website anda http://www.almanhaj.or.id Download MP3 -Free kajian Islam- http://assunnah.mine.nu Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED] Ketentuan posting : http://milis.assunnah.or.id/aturanmilis/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
