afwan ya...akhi, sekiranya tanggapan ana kurang mengena di hati antum, ada pun 
mindernya antum, mungkin karena antum belum terbiasa dan merasa asing saat ikut 
taqlim bersama2 ihkwan salaf lainnya, karena antum masih isbal, dan tidak 
berjenggot. nah sekarang kan antum udah tau hukum isbal dan jenggot coba antum 
laksanakan ikuti sunnah, InsaAllah antum tidak minder. ana juga pernah 
merasakan apa yg antum rasakan, sampe saudara2 ana sediri juga mengatakan ana 
dan istri ana berubah, tapi ana tetap teguh berjalan di manhaj yg haq, 
Alhamdulillah mereka sudah pada ngerti sekarang.
kita haru sabar ya akhi, sebagaimana sabarnya Rasullullah saat berdakwah.
ingat Firman Allah :

Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan(kepada Allah) dengan sabar 
dan shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang sabar. (Al-Baqarah 153)

yang penting akhi dan keluarga punya niat dan kemauan, pelan2 istri di nasehati 
untuk pake krudung panjang, InsyaAllah pelan2 terbiasa.

kalau salaman setelah shalat memang tidak ada dalilnya, akhi bisa kasi tau, 
bukan nya kita sombong
tapi kalau ada yg mengajak salaman niatkan aja salam perpisahan, gak usah 
ditolak sama di ingat kan juga bahwa jangan di ulangi lagi karena tidak ada 
hadist nya.
bukan kah sifat seorang salaf itu berlemah lembut, saling menasehati tentang 
kebaikan sesuai Al-Qur'an dan Sunnah.

tentang bahasa Arab.., bukan kah sudah jelas Firman Allah :
"sesungguhnya kami menurunkanya berupa al-qur'an dengan berbahasa arab, agar 
kamu memahaminya"
(QS Yusuf 2)

dan beberapa dalil-dalil sebagai berikut:
"cintailah bahasa arab karena tiga hal, yaitu bahwa saya orang arab, bahwa 
al-qur'an adalah bahasa arab, dan bahasa penghuni surga di dalam surga adalah 
bahasa arab" (HR Al-Thabrani)

"bersemangatlah dalam mempelajari bahasa arab, karena sesungguhnya bahasa arab 
bagian dari agama mu" (Umar Ibnu Khattab)

jadi itulah ya,...akhi mengapa kita pake istilah2 bahasa arab seperti yg akhi 
maksud, bukan kah lebih baik kita ke arab-arab an
dari pada ke inggris-inggrisan.
di sorga kita tidak menggunakan bahasa inggris.
itu lah akhi yg dapat ana sampaikan buat masukan agar akhi tambah yakin memilih 
manhaj yg benar.
afwan ana juga masih belajar  baik dalam istilah2 yg berbahasa arab dan ilmu 
syar'i yg haq.
demikianlah akhi.., kebenaran datangnya dari Allah kekurangan, kesalahan 
datangnya dari pribadi ana dan syetan laknattullah
mohon maaf dan petunjuk kepada Allah, semoga ini bermanfaat buat ana dan antum.

salam ana.

M.Marimanto
Mechanical Supervisor
PT.Truba Jaya Engineering T-4064
Tangguh LNG Project,Bintuni Bay
West Papua,Indonesia



________________________________
Dari: udaukal <[email protected]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Selasa, 6 Januari, 2009 11:24:13
Topik: [assunnah] Mohon petunjuk untuk berinteraksi dengan para salaffiyun

Assalamualaykum Warrohmatullohiwaba rrokatuh

Ikhwanulfidien, ana ada beberapa hal yang kiranya mohon dapat memberikan 
bantuan.
Ana baru mengenal Ahlussunah wal jamaah dan kebetulan ana sudah beberapa kali 
mengunjungi pengajian komentar ana mungkin perlu menjadi pertimbangan :
- Ana merasa lingkungan pengajian salaf agak eksklusif dan intelektual sehingga 
menjadi agak 'minder'. Mungkin karena ana datang masih isbal, belum berjanggut 
dan istri belum berhijab dengan benar agak menjadi perhatian dan kesulitan 
berkomunikasi. Seharusnya sesama saudara muslim ada interaksi sosial ( muamalah 
) dimana mungkin mereka dapat menambah ilmu atau informasi berguna lainnya. 
Dalam hal ini ana berharap ikhwan/akhwat yang sudah lebih dulu mengenal lebih 
proaktif untuk mengajak (belum perlu sampai berdakwah).
- Ada teman ana menilai kalangan kita ini agak sombong. Karena katanya mungkin 
saja ada dalil bahwa tidak ada kaidah bersalaman selesai sholat, tapi apakah 
harus menolak orang yang mengajak bersalaman.
- Ada lagi yang mengatakan ; kita ini ada di Indonesia kenapa musti membiasakan 
diri dengan istilah istilah bahasa Arab jadi lebih mengentalkan suasana 
eksklusivenya.
- Ada juga yang mengatakan (dan ana juga pernah mendengar pertanyaan di Radio 
Roja) dakwah salaf merasa paling benar, diluar itu dikatakan "bodoh", "sesat", 
"jahil" atau "bathil" sehingga kata ini terasa terlalu keras buat orang yang 
ingin mengenal Salaf, bukankah dakwah harus dilakukan dengan kata yang baik dan 
lemah lembut. Manhaj iya paling benar atau "HAQ", tapi manusianya haram untuk 
merasa paling benar (mahsum, mudah2an betul menulisnya) itu yang ana dengar 
dari Ustad kita.
- Semoga Alloh Azza wa Jalla membukakan hidayah kepada ana agar tetap diberikan 
keteguhan untuk tetap ada dalam Manhaj yang Haq ini. Dan jazzakolloh khoir atas 
bantuan rekan2 sekalian

Wassalamualaykum Warrohmatullohi wabarrokatuh
+62 852 2944 2992
***************************



Selalu bersama teman-teman di Yahoo! Messenger. Tambahkan mereka dari email 
atau jaringan sosial Anda sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/invite/

------------------------------------

Website anda http://www.almanhaj.or.id
Berhenti berlangganan: [email protected]
Ketentuan posting : http://milis.assunnah.or.id/aturanmilis/

INFO:
Saat ini domain assunnah.mine.nu telah diambil alih (direbut) oleh pihak yang 
tidak diketahui. Isi dan kandungannya tidak ada hubungannya dengan pengelola 
sebelumnya.
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke