Bismillahirrahmannirrahim Assalamu'alaykum warohmatullohi wabarokaatuh,
Berikut ada titipan pertanyaan dr teman: --------------------------------------------- Suami ana klo sdg marah krn berselisih pendapat dgn ana, sikapnya judes dan kdg mengeluarkan kata2 yg menyakitkan hati. Seperti Empet saya dgn sikapmu (krg lbh demikian) , "ancurr banget ..." (dgn mksd menghina), dll. Suami sdh mengaji, sampai pd bbrp hari Lalu suami ana membaca hadits ttg kisah Rasulullah shalallahu'alaihi wassalam yg berkunjung ke rmh fathimah radhiyallahu'anha mencari Ali radhiyallahu'anhu dan dikatakan oleh2 putri beliau bhw Ali radhiyallahu'anhu sdg berselisih dgnnya lantas marah Lalu pergi dan tdk tidur siang di rmh. Berdsrkan hadits ini, suami ana merasa boleh meninggalkan rmh ketika sdg marah dan merasa tdk senang pd ana. Pdhl dulu kami punya kesamaan pemahaman (ketika suami br mulai mau mengaji) bhw pergi ketika sdg marah membw Byk resiko d ms Skrg ini... Dan benar, pnah 1 kali ketika sdg pergi meninggalkan rmh ada Teman wanitanya (teman ms lalu) menelpon ke hpnya mau curhat (Pdhl wkt itu sdh larut) sejak itu kami sepakat bhw perbuatan meninggalkan rmh ketika sdg berselisih memberikan peluang bgt jln masuknya syaithan yg bs Memperkeruh suasana. Pertanyaannya : 1. Bgmn tafsir yg benar dr hadits tsb? Apkh dgn membangunkan Ali radhiyallahu'anhu (lanjutan hadits tsb) berarti mengajak Ali radhiyallahu'anhu pulang dan berbaikan dgn istrinya? 2. Bgmn sikap Rasulullah shalallahu'alaihi Wassalam jk sdg marah krn berselisih paham dgn istrinya? 3. Apkh istri sbg "anak buah" suami boleh diperlakukan demikian dan terlarang memiliki perbedaan pendapat dgn suaminya. Jazakallah khoiron Wassalamu'alaykum wassalamu'alaykum warohmatullohi wabarakaatuh
