From: [email protected]
Date: Wed, 25 Aug 2010 09:55:28 +0700
Assalamualaikum,
Ana ingin bertanya, apakah ada hadist yang menyatakan waktu berbuka
puasa itu adalah Adzan Maghrib ?
syukron,
Cacun Sopiandi

==========
Mengenai waktu berbuka puasa,silakan baca penjelasan dibawah ini, Wallahu a'lam

[1]. Kapan Orang Yang Puasa Berbuka ?

http://www.almanhaj.or.id/content/1120/slash/0
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman.

"Artinya : Kemudian sempurnakanlah puasa hingga malam" [Al-Baqarah : 187]

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menafsirkan dengan datangnya malam dan 
perginya siang serta sembunyinya bundaran matahari. Kami telah membawakan 
(penjelasan ini pada pembasahan yang telah lalu,-ed) agar menjadi tenang hati 
seorang muslim yang mengikuti sunnatul huda.

Wahai hamba Allah, inilah perkataan-perkataan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa 
sallam ada di hadapanmu dapatlah engkau membacanya, dan keadaannya yang sudah 
jelas dan telah engkau ketahui, serta perbuatan para sahabatnya, Radhiyallahu 
'anhum telah kau lihat, mereka telah mengikuti apa yang dibawa oleh Rasulullah 
Shallallahu 'alaihi wa sallam.

Syaikh Abdur Razaq telah meriwayatkan dalam Mushannaf 7591 dengan sanad yang 
dishahihkan oleh Al-Hafidz dalam Fathul Bari 4/199 dan al-Haitsami dalam Majma' 
Zawaid 3/154 dari Amr bin Maimun Al-Audi.

"Para sahabat Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam adalah orang-orang yang 
paling bersegera dalam berbuka dan paling akhir dalam sahur" 

[2]. Menyegerakan Berbuka
Wahai saudaraku seiman, wajib atasmu berbuka ketika matahari telah terbenam, 
janganlah dihiraukan oleh rona merah yang masih terlihat di ufuk, dengan ini 
berarti engkau telah mengikuti sunnah Rasuullah Shallallahu 'alaihi wa sallam 
dan menyelisihi Yahudi dan Nasrani, karena mereka mengakhirkan berbuka. 
Pengakhiran mereka itu sampai pada waktu tertentu yakni hingga terbitnya 
bintang. Maka dengan mengikuti jalan dan manhaj Rasulullah Shallallahu 'alaihi 
wa sallam berarti engkau menampakkan syiar-syiar agama, memperkokoh petunjuk 
yang kita jalani, yang kita harapkan jin dan manusia berkumpul diatasnya. 
Hal-hal tersebut dijelaskan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam pada 
pargraf-paragraf yang akan datang.

[a]. Menyegerakan Buka Berarti Menghasilkan Kebaikan.
Dari Sahl bin Sa'ad Radhiyallahu 'anhu, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa 
sallam bersabda.

"Artinya : Senantiasa manusia di dalam kebaikan selama menyegerakan bebuka" 
[Hadits Riwayat Bukhari 4/173 dan Muslim 1093]

[b]. Menyegerakan Berbuka Adalah Sunnah Rasul Shallallahu 'alaihi wa sallam
Jika umat Islamiyah menyegerakan berbuka berarti mereka tetap di atas sunnah 
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dan manhaj Salafus Shalih, dengan izin 
Allah mereka tidak akan tersesat selama "berpegang dengan Rasul mereka (dan) 
menolak semua yang merubah sunnah".

Dari Sahl bin Sa'ad Radhiyallahu 'anhu, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa 
sallam bersabda.

"Artinya : Umatku akan senantiasa dalam sunnahku selama mereka tidak menunggu 
bintang ketika berbuka (puasa)" [1].

[c]. Menyegerakan Buka Berarti Menyelisihi Yahudi dan Nashrani
Tatkala manusia senantiasa berada di atas kebaikan dikarenakan mengikuti manhaj 
Rasul mereka, memelihara sunnahnya, karena sesungguhnya Islam (senantiasa) 
tetap tampak dan menang, tidak akan memudharatkan orang yang menyelisihinya, 
ketika itu umat Islam akan menjadi singa pemberani di lautan kegelapan, 
tauladan yang baik untuk diikuti, karena mereka tidak menjadi pengekor orang 
Timur dan Barat, (yaitu) pengikut semua yang berteriak, dan condong bersama 
angin kemana saja angin bertiup.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam 
bersabda.

"Artinya : Agama ini akan senantiasa menang selama manusia menyegerakan berbuka 
[2], karena orang-orang Yahudi dan Nasrani mengakhirkannya" [Hadits Riwayat Abu 
Dawud 2/305, Ibnu Hibban 223, sanadnya Hasan]

[3]. Menyempurnakan Puasa Hingga Malam
http://www.almanhaj.or.id/content/1097/slash/0

Jika telah datang malam dari arah timur, menghilangkan siang dari arah barat 
dan matahari telah terbenam bebukalah orang yang puasa.

Dari Umar Radhiyallahu 'anhu, ia berkata Rasullah Shallallahu 'alaihi wa sallam 
bersabda.

"Artinya : Jika malam datang dari sini, siang menghilang dari sini dan terbenam 
matahari, telah berbukalah orang yang puasa" [9]

Hal ini terwujud setelah terbenamnya matahari, walaupun sinarnya masih ada. 
Termasuk petunjuk Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, jika beliau puasa 
menyuruh seseorang untuk naik ke satu ketinggian, jika orang itu berkata : 
"Matahari telah terbenam", beliaupun berbuka [10]

Sebagian orang menyangka malam itu tidak terwujud langsung setelah terbenamnya 
matahari, tapi masuknya malam setelah kegelapan menyebar di timur dan di barat. 
Sangkaan seperti ini pernah terjadi pada sahabat Rasulullah Shallallahu 'alaihi 
wa sallam, kemudian mereka diberi pemahaman bahwa cukup dengan adanya awal 
gelap dari timur setelah hilangnya bundaran matahari.

Dari Abdullah bin Abi Aufa Radhiyallahu 'anhu : "Kami pernah bersama Rasulullah 
Shallallahu 'alaihi wa sallam dalam suatu safar (perjalanan), ketika itu kami 
sedang berpuasa (di bulan Ramadhan). Ketika terbenam matahari, Rasulullah 
Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda kepada sebagian kaum : "Wahai Fulan 
(dalam riwayat Abu Daud : Wahai Bilal) berdirilah, ambilkan kami air". Orang 
itu berkata, "Wahai Rasulullah, kalau engkau tunggu hingga sore", dalam riwayat 
lain : matahari). Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Turun, 
ambilkan air". Bilal pun turun, kemudian Nabi minum. Beliau bersabda, "Kalau 
kalian melihatnya niscaya akan kalian lihat dari atas onta, yakni matahari". 
Kemudian beliau melemparkan (dalam riwayat lain : berisyarat dengan tanganya) 
(Dalam riwayat Bukhari- Muslim : berisyarat degan telunjuknya ke arah kiblat) 
kemudian berkata : "Jika kalian melihat malam telah datang dari sini maka telah 
berbuka orang yang puasa. [11]

Telah ada riwayat yang menegaskan bahwa para sahabat Nabi Shallallahu 'alaihi 
wa sallam mengikuti perkataannya, dan perbuatan mereka sesuai dengan perkataan 
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. Abu Said Al-Khudri berbuka ketika 
tenggelam (hilangnya) bundaran matahari. [12]

Peringatan :
Hukum-hukum puasa yang diterangkan tadi berkaitan dengan pandangan mata 
manusia, tidak boleh bertakalluf atau berlebihan dengan mengintai hilal dan 
mengawasi dengan alat-alat perbintangan yang baru atau berpegangan dengan 
penanggalan ahli nujum yang menyelewengkan kaum muslimin dari sunnah Rasulullah 
Shallallahu 'alaihi wa sallam hingga menjadi sebab sedikitnya kebaikan pada 
mereka [13] Wallahu a'alam.

Peringatan Kedua :
Di sebagian negeri Islam para muadzin menggunakan jadwal-jadwal waktu shalat 
yang telah berlangsung lebih dari 50 tahun !! Hingga mereka mengakhirkan 
berbuka puasa dan menyegerakan sahur, akhirnya mereka menentang petunjuk Nabi 
Shallallahu 'alaihi wa sallam
Di negeri-negeri seperti ini ada sekelompok orang yang bersemangat dalam 
mengamalkan sunnah dengan berbuka berpedoman pada matahari dan sahur berpedoman 
fajar. Jika terbenam matahari mereka berbuka, jika terbit fajar shadiq 
-sebagaimana telah dijelaskan- mereka menghentikan makan dan minum. Inilah 
perbuatan syar'i yang shahih, tidak diragukan lagi. Barangsiapa yang menyangka 
mereka menyelisihi sunnah, ia telah berprasangka dengan sangkaan yang salah. 
Tidak ada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah. Jelaslah, ibadah 
puasa berkaitan dengan matahari dan fajar, jika ada orang yang menyelisihi 
kaidah ini, mereka telah salah, bukan orang yang berpegang dengan ushul dan 
mengamalkannya. Adzan adalah pemberitahuan masuknya waktu, (dan) tetap 
mengamalkan ushul yang diajarkan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam 
adalah wajib. Camkanlah ini dan pahamilah.!


------------------------------------

Website anda http://www.almanhaj.or.id
Berhenti berlangganan: [email protected]
Ketentuan posting : http://milis.assunnah.or.id/aturanmilis/
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke