From: "syarifah farida" <[email protected]>
To: "Assunnah" <[email protected]>
Sent: Saturday, February 20, 2010 12:06 PM
Subject: [assunnah] Tanya: Menuntut Ilmu
> Assalamualaikum,
>Adalah seorang ibu (40 tahun) yg sehari harinya sibuk mengurusi urusan rumah 
>tangganya seperti memasak untuk suami dan anaknya, membersihkan rumah, menyuci 
>pakaian, menjemput anak2 dari sekolah, dan lain-lain.
> Kegiatan ini sangat menyita waktu dan tenaga tapi sambil dia melakukan tugas 
> hariannya tersebut si ibu tadi sambil mendengarkan kajian dari para ustadz 
> via hp, maksudnya walaupun tangannya kerja tapi telinga masih bisa rutin 
> dengar kajian, hal ini berlangsung hampir setiap hari, sesekali membaca 
> kitabnya para ulama.
> Pertanyaan saya, apakah yang dilakukan ibu tersebut termasuk dalam sebuah 
> hadist Rasullullah yg bunyinya:
> "Barang siapa menempuh suatu jalan dalam rangka menuntut ilmu maka Allah akan 
> mudahkan jalannya menuju surga?"
> Ummu Farhan

'alaikum salam warohmatullaahi wabarokaatuh
insya allaah ibu tersebut termasuk dalam hadits yang telah disebutkan, akan 
tetapi bila dia bisa mendatangi majelis ilmu dg suami/idzin drnya maka  
afdhol/lebih utama allaahu a'lam bish showaab

MENUNTUT ILMU HANYA BERSANDAR PADA KASET-KASET CERAMAH DAN MENGGAMPANGKAN UNTUK 
DUDUK DI HALAQAH-HALAQAH ILMU

Oleh
Syaikh Shalih bin Abdul Aziz Ali Syaikh
http://www.almanhaj.or.id/content/896/slash/0

Pertanyaan.
Syaikh Shalih bin Abdul Aziz Ali Syaikh ditanya : Semoga Allah Jalla Jalaluhu 
menjadikan kebaikan bagi Syaikh, sebagian pemuda hanya bersandar pada 
kaset-kaset dalam menuntut ilmu, dimana mereka menggampangkan dalam duduk di 
halaqah-halaqah (tempat pengajian) dengan alasan bahwa pelajaran Syaikh ini 
direkam dan ada kasetnya ?! Apa nasehat Syaikh kepada mereka.

Jawaban
Mendengarkan secara langsung dengan menghadiri pelajaran-pelajaran terdapat 
beberapa manfaat yang tidak dijumpai dari hanya mendengarkan ilmu (melalui 
kaset saja). Tidak dapat diragukan lagi bahwa mendengarkan ilmu melalui kaset 
terdapat faedah dan banyak manfaatnya, karena engkau mendengarkan ilmu dari 
ahli ilmu yang kokoh ilmunya, akan tetapi di sana terdapat perkara-perkara lain 
yang tidak didapati jika kita mendengarkan ilmu hanya melalui kaset-kaset 
diantaranya.

[1]. Duduk bersama para penuntut ilmu lainnya dalam sebuah halaqah di masjid, 
hal ini memberikan perkara-perkara ibadah dan jiwa bagi penunutut ilmu.
[2]. Mengambil manfaat dari petunjuk pengajar dalam ucapan, pandangan, 
pendidikan dan pengajarannya, cara mengingatkannya, jalannya, cara 
menyelesaikan perkara, bagaimana ketika menghadapi suatu perkara, bagaimana 
cara menjawab, bagaimana bermualamah dengan orang yang menyalahinya, dengan 
orang yang kurang baik adabnya, dengan orang-orang yang memuliakan secara 
berlebih-lebihan. Semua adab-adab ini diperoleh dari petunjuk para ulama dengan 
cara duduk menuntut ilmu dihadapan mereka.
[3]. Selain itu ada hal-hal berupa ibadah (yang dapat dicontoh dari para ulama) 
seperti rasa takut kepada Allah Jalla Jalaluhu. Sedangkan engkau jika melihat 
para ulama dalam membimbing manusia dalam beribadah, berdzikir, dan kesungguhan 
mereka dalam berbuat kebaikan, engkau akan terpengaruh dalam suatu perkara yang 
engkau memerlukannya yaitu istiqomah dan ketekunan dalam ibadah kepada Allah 
Jalla Jalaluhu.

Adapun mendengar ilmu melalui kaset, kamu hanya dapat mendengarkan ilmu akan 
tetapi tidak dapat melihat petunjuk para ulama, ibadahanya, shalatnya, 
kesegeraannya ke masjid, kesungguhannya untuk mengkhatamkan Al-Qur�an, 
hafalannya, shalat malamnya dan semisal itu, yang mana hal-hal tersebut 
hanyalah didapati dari berguru dan mendengarkan ilmu secara langsung. Oleh 
karena itu Ibnul Jauzi rahimahullah berkata : �Guru kami itu, tidaklah kami 
hadir di majlisnya kecuali manfaat yang kami dapati dari tangisannya (karena 
takut kepada Allah Jalla Jalaluhu), melebihi manfaat yang kami dapati dari 
ilmunya�. Beliau mendapatkan ilmu dari guru beliau, akan tetapi faedah yang 
beliau dapatkan dari tangisan, rasa takut guru beliau kepada Allah Jalla 
Jalaluhu, dan sikap wara�nya, lebih banyak dari mendapatkan ilmu guru beliau.

Hal-hal ini memberikan pengaruh bagi penuntut ilmu. Sesungguhnya penuntut ilmu 
itu akan sangat terpengaruh oleh sosok kepribadian seorang guru dan akhlaknya, 
bagaimana gurunya bermu�amalah dan bagaimana gurunya menangis karena takut 
kepada Allah Jalla Jalaluhu, bagaimana gurunya shalat, bagaimana gurunya banyak 
membaca Al-Qur�an, bagaimana kekhusuannya, bagaimana ia bermuamalah dengan 
keluarganya. Sedangkan mendengarkan kaset tidak mengetahui hal-hal seperti itu. 
Mendengarkan ilmu melalui kaset itu penting, akan tetapi seseorang harus 
berguru dihadapan ulama sehingga tidak luput darinya sisi-sisi kebaikan lainnya.

Kirim email ke