wa'alaikumussalam Seorang Suami Dianjurkan Mencampuri Isterinya Kapan Waktu Saja Apabila suami telah melepaskan hajat biologisnya, janganlah ia tergesa-gesa bangkit hingga isterinya melepaskan hajatnya juga. Sebab dengan cara seperti itu terbukti dapat melanggengkan keharmonisan dan kasih sayang antara keduanya. Apabila suami mampu dan ingin mengulangi jima sekali lagi, maka hendaknya ia berwudhu terlebih dahulu.
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ÅöÐóÇ ÃóÊóì ÃóÍóÏõßõãú Ãóåúáóåõ Ëõãøó ÃóÑóÇÏó Ãóäú íóÚõæúÏó ÝóáúíóÊóæóÖøóÃú. "Jika seseorang diantara kalian menggauli isterinya kemudian ingin mengulanginya lagi, maka hendaklah ia berwudhu terlebih dahulu.[9] Yang afdhal (lebih utama) adalah mandi terlebih dahulu. Hal ini berdasarkan hadits dari Abu Rafi' radhi-yallaahu �anhu bahwasanya Nabi shallallaahu �alaihi wa sallam pernah menggilir isteri-isterinya dalam satu malam. Beliau mandi di rumah fulanah dan rumah fulanah. Abu Rafi' berkata, Wahai Rasulullah, mengapa tidak dengan sekali mandi saja? Beliau menjawab. åóÐóÇ ÃóÒúßóì æóÃóØúíóÈõ æóÃóØúåóÑõ. "Ini lebih bersih, lebih baik dan lebih suci.[10] sumber : http://www.almanhaj.or.id/content/2185/slash/0 syukron - saudah - --- On Thu, 3/4/10, dedi suryadi <[email protected]> wrote: From: dedi suryadi <[email protected]> Subject: [assunnah] Tanya : Keadaan junub To: [email protected] Date: Thursday, March 4, 2010, 5:11 AM Assalamua'laikum warohmatulloh, Afwan, ana ditanya oleh teman masalah junub: 1. apa yg harus dilakukan setelah melakukan hubungan suami istri, apa cukup dibersihkan, kemudian langsung tidur atau harus mandi besar? 2. boleh tidak ketika masih dalam keadaan junub membaca do'a atau surah AlQur'an (dalam hati)? ma'af ya, terus terang ana tidak bisa menjawab dan kuatir salah menjawab.. Jazakumulloh khoiran
