assalamu 'alaikum, ikhwan fillah, alhamdulillah. barang siapa yang Allah Ta'ala kehendaki kebaikan (kepadanya) maka Allah Ta'ala pahamkan (pandaikan) ia dalam hal agama (ad-diin). maka orang yang baik itu adalah orang paham akan ad-diinul islam. begitu banyak da'i bertebaran maka lihatlah mana yang faqih tentang masalah agamanya maka dialah da'i yang baik. sedangkan da'i yang menyeru kepada pintu jahannam adalah fitnah yang pasti akan menimpa umat islam setelah terjadinya fitnah orang-orang islam yang tidak mengambil sunnah dari sunnah Rasulullah sholallahu 'alaihi wa sallam. perhatikan wahai akhi, semuanya adalah orang islam, bukan yahudiyun, bukan nasroniyun, bukan kafir. tetapi orang islam. maka du'at ila abwabi jahannam adalah orang-orang islam juga, sebagaimana yang dijelaskan dalam hadits tersebut, berkulit sama seperti kita, berbahasa sama seperti kita. namun mereka adalah seperti yang dijelaskan dalam hadits lain adalah orang-orang jahil yang berfatwa, maka dia sesat dan menyesatkan. dan hadits dengan kabar yang sama yang membahas tentang ruwaibidhoh. Syaikh Salim 'Ied Al-Hilaliy menjelaskan dalam kitabnya "mengapa memilih manhaj salaf" (edisi terjemahan) yang dimaksud dengan du'at ila abwabi jahannam itu menurut ulama ada beberapa penafsiran antara lain: 1. orang 'arob 2. bani adam. namun yang menjadi pokok adalah mereka adalah orang islam, dari kalangan islam, membawa nama islam. dan inilah salah satu penafsiran bahwa umat islam tidak akan mungkin dikalahkan secara keseluruhan oleh umat lain, tetapi yang menghancurkannya adalah dari dalam orang islam sendiri, salah satunya ya..du'at ila abwabi jahannam. wallahu a'lam. washolallahu 'ala rasulillah. wa salamu 'alaikum,
abu yusuf hafidz --- On Wed, 3/10/10, Abu Harits <[email protected]> wrote: Date: Wednesday, March 10, 2010, 8:31 PM From: [email protected] Date: Fri, 5 Mar 2010 06:36:28 +0000 Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh Ana mau bertanya mengenai Hadis; "...Pada akhir zaman nanti akan muncul dai-dai yang menyeru kepada pintu Jahanam. Siapa saja yang menyambut seruan itu, akan mereka jebloskan ke dalam neraka Jahannam. Ketika Hudzaifah Radhiyallahu `anhu menanyakan siapa dai-dai itu, Rasulullah Shallallahu `alaihi wa sallam menjawab; "Mereka dari bangsa kita dan berbicara dengan bahasa kita..." Yang jadi pertanyaan Ana adalah.... apakah Da'i-da'i di Indonesia yang banyak melakukan bid'ah 'terbebas' dari hadis tersebut diatas? (Mereka dari bangsa kita dan berbicara dengan bahasa kita = Orang Qurais/Arab?) Jazakallahu khairan katsiran Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh _________________________________________________________________ Hadits diatas lengkapnya saya copy dari almanhaj adapun untuk makna dan penjelasannya secara rinci, silakan untuk merujuknya. Wallahu a'lam Hadits Hudzaifah Radhiyallahu 'anhu: http://www.almanhaj.or.id/content/1972/slash/0 "Artinya : Dari Hudzaifah Ibnul Yaman Radhiyallahu Anhu berkata : Manusia bertanya kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam tentang kebaikan, sedangkan aku bertanya kepada beliau tentang keburukan karena khawatir jangan-jangan menimpaku. Maka aku bertanya ; Wahai Rasulullah, sebelumnya kita berada di zaman Jahiliyah dan keburukan, kemudian Allah mendatangkan kebaikan ini. Apakah setelah ini ada keburukan ? Beliau bersabda : 'Ada'. Aku bertanya : Apakah setelah keburukan itu akan datang kebaikan ?. Beliau bersabda : Ya, akan tetapi didalamnya ada dakhanun. Aku bertanya : Apakah dakhanun itu ?. Beliau menjawab : Suatu kaum yang mensunnahkan selain sunnahku dan memberi petunjuk dengan selain petunjukku. Jika engkau menemui mereka maka ingkarilah. Aku bertanya : Apakah setelah kebaikan itu ada keburukan ?. Beliau bersabda : Ya, da'i - da'i yang mengajak ke pintu Jahannam. Barangsiapa yang mengijabahinya, maka akan dilemparkan ke dalamnya. Aku bertanya : Wahai Rasulullah, berikan ciri-ciri mereka kepadaku. Beliau bersabda : Mereka mempunyai kulit seperti kita dan berbahasa dengan bahasa kita. Aku bertanya : Apa yang engkau perintahkan kepadaku jika aku menemuinya ?. Beliau bersabda : Berpegang teguhlah pada Jama'ah Muslimin dan imamnya. Aku bertanya : Bagaimana jika tidak ada jama'ah maupun imamnya ? Beliau bersabda : Hindarilah semua firqah itu, walaupun dengan menggigit pokok pohon hingga maut menjemputmu sedangkan engkau dalam keadaan seperti itu". [Riwayat Bukhari VI615-616, XIII/35. Muslim XII/135-238 Baghawi dalam Syarh Sunnah XV/14. Ibnu Majah no. 3979, 3981. Hakim IV/432. Abu Dawud no. 4244-4247.Baghawi XV/8-10. Ahmad V/386-387 dan hal. 403-404, 406 dan hal. 391-399]. ..... Dan sesungguhnya penanam racun yang keji dan menjalar di kalangan umat ini tidak lain adalah oknum-oknum dari dalam sendiri. Seperti yang dinyatakan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam : "Mereka adalah dari kalangan bangsa kita dan berbahasa dengan bahasa kita". Berkata Ibnu Hajar Rahimahullah dalam Fathul Bari XIII/36 : "Yakni dari kaum kita, berbahasa seperti kita dan beragama dengan agama kita. Ini mengisyaratkan bahwa mereka adalah bangsa Arab". Sedangkan Al-Qabisi menyatakan -seperti dinukil oleh Ibnu Hajar- secara lahir maknanya adalah bahwa mereka adalah pemeluk dien (agama) kita, akan tetapi batinnya menyelisihi. Dan kulit sesuatu adalah lahirnya, yang pada hakikatnya berarti penutup badan". Mereka mempunyai sifat seperti yang dikatakan dalam hadits riwayat Muslim. "Artinya : Akan ada dikalangan mereka orang yang berhati iblis dengan jasad manusia" [Riwayat Muslim]. Yakni mereka memberikan harapan-harapan kepada manusia berupa mashalih (pembangunan), siyadah (kepemimpinan) dan istiqlal (kemerdekaan dan kebebasan) .. dan umat merasa suka dengan propaganda mereka. Untuk itu mereka mengadakan pertemuan-pertemuan, muktamar-muktamar dan diskusi-diskusi. Oleh sebab itu mereka diberi predikat sebagai da'i atau du'at -dengan dlamah pada huruf dal- merupakan bentuk jama' dari da'a yang berarti sekumpulan orang yang melazimi suatu perkara dan mengajak serta menghasung manusia untuk menerimanya. [Lihat 'Aunil Ma'bud XI/317].
