Wa 'alaikum salaam wa rahmatullahi wa barakatuh, Dianjurkan untuk mencuci kemaluan & kemudian berwudhu saja akhi, lalu tidur. Yang seperti ini adalah mustahab, bukan wajib, sebagaimana pendapat jumhur ulama dalam hal kebolehan menunda ghusul hingga fajar. Ghusulnya dilakukan setelah bangun tidur di waktu fajar.
Dalil yang diambil adalah hadits-hadits yang mutafaq 'alaih; dari 'Aisyah rodhiyallahu 'anha: "Jika Rasulullah shollallahu 'alaihi wa sallam hendak tidur saat dalam keadaan junub, beliau biasa mencuci kemaluannya dan kemudian berwudhu layaknya (berwudhu) untuk sholat." 'Umar bin Khaththab rodhiyallahu 'anhu pernah bertanya, "Wahai Rasulullah, bolehkah kami tidur dalam keadaan junub?" Beliau menjawab, "Boleh, jika dia berwudhu." Ini tidaklah bertentangan dengan 2 penjelasan sebelum ini yang menyampaikan kewajiban ghusul setelah jima'. --- In [email protected], dedi suryadi <dediencunsury...@...> wrote: > > Assalamua'laikum warohmatulloh, > Afwan, ana ditanya oleh teman masalah junub: > 1. apa yg harus dilakukan setelah melakukan hubungan suami istri, apa cukup dibersihkan, kemudian langsung tidur atau harus mandi besar? > 2. boleh tidak ketika masih dalam keadaan junub membaca do'a atau surah AlQur'an (dalam hati)? > ma'af ya, terus terang ana tidak bisa menjawab dan kuatir salah menjawab.. > Jazakumulloh khoiran >
