From: Suhestin Purnamawati 
Sent: Friday, July 02, 2010 10:39 AM
Subject: [assunnah] Tanya: jin 
mengganggu dan menikahi manusia?
mau tanya kepada yang tahu ilmunya, bisakah jin itu 
mengganggu(menyerupai manusia dan menyetubuhi pasanngannya) atau 
menikah dengan manusia?
=======

Pertanyaan
http://www.almanhaj.or.id/content/2369/slash/0
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Apakah jin dapat 
memberikan pengaruh kepada manusia, dan bagaimana cara melindungi diri 
dari mereka?

Jawaban
Tidak diragukan bahwa jin dapat memberikan pengaruh kepada manusia 
dengan gangguan yang adakalanya bisa mematikan, adakalanya mengganggu 
dengan lemparan batu, dengan menakut-nakuti manusia, dan hal-hal lainnya
yang disahkan oleh sunnah dan ditunjukkan oleh kenyataan. Diriwayatkan 
secara sah bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengizinkan 
seorang sahabatnya untuk pergi kepada keluarganya dalam suatu peperangan
–yang saya kira perang Khandaq-, Ia seorang pemuda yang baru saja 
menikah. Ketika sampai di rumahnya, ternyata istrinya ada di depan 
pintu. Ia mengingkari perbuatan istrinya itu, lalu berkata kepadanya, 
“Masuklah!”. Ketika pemuda ini masuk, ternyata seekor ular melingkar di 
atas tempat tidur. Dengan tombak yang berada di tangannya, ia menikam 
ular tersebut dengan tombak tersebut hingga mati. Dalam waktu bersamaan 
–yakni pada saat ular itu mati- maka pria ini juga mati. Perawi tidak 
tahu, mana yang lebih dulu mati ; ular atau orang itu. Ketika berita itu
sampai kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau melarang 
membunuh ular yang berada di rumah kecuali ular yang ganas dan berbisa. 
Beliau bersabda.

“Sesungguhnya di Madinah terdapat para jin yang telah masuk Islam. Jika 
kalian melihat sesuatu dari mereka, maka izinkanlah ia selama tiga hari.
Jika ia menampakkan diri kepadamu sesudah itu, maka bunuhlah. Sebab, 
sesungguhnya ia adalah setan” [HR Muslim, no. 2226, kitab As-Salam]

Ini dalil yang menunjukkan bahwa jin itu adakalanya menzhalimi manusia 
dan menggangggu mereka, sebagaimana fenomena membuktikan hal itu. 
Berita-berita telah mutawatir dan sangat banyak menyebutkan bahwa 
manusia adakalanya memasuki rumah-rumah kosong lalu dilempar dengan batu
padahal manusia tidak melihat seseorangpun di dalam rumah kosong itu. 
Adakalanya ia mendengar suara-suara dan adakalanya mendengar desingan 
lembut seperti suara pohon serta sejenisnya yang membuat ketakutan dan 
terganggu karenanya.

Demikian pula adakalanya jin memasuki tubuh manusia, baik dengan 
kecintaan, untuk bermaksud mengganggunya maupun sebab-sebab lainnya. Ini
diisyaratkan oleh firman-Nya.

“Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan 
seperti beridinya orang yang kemasukan setan lantaran (tekanan) penyakit
gila” [Al-Baqarah : 275]


Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Apakah ada dalil bahwa 
jin merasuki manusia?
http://www.almanhaj.or.id/content/2367/slash/0

Jawaban
Ya, ada dalilnya dari Al-Qur’an dan Sunnah bahwa jin merasuki manusia. 
Dari Al-Qur’an ialah firman Allah.

“Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat bediri melainkan 
seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lantaran (tekanan) 
penyakit gila” [Al-Baqarah : 275]

Ibnu Katsir rahimahullah berkata : “Mereka tidak bangkit dari kubur 
mereka pada hari Kiamat kecuali sebagaimana bangkitnya orang ketika 
kemasukan setan”.

Sedangkan dari Sunnah ialah sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam

“Setan mengalir pada manusia lewat aliran darah” [HR Bukhari, no. 7171, 
kitab Al-Ahkam, Muslim, no. 2175, kitab As-Salam]

Al-Asy’ari berkata dalam Maqalat Ahlus Sunnah wal Jama’ah, “Mereka 
–yakni Ahlus Sunnah- berpendapat bahwa jin masuk dalam tubuh orang yang 
kesurupan”. Dan, ia berargumen dengan ayat di atas.

Abdullah bin Imam Ahmad berkata, “Aku bertanya kepada ayahku, 
‘Orang-orang menyangka jin tidak memasuki tubuh manusia.’ Beliau 
menjawab, ‘Wahai anakku, mereka berdusta. Jin itu berbicara lewat lisan 
manusia”.

Ada sejumlah hadits dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang 
diriwayatkan Imam Ahmad dan Al-Baihaqi, bahwa seorang anak yang telah 
gila didatangkan. Maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan 
(kepada jin yang merasuki anak kecil itu), “Keluarlah ! Aku adalah 
Rasulullah” [1]. Lalu anak itu terbebas darinya.

Anda melihat bahwa dalam masalah ini terdapat dalil dari Al-Qur’an dan 
dua dalil dari As-Sunnah. Ini juga merupakan pendapat Ahlus Sunnah wal 
Jama’ah dan pendapat Salaf, serta fenomena membuktikan hal itu. Meskipun
demikian, kita tidak mengingkari bahwa kegilaan itu ada sebab lainnya, 
seperti saraf terputus, otak rusak dan selainnya.

[Al-Fatawa Al-Ijtima’iyah, Ibnu Utsaimin, jilid 4, hal.67-68]


------------------------------------

Website anda http://www.almanhaj.or.id
Berhenti berlangganan: [email protected]
Ketentuan posting : http://milis.assunnah.or.id/aturanmilis/
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke