From: [email protected]
Date: Tue, 27 Apr 2010 23:20:10 +0000
Assalamualaikum warohmatullah wabarokatuh
Beberapa waktu yang lalu saya menemukan hadist sebagai berikut:
Hadis riwayat Anas ra., ia berkata: 
Rasulullah saw. bersabda: Apabila seorang di antara kamu berdoa maka hendaklah 
dia berteguh hati dalam berdoa serta jangan pula dia berdoa dengan mengucapkan: 
Ya Allah! Jika Engkau sudi maka berilah aku. Sesungguhnya Allah tidak ada yang 
memaksanya. (Shahih Muslim No.4837)

Hadis riwayat Abu Hurairah ra.: 
Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Apabila seorang di antara kamu berdoa, maka 
janganlah dia berkata: Ya Allah! Ampunilah aku jika Engkau sudi. Tetapi 
bersungguh-sungguhlah dia dalam memohon dan mohonlah perkara-perkara yang besar 
dan mulia (surga atau pengampunan), karena Allah tidak ada sesuatu pun yang 
besar bagi-Nya dari apa yang telah dianugrahkan. (Shahih Muslim No.4838)

Dari hadits di atas, terkesan bahwa mengucapkan kalimat "ya Alloh kabulkanlah 
permohonanku" dan sejenisnya tidak diperbolehkan? Benarkah demikian? Mohon 
penjelasannya. 
Wasslamualaikum warohmatullah wabarokatuh                         
_________________________________________________________________

Penjelasan ringkas, pertanyaan diatas silakan baca  artikel dibawa ini. Wallahu 
a'lam

MENGGANTUNGKAN DO’A DENGAN KEHENDAK
Oleh
Ismail bin Marsyud bin Ibrahim Ar-Rumaih
http://www.almanhaj.or.id/content/652/slash/0

Sebagian orang ada yang berdo’a : “Semoga Allah memasukkan kita semua
ke dalam Surga Insya Allah”, padahal do’a seperti ini dilarang.
Seharusnya seseorang berketetapan hati dalam berdo’a dan tidak
menggantungkannya dengan kehendak Allah.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi 
wa sallam bersabda.

“Artinya : Janganlah di antara kalian berdo’a dengan mengucapkan : “Ya
Allah, ampunilah aku bila Kamu menghendaki, ya Allah berilah rahmat
kepadaku bila Kamu menghendaki dan hendaknya berketetapan hati dalam
meminta sebab demikian itu tidak dibenci” [Shahih Al-Bukhari, kitab
Ad-Da’awaat bab Liya’zim Mas’alah 7/153]

Imam Hafizh Ibnu Hajar berkata bahwa yang dimaksud dengan masalah
adalah berdo’a, artinya kita harus bersungguh-sungguh dalam berdo’a dan
berkeyakinan bahwa do’a tersebut pasti akan dikabulkan oleh Allah serta
tidak menggantungkannya dengan kehendak Allah.

Ibnu Baththal berkata bahwa hadits di atas mengharuskan agar orang yang
berdo’a bersungguh-sungguh dalam do’anya dan berharap agar do’anya
dikabulkan serta tidak putus asa dalam berdo’a dari rahmat Allah sebab
dia berdo’a kepada dzat Yang Maha Pemurah.

Imam Ad-Dawudi berkata bahwa yang dimaksud dengan berketetapan hati
dalam berdo’a adalah bersungguh-sungguh dan merendahkan diri dalam
berdo’a dan tidak mengucapkan : “Ya Allah kabulkanlah permohonanku bila
Engkau kehendaki” Seakan-akan membuat pengecualian dalam do’anya. Akan
tetapi sebaiknya berdo’a seperti orang yang sedang sangat membutuhkan
dan faqir. Apabila tidak membuat pengecualian dalam do’anya, namun
hanya mengucapkan kalimat insya Allah untu bertabarruk, maka hal
tersebut tidak dilarang bahkan dianjurkan” [Fathul Barii 11/144-145]

Imam An-Nawawi berkata bahwa dianjurkan bersungguh-sungguh dalam
berdo’a dan dimakruhkan menggantungkan dengan kehendak Allah. Para
ulama berpendapat bahwa dimakruhkan menggantungkan do’a dengan kehendak
Allah sebab kalimat insya Allah hanya pantas ditujukan kepada dzat yang
dipaksa untuk memberi dan Allah Maha Suci dari demikian itu. [Syarh
Shahih Muslim 17/7]

Syaikh Bin Baz ditanya tentang hukumnya orang yang mengatakan :”Di Surga kita 
bertemu insya Allah”

Jawaban.
Do’a seperti itu adalah bagus, boleh kita berdo’a semoga kita semua
dikumpulkan Allah dalam Surga tetapi tidak boleh diiringi dengan ucapan
insya Allah bahkan sebaiknya kita berdoa memohon agar kita dipertemukan
oleh Allah di dalam Surga dengan karuniaNya, tanpa harus mengucapkan
kalimat insya Allah dan tidak mengecualikan dalam do’anya. [Majalah
Ad-Da’wah no. 1454 Rabiul Awwal 1415]


------------------------------------

Website anda http://www.almanhaj.or.id
Berhenti berlangganan: [email protected]
Ketentuan posting : http://milis.assunnah.or.id/aturanmilis/
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke