Syukron katsiran ya Abu Harits, atas kutipan artikelnya. Sangat jelas untuk dimengerti. Jazakallahu khairan
_________________________________________________________________ > > Penjelasan ringkas, pertanyaan diatas silakan baca artikel dibawa ini. > Wallahu a'lam > > MENGGANTUNGKAN DO'A DENGAN KEHENDAK > Oleh > Ismail bin Marsyud bin Ibrahim Ar-Rumaih > http://www.almanhaj.or.id/content/652/slash/0 > > Sebagian orang ada yang berdo'a : "Semoga Allah memasukkan kita semua > ke dalam Surga Insya Allah", padahal do'a seperti ini dilarang. > Seharusnya seseorang berketetapan hati dalam berdo'a dan tidak > menggantungkannya dengan kehendak Allah. > > Dari Abu Hurairah Radhiyallahu `anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu > `alaihi wa sallam bersabda. > > "Artinya : Janganlah di antara kalian berdo'a dengan mengucapkan : "Ya > Allah, ampunilah aku bila Kamu menghendaki, ya Allah berilah rahmat > kepadaku bila Kamu menghendaki dan hendaknya berketetapan hati dalam > meminta sebab demikian itu tidak dibenci" [Shahih Al-Bukhari, kitab > Ad-Da'awaat bab Liya'zim Mas'alah 7/153] > > Imam Hafizh Ibnu Hajar berkata bahwa yang dimaksud dengan masalah > adalah berdo'a, artinya kita harus bersungguh-sungguh dalam berdo'a dan > berkeyakinan bahwa do'a tersebut pasti akan dikabulkan oleh Allah serta > tidak menggantungkannya dengan kehendak Allah. > > Ibnu Baththal berkata bahwa hadits di atas mengharuskan agar orang yang > berdo'a bersungguh-sungguh dalam do'anya dan berharap agar do'anya > dikabulkan serta tidak putus asa dalam berdo'a dari rahmat Allah sebab > dia berdo'a kepada dzat Yang Maha Pemurah. > > Imam Ad-Dawudi berkata bahwa yang dimaksud dengan berketetapan hati > dalam berdo'a adalah bersungguh-sungguh dan merendahkan diri dalam > berdo'a dan tidak mengucapkan : "Ya Allah kabulkanlah permohonanku bila > Engkau kehendaki" Seakan-akan membuat pengecualian dalam do'anya. Akan > tetapi sebaiknya berdo'a seperti orang yang sedang sangat membutuhkan > dan faqir. Apabila tidak membuat pengecualian dalam do'anya, namun > hanya mengucapkan kalimat insya Allah untu bertabarruk, maka hal > tersebut tidak dilarang bahkan dianjurkan" [Fathul Barii 11/144-145] > > Imam An-Nawawi berkata bahwa dianjurkan bersungguh-sungguh dalam > berdo'a dan dimakruhkan menggantungkan dengan kehendak Allah. Para > ulama berpendapat bahwa dimakruhkan menggantungkan do'a dengan kehendak > Allah sebab kalimat insya Allah hanya pantas ditujukan kepada dzat yang > dipaksa untuk memberi dan Allah Maha Suci dari demikian itu. [Syarh > Shahih Muslim 17/7] > > Syaikh Bin Baz ditanya tentang hukumnya orang yang mengatakan :"Di Surga kita > bertemu insya Allah" > > Jawaban. > Do'a seperti itu adalah bagus, boleh kita berdo'a semoga kita semua > dikumpulkan Allah dalam Surga tetapi tidak boleh diiringi dengan ucapan > insya Allah bahkan sebaiknya kita berdoa memohon agar kita dipertemukan > oleh Allah di dalam Surga dengan karuniaNya, tanpa harus mengucapkan > kalimat insya Allah dan tidak mengecualikan dalam do'anya. [Majalah > Ad-Da'wah no. 1454 Rabiul Awwal 1415]
