From: [email protected]
Date: Fri, 5 Nov 2010 18:18:04 +0000
Assalaamu'alaykum,
Ikhwan wa akhwat fiddienillah...
sekiranya antum mempunyai penjelasan tentang hadits ini..tolong sampaikan 
kepada ana...secara umum atau pribadi.. sebelum dan sesudahnya ana ucapkan 
jazakumullah khoiron.
"Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dengan sanad yang shohih dari Abu Salih 
as-Saman dari Malik ad-Dar �seorang bendahara Umar�. yang ber- kata: 
�Masyarakat mengalami paceklik pada zaman (kekhalifahan) Umar. Lantas seseorang 
datang kemakam Nabi saw. seraya berkata: �Ya Rasulullah mohonkan (kepada Allah 
swt) hujan untuk umatmu, karena mereka hendak binasa�. Kemudian didalam tidur 
bermimpi datanglah sese- orang dan berkata kepadanya: �Datangilah Umar�! Saif 
juga meriwayatkan hal tersebut dalam kitab al-Futuh; Sesungguhnya lelaki yang 
bermimpi tadi adalah Bilal bin al-Harits al-Muzni, salah seorang sahabat. 
(silah rujuk Fathul Bari jilid2 hal 577).
>>>>>>>>>>>>>

wa'alaikumussalam warahmatullah

sumber : http://www.almanhaj.or.id/content/2758/slash/0

kutipan .....................

6. Kisah Bilal yang antum sebutkan, yang disebutkan dishahihkan oleh Imam
Malik, bahwa Bilal bin Harits Radhiyallahu 'anhu ziarah ke kuburan
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, di situ beliau berdo’a:

يَا رَسُوْلَ اللهِ اِسْتَسْقِ لأُمَّتِكَ فإِنّهُمْ هَلَكُوْا

"Wahai Rasulullah, mohonlah hujan untuk umatmu, karena sesungguhnya mereka
binasa".

Kemudian Bilal tidur dan bermimpi didatangi oleh Rasulullah Shallallahu
'alaihi wa sallam yang berkata: “Hai Bilal, Insya Allah umatku akan
diberikan hujan” ketika Bilal terjaga, hujan sudah turun.

Bantahan:
Kisah di atas perlu dicek kebenarannya, benarkah Imam Malik menshahihkan
nya?
Kisah seperti itu disebutkan oleh Al-Hafizh Ibnu Hajar di dalam Fathul Bari
II/495-496 sebagai berikut:
"Ibnu Abi Syaibah meriwayatkan dengan sanad yang shahih dari riwayat Abi
Shalih As-Saman dari Malik Ad-Dar –dia adalah penjaga (baitul mal) Umar- ,
dia berkata: “Orang-orang tertimpa paceklik di zaman Umar, kemudian
datanglan seorang laki-laki ke kubur Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam,
lalu berkata: “Wahai Rasulullah, mohonkanlah hujan untuk umatmu, karena
sesungguhnya mereka telah binasa (terkena paceklik)”. Maka lelaki tadi
bermimpi, didatangi seseorang dan dikatakan kepadanya: “Datanglah kepada
Umar...”Al-Hadits. Dan Saif telah meriwayatkan di dalam Al-Futuh, bahwa
orang yang bermimpi tersebut adalah Bilal bin Al-Harits Al-Muzni, salah
seorang sahabat”.

Tetapi kisah ini dibantah oleh Syeikh Al-Albani di dalam At-Tawassul, hal :
131-134, secara ringkas sebagai berikut:
a). Tidak dapat diterima keshahihan riwayat ini, karena Malik Ad-Dar adalah
perawi yang tidak dikenal (sifat) ‘adalah dan kecermatannya, sehingga
riwayat ini dha’if. Sedangkan perkataan Al-Hafizh Ibnu Hajar di atas: “Ibnu
Abi Syaibah meriwayatkan dengan sanad yang shahih dari riwayat Abi Shalih”,
tidak berarti riwayat itu shahih seluruh sanadnya, tetapi artinya sanadnya
shahih sampai Abi Shalih.
b). Hal itu bertentangan dengan apa yang telah pasti di dalam agama, yaitu
bahwa disukainya shalat istisqa’ untuk mohon hujan dari langit, yang ini
disebutkan d idalam banyak hadits dan dipegangi oleh banyak ulama.
c). Seandainya riwayatnya shahih, juga tidak dapat diterima, karena orang
yang meminta itu tidak diketahui namanya. Adapun disebutnya nama Bilal pada
riwayat Saif (Ibnu Umar At-Tamimi) tidak berharga sedikitpun, karena Saif
ini disepakati dha’ifnya oleh para ahli hadits.
d). Riwayat ini tidaklah ada di dalamnya tawassul dengan dzat Nabi
Shallallahu 'alaihi wa sallam, tetapi hanyalah permintaan doa dari beliau
agar Allah menurunkan hujan kepada umatnya. Tawassul dengan ini berbeda,
walaupun minta dari Nabi setelah wafatnya juga tidak boleh.”

Syeikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz menyatakan: “Riwayat ini -seandainya
shahih sebagaimana dikatakan oleh pensyarah (Al-Hafizh Ibnu Hajar)- bukanlah
hujjah atas bolehnya minta hujan (kepada Allah) lewat Nabi Shallallahu
'alaihi wa sallam setelah wafat beliau. Karena orang yang meminta itu majhul
(tidak dikenal), dan karena perbuatan para sahabat menyelisihinya, sedangkan
mereka adalah orang-orang yang paling mengetahui terhadap agama.

Tidak ada seorangpun dari mereka mendatangi kubur nabi –atau kubur lainnya-
untuk minta hujan. Bahkan ketika terjadi kekeringan, Umar tidak meminta
lewat Nabi (setelah wafat beliau), tetapi memohon hujan kepada Allah lewat
perantaraan Abbas, dan tidak ada seorangpun dari para sahabat yang
mengingkari Umar, maka hal itu menunjukkan bahwa itu adalah haq. Sedangkan
yang dilakukan oleh orang tak dikenal itu merupakan kemungkaran, dan sarana
menuju kemusyrikan, bahkan sebagian ulama menghukuminya termasuk jenis-jenis
kemusyrikan.

Adapun di dalam riwayat Saif yang menyatakan bahwa nama orang yang meminta
itu adalah Bilal bin Al-Harits, maka tentang keshahihannya perlu dikoreksi,
dan pensyarah (Al-Hafizh Ibnu Hajar) tidak menyebutkan sanad Saif tersebut.
Dan seandainya shahih-pun tidak dapat menjadi hujjah, karena perbuatan para
pembesar sahabat menyelisihinya, sedangkan mereka adalah orang-orang yang
paling mengetahui terhadap Rasulullah n dan agama beliau daripada selain
mereka. Wallahu A’lam”. (Fote note Fathul Bari II/495)

Adapun hadits Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam :

مَنْ رَآنِي فِي الْمَنَامِ فَقَدْ رَآنِي فَإِنَّ الشَّيْطَانَ لاَ
يَتَمَثَّلُ بِي. رواه أبو هريرة

"Barangsiapa melihatku di dalam mimpi, maka sesungguhnya dia telah
melihatku, karena setan tidak dapat menyerupaiku".

Ini memang hadits shahih, tetapi tidak berarti bahwa setiap orang yang
mengaku bermimpi bertemu dengan Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam berarti
dia benar-benar bertemu dengan beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam. Bisa
jadi dia berdusta, atau bisa jadi setan mendatanginya, bukan sebagaimana
wujud Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, lalu setan mengaku bahwa dia
adalah Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, sedangkan orang yang bermimpi itu
tidak pernah berjumpa dengan Nabi, juga tidak pernah mempelajari Sunnahnya,
bagaimana dia dapat mengetahui beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam ?!



------------------------------------

Website anda http://www.almanhaj.or.id
Berhenti berlangganan: [email protected]
Ketentuan posting : http://milis.assunnah.or.id/aturanmilis/
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke