Wa'alaykum salam warahmatullah Jazakillah khoir umm, koreksinya. Memang penyebabnya bakteri, karena sakit ini mendapatkan treatment pengobatan antibiotik cukup lama yaitu sekitar 6 bulan. Tulisan anti baik sekali dengan isi yang kritis dan mendidik. Barakallahu fiik.
Ummu Abbas --- In [email protected], ummu rufaidah asyirboniyah <ners_g...@...> wrote: > > maaf mba ary koreksi dikit ya, TBC itu penyebabnya bakteri bukan virus, kan > dari bakteri mycobacterium tuberculosis (lihat > http://yosefw.wordpress.com/2008/01/02/penggunaan-vaksin-bcg-untuk-pencegahan-tuberculosis/) > makanya pengobatannya mesti dengan antibiotik yg sudah diformulasikan dalam > regimen pengobatan TB atau obat anti tuberkulosis (OAT). > > jika bapak penanya mengatakan kepalanya panas, pernah diukur tidak > suhunya?jangan2 memang sedang demam, agak aneh juga kalo kepalanya terasa > panas tetapi suhu saat diukur normal. ada baiknya bertanya pada dokter. kl yg > panas hanya kepalanya...apakah masalahnya di central ya (otak) saya tidak > bisa pastikan. lebih baik bapak tanyakan ini pada dokter anak bapak > > anak saya juga telat jalannya, hampir 14 bulan baru bisa lancar > berjalan...bagaimana dengan berat-badannya? pertumbuhan anak sering berkaitan > dengan status gizi...kalo anak saya sih memang kurus..., lalu dilihat juga > bagaimana tonus ototnya...ada anak yang kurus tapi tonus ototnya bagus, kalo > kelihatannya ototnya lembek perlu dikonsutasikan > > jangan khawatir jika anak tidak merangkak. merangkak bukanlah salah tonggak > pertumbuhan anak, ada beberapa anak yang memang tidak melalui fase merangkak. > tonggak pertumbuhan > adalah tengkurap, duduk, berjalan. di internet banyak artikel yang membahas > tentang ini > > setiap anak itu unik pak berbeda satu sama lain. namun memang ada range > pertumbuhan yang seharusnya kita tahu...misalnya umur sekian anak harus bisa > apa, umur sekian perbendaharaan kosa kata harus berapa kata dll, semuanya > bisa dilihat diinternet...jangan sekali-kali membandingkan dengan anak lain, > sebab setiap anak berbeda..ada yang umur 8 bulan sudah bisa jalan, tapi ada > yang sudah 2 tahun ngomongnya masih satu kata satu kata...prinsipnya selama > masih dalam rentang pertumbuhannya ya tidak apa-apa, saya bisa memahami > perasaan bpk, masalahnya anak sayapun dulu selalu berada di ujung rentang > pertumbuhannya baru bisa,tengkurap baru bisa 6 bulan, duduk baru bisa 9 > bulan, berjalan 14 bulan...dengan ciri pertumbuhannya yang khas, sekali bisa > langsung cepat...sy juga dulu sering gelisah, namun untuk permasalahan anak > saya tidak mau spekulasi pak, bertanya pada yg tidak ahlinya, atau percaya > pada pengalaman beberapa orang yang belum tentu > kebenarannya...pengalaman saja tentu tidak bisa dijadikan sebagai bukti > ilmiah > selain rajin browsing ttg perkembangan anak saya pun rajin berkonsultasi > dengan dokter anak langsung, alhamdulillah sya diberi kemudahan punya kenalan > beberapa dokter anak hingga saya tinggal berdiskusi via email, telpon, chat > atau bertemu langsung. > jadi yang perlu bapak cermati adalah rentang pertumbuhan dan perkembangannya, > jika sudah lewat batas usianya bapak mesti waspada....selain itu yang > terpenting juga adalah stimulasi dini dari orang tua, ya mesti kreatif juga > sebagi orangtua. > pertumbuhan dan perkembangan anak memiliki empat domain: motorik kasar, > motorik halus, bahasa, dan psikososial...beberapa ahli-walau adapula yang > memperdebatkannya- ada yang mengatakan bahwa terkadang anak menonjol di salah > satu domain namun tertinggal di domain yang lain, yg saya lihat pada anak > saya sih begitu > jika ada masalah pada tumbuh kembang ini sebaiknya di konsultasikan pada > dokter spesialis anak kekhususan neurologi anak. > > tentang masalah imunisasi sendiri, saya bukan termasuk orang yang mati2an > menolak imunisasi, namun saya menghargai pilihan beberapa orang untuk > menolaknya...imunisasi menurut saya memang bukan sesuatu yang darurat, efek > sampingnya juga ada , benar pula walaupun diimunisasi tidak ada jaminan bahwa > anak akan sehat, imunisasi sendiri kan ada rentang waktunya, tidak garansi > seumur hidup makanya ada yg diulang. Namun kl saya sendiri sih melihat > manfaat yg besar dari imunisasi itu sendri...terutama yang diwajibkan. > imunisasi yg diwajibkan rata2 adalah untuk penyakit yang sifatnya endemik dan > membahayakan di indonesia, penularannya cepat, dan ada yang > mematikan...makanya itu diwajibkan, karena jika sudah ada yang terkena maka > resiko penyebaran pada anak lain menjadi tinggi akibatnya akan membwa > kemudhorotan kepada masyarakat. > beberapa syubhat yang muncul yang saya tau lebih mengkhawatirkan pada > komposisi vaksin yang diisyukan berbahan haram atau kimia..sya rasa perlu > kebijakan bapak ibu semua, jangan lgs percaya ttg isyu yang ada, apakah bapak > ibu sudah mencek ke produsennya...coba bapak ibu cek ke websitenya biofarma > (BUMN yang memproduksi vaksin yang menyuplai sebagian besar vaksin imunisasi > yg diwajibkan di seluruh indonesia). komposisinya jelas kok. soal bahan > kimia, setiap obat pasti ada bahan kimianya lah, namun kan pasti ada ambang > batas maksimal penggunaannya yang bisa ditoleransi, berapa yang boleh masuk > ke tubuh. jangankan mengkonsumsi obat kita keluar rumah aja jalan-jalan naik > motor udah terhirup tuh zat-zat kimia dari polusi kendaraan. > jdi sy lebih setuju dengan fatwa syeikh bin baz yang dipaparkan mba ary bahwa > imunisasi adalah bagian dari ikhtiar selain mengkonsumsi madu, habbatussauda, > hidup sehat, dll > yang saya tau vaksin yang memang dikatakan tercampur dengan babi adalah > vaksin polio yang IVP bukan vaksin polio OVP yg biasa diberikan pada anak2 pd > umumnya. vaksin polia IVP diberikan per injeksi intravena dan diberikan pada > anak2 dengan immunocomprimissed (penurunan imun), selain vaksin ini juga > vaksin meningitis yang biasa disuntikkan pada jamaah haji dan umroh, atau > orang2 yang berkunjung ke daerah timur tengah. > inipun sebenarnya bukan asal bahannya dari babi tetapi pada saat pembuatannya > menggunakan enzim yang berbahan babi sebagai katalisator...produk akhirnya > tidak ada unsur babi...di salah satu koran saya baca dengan alasan ini ulama > di timur tengah menghalalkan vaksin meningitis. sy tidak bisa pastikan > kebenaran pernyataan ini, karena koran tersebut tidak mencantumkan > referensinya. mungkin bapak ibu bisa bantu mengeceknya... > sekian semoga bermanfaat > assalamu'alaykum > > > --- On Tue, 25/5/10, ary <ary_kin...@...> wrote: > > From: ary <ary_kin...@...> > Subject: [assunnah] Re: OOT : Tanya : kepala bayi panas terus. > To: [email protected] > Date: Tuesday, 25 May, 2010, 16:08 > > Wa'alaykum salam warahmatullah, > > Afwan akh abu naufal, alhamdulillah jika antum dikaruniai anak yang sehat dan > menyejukkan hati keluarga. Untuk keluarga yang sudah memiliki lebih dari satu > anak, pasti memahami bahwa setiap anak itu memang uniq dengan karakter > masing2. Ada yang berkarakter aktif, ada yang tenang dlsb. Bukan berarti > karena anak kedua lebih aktif maka gizinya lebih baik dari anak pertama. Dan > anak pertama lebih buruk gizinya karena pembawaannya yang tenang. Itu masing2 > karakter anugerah dari Allah, yang oleh ahli medis disebut gen bawaan. > > Akan tetapi bila melihat dari kasus akh ibnu fauzy, TBC adalah suatu penyakit > yang ditularkan oleh virus. Bisa karena ludah si penderita, atau kontak anak > dengan penderita secara sebentar atau terus menerus. Bisa saja anaknya > berpembawaan aktif, dengan gizi yang baik. Hanya saja qadarullah anak tsb > mungkin kontak dengan penderita TBC. Saya menghargai pilihan antum untuk > menghindari imunisasi. Tetapi tidak untuk memaksakan keluarga lain untuk > melakuka hal yang sama. Imunisasi masih menjadi salah satu cara ikhtiar yang > saya tahu untuk menghindari dari sakit yang disebabkan oleh virus. Bila Antum > sakit disebabkan bakteri ada ikhtiar dengan antibiotik, sakit karena > jamur-pun ada ikhtiar dengan antijamur. Tetapi sampai saat ini belum ada > ikhtiar antivirus selain dari vaksin. Allahu a'lam. Demikian kiranya semoga > maklum, afwan jika kurang berkenan. > > Ummu Abbas > > --- In [email protected], abu naufal <andri2579@> wrote: > > > Assalaamualaikum > > > > > > Untuk anak 13 bulan belum bisa jalan .. coba kita tarik ke belakang dan > > dilihat bagaimana pola makan, asupan gisi dan asi. Apakah selama ini makan > > yang alami ? atau yang instan ? Sebagai saran .. alhamdulillah saya > > memiliki anak seumuran anak bapak (lahir april 2009) .. tahapan2 anak > > dilalui dengan baik .. mulai dari tengkurap-duduk-merangkak-berdiri... > > syaraf motorik bekerja dengan baik. Kami di rumah sudah menerapkan hidup > > herbal yang alami dan islami.. tanpa imunisasi .. Kami percaya bahwa bayi > > yang lahir diciptakan Alloh dalam kondisi sempurna sehingga untuk anak yang > > kedua kami bertekad untuk menerapkan pola hidup alami mulai dari kelahiran > > dengan cara ditahnik (imunisasi alami ala Rosululloh) .. kemudian diiringi > > dengan Asi alhamdulillah istri masih lancar .. dan imunisasi dengan tetesan > > habatusauda cair. Pola makan juga tanpa MSG dan diberikan bubur yg dimasak > > sendiri mulai dari nasi tim, ceker, brokoli, wortel dan sebagainya. Kami > > mulai > menjauhkan dari makanan bayi yang bersifat instan. Latihan fisik bayi ketika > mulai merangkak dan jarang sekali menggunakan kursi roda bayi (karena bayi > memang cenderung tidak suka). Alhamdulillah dibandingkan dengan anak pertama, > anak yang kedua lebih interaktif dan tidak mengenal lelah dan menyerah .. > bahkan kalo dibilang lebih 'usil' suka main panjat sepeda, naik tangga rumah, > dan sukanya jalan yg kenceng walau belum stabil. Memang sih dari segi orang > tua lebih capek dengan anak yang interaktif .. tapi itu merupakan anugerah > Alloh bahwa anak kita dalam kondisi perkembangan yang jauh lebih baik. Untuk > menghasilkan anak yang 'cerdas' butuh pengorbanan kedua orang tua. baik dari > segi wawasan, waktu, dan yang penting adalah meninggalkan imunisasi serta > makanan instan. keberanian kita membentuk anak soleh dan cerdas harus > ditunjang dengan wawasan dan pengetahuan yang luas. semoga bisa membantu. >
