Wa'alaykumussalam warahmatullah,

Saya akan mencoba menjawab secara psikologis ya..

Pada umumnya, laki-laki akan merasa lebih nyaman dengan perempuan yang lebih 
muda dan perempuan juga merasa lebih nyaman dengan laki-laki yang lebih dewasa 
darinya... >yang perlu diingat, tua itu pasti tetapi dewasa belum tentu sejalan 
dengan perkembangan usia,, Jadi kedewasaan tidak selalu bergantung pada faktor 
umur (mental age tidak sama dengan cronological age)

Bila istri lebih tua (selisih usia lima tahun atau lebih) ketimbang
suami, kecenderungan untuk bercerai mencapai tiga kali lipat dibanding
jika usianya sama (isi salah satu jurnal penelitian di Eropa)
>ini di Eropa yang tentunya berbeda dengan Indonesia, dan yang perlu 
>diperhatikan adalah, tidak semua pasangan dengan istri yang lebih tua 
>bercerai, beberapa pasangan yang istrinya lebih tua yang saya kenal, juga 
>memiliki kehidupan pernikahan yang bahagia, wallohu alam.

Hanya saja, jika ditanya bagaimana masa depan setelah pernikahan, ya itu 
terserah pasangannya.. kan bisa dibahas bersama dulu ketika proses sebelum 
pernikahan dilakukan. Apakah istri akan bekerja, bagaimana tentang anak dan 
pendidikan anak, tempat tinggal, dll yang dianggap penting untuk dibahas untuk 
kehidupan setelah pernikahan..

Wanita berusia 31 tahun tentunya telah memiliki banyak hal (terutama tanggung 
jawab) dalam kehidupannya selama ia belum menikah sebelumnya, bisa jadi ia 
sudah memiliki banyak mimpi (entah karier, keluarga batih, dll) yang telah 
dirintis jauuuh sebelum menikah, hal itu penting untuk dipertimbangkan, apakah 
kira-kira bisa sejalan dengan calon suami atau tidak. Selain tanggung jawab, 
cara berpikir serta ketenangan emosi, perempuan secara umum biasanya lebih 
matang (beberapa penelitian menyebutkan bahwa sejak wanita memasuki masa puber, 
pada masa perkembangan selanjutnya mereka bisa berpikir lebih matang daripada 
laki-laki dengan perbedaan rentang waktu 4-6 tahun).� Misalnya, mereka akan 
cenderung lebih mandiri (tidak terlalu tergantung dengan suami karena telah 
terbiasa mengurus banyak hal sendiri), lebih asertif (mampu mengungkapkan 
pikiran/ berkomunikasi -termasuk kritik, atau protes- dengan tidak menyakiti 
lawan bicara), lebih bisa menghadapi masalah lebih baik, mereka bisa dengan 
tenang menghadapi tekanan dan masalah, bahkan cenderung bisa menyelesaikan 
masalah sendiri dengan baik, dll. Nah, apakah sang suami mampu 'menyejajarkan' 
bahkan 'melebihkan' diri dengan istri yang demikian dan tidak mudah terluka 
ketika sang istri tyata 'cenderung mampu mengatasi masalah2nya sendirian' 
bahkan mungkin lebih dominan? >Biasanya laki-laki memiliki kecenderungan untuk 
'senang' jika dimintai pendapat atau keputusan yang diambilnya diikuti oleh 
perempuan.

Selain kesepakatan bersama, apakah dari pihak keluarga (baik keluarga laki-laki 
maupun perempuan) dapat menerima hal tersebut dengan baik?

Intinya, pada dasarnya, setiap wanita menyukai laki-laki yang lebih mampu 
membimbingnya, apalagi suami adalah pemimpin keluarga.. Mau berapa pun 
perbedaan usianya, tergantung kesamaan niat/visi/misi/ tujuan pernikahan, juga 
kecocokan karakter dan bagaimana usaha penyesuaian dan penerimaan diri 
masing-masing pasangan, jika hal tersebut dapat dimanajemeni dengan baik, Insya 
Alloh pernikahan akan baik-baik saja. Toh dalam hidup kita akan selalu melalui 
masa-masa transisi, mampu/ tidaknya dilewati dengan baik tergantung bagaimana 
pihak-pihak yang menghadapinya kan..

Oiya, satu lagi, sedikit pertimbangan� tentang kehamilan dan fisik.
Usia yang ' baik' bagi wanita untuk melahirkan adalah 20 hingga 30 tahun. 
Ketika melewati 30 tahun, kehamilan akan menjadi lebih rentan pendarahan. 
Biasanya, kondisi ini rentan terjadi pada ibu-ibu yang melahirkan anak pertama 
atau juga bagi ibu yang melahirkan anak ke-3 atau ke-4. Jadi, ketika 
mengandung, membutuhkan kontrol yang lebih tepat lagi/ mendapatkan penanganan 
medis agar kandungan 'aman'. Itu bagaimana, apakah calon suami sudah 
mempertimbangkan? (baik tentang jumlah anak maupun kesiapan untuk melakukan 
yang terbaik untuk persiapan menjadi ayah sekaligus suami). Tentang fisik, ya 
semakin bertambah usia, tentunya semakin mengalami penuaan...

Yaah, sebenarnya, untuk masalah, tentunya masalah pernikahan akan ada aja ya, 
untuk pasangan dengan usia berapa pun dan lama pernikahan berapa pun, tinggal 
bagaimana menyikapinya.. Insya Alloh kesulitan selalu bersama kemudahan kan..

Untuk teman Akhi, silakan istikhoroh, semakin mantapkan niatnya,  dan semoga 
dimudahkan,

Wallohu a'lam,

Semoga bermanfaat.

--- On Fri, 7/2/10, Taufiq Abdullah <[email protected]> wrote:

From: Taufiq Abdullah <[email protected]>
Subject: [assunnah] Tanya : menikah beda usia (ikhwan lebih muda)
To: "assunnah" <[email protected]>
Date: Friday, July 2, 2010, 3:13 PM
Assalamu'alaikum warahmatullah,

Rekan millis Rakhimakumullah,
ada sedikit pertanyaan dari rekan ana, yang ana sendiri tidak tau harus 
menjawab apa,

Begini, Rekan ana saat ini berusia 27tahun (2tahun diatas ana), dan beliu 
menyukai seorang akhwat usia lebih tua dari beliau (31 tahun) dan berniat untuk 
meng-khitbahnya. dari sisi syar'i ana yaqin itu bukan masalah, dan tidak ada 
larangan, namun saat ini beliau bingung mungkin juga bimbang atas beda usianya 
dengan si akhwat, kedepannya akan seperti apa dan secara psikologis 
bagaimana...,
mohon dibantu,
Barakallahu Fiikum,
























Kirim email ke