KEUTAMAAN 10 HARI PERTAMA BULAN DZULHIJJAH DAN AMALAN YANG DISYARIATKAN
Oleh
Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin
http://www.almanhaj.or.id/content/2888/slash/0
 
Segala puji bagi Allah semata, shalawat dan salam semoga tercurah kepada 
Rasulullah, Nabi kita Muhammad, kepada keluarga dan segenap sahabatnya.
 
روى البخاري رحمه الله عن ابن عباس رضي الله عنهما أن النبي صلى الله عليه وسلم 
قال : ما من أيام العمل الصالح فيها أحب إلى الله من هذه الأيام – يعني أيام العشر 
- قالوا : يا رسول الله ولا الجهاد في سبيل الله ؟ قال ولا الجهاد في سبيل الله 
إلا رجل خرج بنفسه وماله ثم لم يرجع من ذلك بشيء 
 
Diriwayatkan oleh Al-Bukhari, Rahimahullah, dari Ibnu 'Abbas Radhiyallahu 
'Anhuma bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : Tidak ada hari 
dimana amal shalih pada saat itu lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari 
ini, yaitu : Sepuluh hari dari bulan Dzulhijjah. Mereka bertanya : Ya 
Rasulullah, tidak juga jihad fi sabilillah ?. Beliau menjawab : Tidak juga 
jihad fi sabilillah, kecuali orang yang keluar (berjihad) dengan jiwa dan 
hartanya, kemudian tidak kembali dengan sesuatu apapun".
 
وروى الإمام أحمد رحمه الله عن ابن عمر رضي الله عنهما عن النبي صلى الله عليه 
وسلم قال : ما من أيام أعظم ولا احب إلى الله العمل فيهن من هذه الأيام العشر 
فأكثروا فيهن من التهليل والتكبير والتحميد 
وروى ابن حبان رحمه الله في صحيحه عن جابر رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه 
وسلم قال: أفضل الأيام يوم عرفة.
 
"Imam Ahmad, Rahimahullah, meriwayatkan dari Umar Radhiyallahu 'Anhuma, bahwa 
Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : Tidak ada hari yang paling agung 
dan amat dicintai Allah untuk berbuat kebajikan di dalamnya daripada sepuluh 
hari (Dzulhijjah) ini. Maka perbanyaklah pada saat itu tahlil, takbir dan 
tahmid".
 
MACAM-MACAM AMALAN YANG DISYARIATKAN
1. Melaksanakan Ibadah Haji Dan Umrah
Amal ini adalah amal yang paling utama, berdasarkan berbagai hadits shahih yang 
menunjukkan keutamaannya, antara lain : sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa 
sallam:
 
العمرة إلى العمرة كفارة لما بينهما والحج المبرور ليس له جزاء إلا الجنة 
 
"Dari umrah ke umrah adalah tebusan (dosa-dosa yang dikerjakan) di antara 
keduanya, dan haji yang mabrur balasannya tiada lain adalah Surga".
 
2. Berpuasa Selama Hari-Hari Tersebut, Atau Pada Sebagiannya, Terutama Pada 
Hari Arafah.
Tidak disangsikan lagi bahwa puasa adalah jenis amalan yang paling utama, dan 
yang dipilih Allah untuk diri-Nya. Disebutkan dalam hadist Qudsi :
 
الصوم لي وأنا أجزي به ، انه ترك شهوته وطعامه وشرابه من أجلي
 
"Puasa ini adalah untuk-Ku, dan Aku lah yang akan membalasnya. Sungguh dia 
telah meninggalkan syahwat, makanan dan minumannya semata-mata karena Aku".
Diriwayatkan dari Abu Said Al-Khudri, Radhiyallahu 'Anhu, Rasulullah 
Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
 
ما من عبد يصوم يوماً في سبيل الله ، إلا باعد الله بذلك اليوم وجهه عن النار 
سبعين خريف
 
"Tidaklah seorang hamba berpuasa sehari di jalan Allah melainkan Allah pasti 
menjauhkan dirinya dengan puasanya itu dari api neraka selama tujuh puluh 
tahun". [Hadits Muttafaq 'Alaih].
Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Qatadah Rahimahullah bahwa Nabi 
Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
 
صيام يوم عرفة أحتسب على الله أن يكفر السنة التي قبله والتي بعده .
"Berpuasa pada hari Arafah karena mengharap pahala dari Allah melebur dosa-dosa 
setahun sebelum dan sesudahnya".
 
3. Takbir Dan Dzikir Pada Hari-Hari Tersebut.
Sebagaimana firman Allah Ta'ala.
 
وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ 
 
".... dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah 
ditentukan ...". [al-Hajj : 28].
 
Para ahli tafsir menafsirkannya dengan sepuluh hari dari bulan Dzulhijjah. 
Karena itu, para ulama menganjurkan untuk memperbanyak dzikir pada hari-hari 
tersebut, berdasarkan hadits dari Ibnu Umar Radhiyallahu 'Anhuma.
 
فأكثروا فيهن من التهليل والتكبير والتحميد 
 
"Maka perbanyaklah pada hari-hari itu tahlil, takbir dan tahmid". [Hadits 
Riwayat Ahmad].
 
Imam Bukhari Rahimahullah menuturkan bahwa Ibnu Umar dan Abu Hurairah 
Radhiyallahu 'Anhuma keluar ke pasar pada sepuluh hari tersebut seraya 
mengumandangkan takbir lalu orang-orangpun mengikuti takbirnya. Dan Ishaq, 
Rahimahullah, meriwayatkan dari fuqaha', tabiin bahwa pada hari-hari ini 
mengucapkan :
 
الله أكبر الله أكبر لا إله إلا الله والله أكبر ولله الحمد 
 
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa Ilaha Ilallah, wa-Allahu Akbar, Allahu Akbar wa 
Lillahil Hamdu
 
"Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Tidak ada Ilah (Sembahan) Yang Haq selain 
Allah. Dan Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, segala puji hanya bagi Allah".
 
Dianjurkan untuk mengeraskan suara dalam bertakbir ketika berada di pasar, 
rumah, jalan, masjid dan lain-lainnya. Sebagaimana firman Allah.
 
وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ
 
"Dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan 
kepadamu ...". [al-Baqarah : 185].
 
Tidak dibolehkan mengumandangkan takbir bersama-sama, yaitu dengan berkumpul 
pada suatu majlis dan mengucapkannya dengan satu suara (koor). Hal ini tidak 
pernah dilakukan oleh para Salaf. Yang menurut sunnah adalah masing-masing 
orang bertakbir sendiri-sendiri. Ini berlaku pada semua dzikir dan do'a, 
kecuali karena tidak mengerti sehingga ia harus belajar dengan mengikuti orang 
lain.
 
Dan diperbolehkan berdzikir dengan yang mudah-mudah. Seperti : takbir, tasbih 
dan do'a-do'a lainnya yang disyariatkan.
 
4. Taubat Serta Meninggalkan Segala Maksiat Dan Dosa.
Sehingga akan mendapatkan ampunan dan rahmat. Maksiat adalah penyebab 
terjauhkan dan terusirnya hamba dari Allah, dan keta'atan adalah penyebab dekat 
dan cinta kasih Allah kepadanya.
Disebutkan dalam hadits dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu, bahwasanya Nabi 
Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.
 
ان الله يغار وغيرة الله أن يأتي المرء ما حرم الله علي
 
"Sesungguhnya Allah itu cemburu, dan kecemburuan Allah itu manakala seorang 
hamba melakukan apa yang diharamkan Allah terhadapnya" [Hadits Muttafaq 
'Alaihi].
 
5. Banyak Beramal Shalih.
Berupa ibadah sunat seperti : shalat, sedekah, jihad, membaca Al-Qur'an, amar 
ma'ruf nahi munkar dan lain sebagainya. Sebab amalan-amalan tersebut pada hari 
itu dilipat gandakan pahalanya. Bahkan amal ibadah yang tidak utama bila 
dilakukan pada hari itu akan menjadi lebih utama dan dicintai Allah daripada 
amal ibadah pada hari lainnya meskipun merupakan amal ibadah yang utama, 
sekalipun jihad yang merupakan amal ibadah yang amat utama, kecuali jihad orang 
yang tidak kembali dengan harta dan jiwanya.
 
6. Disyariatkan Pada Hari-Hari Itu Takbir Muthlaq
Yaitu pada setiap saat, siang ataupun malam sampai shalat Ied. Dan disyariatkan 
pula takbir muqayyad, yaitu yang dilakukan setiap selesai shalat fardhu yang 
dilaksanakan dengan berjama'ah ; bagi selain jama'ah haji dimulai dari sejak 
Fajar Hari Arafah dan bagi Jama’ah Haji dimulai sejak Dzhuhur hari raya Qurban 
terus berlangsung hingga shalat Ashar pada hari Tasyriq.
 
7. Berkurban Pada Hari Raya Qurban Dan Hari-hari Tasyriq.
Hal ini adalah sunnah Nabi Ibrahim 'Alaihissalam, yakni ketika Allah Ta'ala 
menebus putranya dengan sembelihan yang agung. Diriwayatkan bahwa Nabi 
shallallahu 'alaihi wa sallam.
 
وقد ثبت أن النبي صلى الله عليه وسلم ضحى بكبشين أملحين أقرنين ذبحهما بيده وسمى 
وكبّر ووضع رجله على صفاحهما 
 
"Berkurban dengan menyembelih dua ekor domba jantan berwarna putih dan 
bertanduk. Beliau sendiri yang menyembelihnya dengan menyebut nama Allah dan 
bertakbir, serta meletakkan kaki beliau di sisi tubuh domba itu". [Muttafaq 
'Alaihi].
 
8. Dilarang Mencabut Atau Memotong Rambut Dan Kuku Bagi Orang Yang Hendak 
Berkurban.
Diriwayatkan oleh Muslim dan lainnya, dari Ummu Salamah Radhiyallhu 'Anha bahwa 
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.
 
إذا رأيتم هلال ذي الحجة وأراد أحدكم أن يضّحي فليمسك عن شعره وأظفاره 
 
"Jika kamu melihat hilal bulan Dzul Hijjah dan salah seorang di antara kamu 
ingin berkurban, maka hendaklah ia menahan diri dari (memotong) rambut dan 
kukunya".
 
Dalam riwayat lain :
 
فلا يأخذ من شعره ولا من أظفاره حتى يضحي 
 
"Maka janganlah ia mengambil sesuatu dari rambut atau kukunya sehingga ia 
berkurban".
 
Hal ini, mungkin, untuk menyerupai orang yang menunaikan ibadah haji yang 
menuntun hewan kurbannya. Firman Allah.
 
وَلا تَحْلِقُوا رُءُوسَكُمْ حَتَّى يَبْلُغَ الْهَدْيُ مَحِلَّه
 
"..... dan jangan kamu mencukur (rambut) kepalamu, sebelum kurban sampai di 
tempat penyembelihan...". [al-Baqarah : 196].
 
Larangan ini, menurut zhahirnya, hanya dikhususkan bagi orang yang berkurban 
saja, tidak termasuk istri dan anak-anaknya, kecuali jika masing-masing dari 
mereka berkurban. Dan diperbolehkan membasahi rambut serta menggosoknya, 
meskipun terdapat beberapa rambutnya yang rontok.
 
9. Melaksanakan Shalat Iedul Adha Dan Mendengarkan Khutbahnya.
Setiap muslim hendaknya memahami hikmah disyariatkannya hari raya ini. Hari ini 
adalah hari bersyukur dan beramal kebajikan. Maka janganlah dijadikan sebagai 
hari keangkuhan dan kesombongan ; janganlah dijadikan kesempatan bermaksiat dan 
bergelimang dalam kemungkaran seperti ; nyanyi-nyanyian, main judi, 
mabuk-mabukan dan sejenisnya. Hal mana akan menyebabkan terhapusnya amal 
kebajikan yang dilakukan selama sepuluh hari.
 
10. Selain Hal-Hal Yang Telah Disebutkan Diatas.
Hendaknya setiap muslim dan muslimah mengisi hari-hari ini dengan melakukan 
ketaatan, dzikir dan syukur kepada Allah, melaksanakan segala kewajiban dan 
menjauhi segala larangan ; memanfaatkan kesempatan ini dan berusaha memperoleh 
kemurahan Allah agar mendapat ridha-Nya.
 
Semoga Allah melimpahkan taufik-Nya dan menunjuki kita kepada jalan yang lurus. 
Dan shalawat serta salam semoga tetap tercurah kepada Nabi Muhammad, kepada 
keluarga dan para sahabatnya.
 
والله الموفق والهادي إلى سواء السبيل وصلى الله على محمد وآله وصحبه وسلم .
صدرت بأذن طبع رقم 1218/ 5 وتاريخ 1/ 11/ 1409 هـ
صادر عن إدارة المطبوعات بالرئاسة العامة لإدارات البحوث العلمية والإفتاء والدعوة 
والإرشاد
كتبها : الفقير إلى عفو ربه
عبدالله بن عبدالرحمن الجبرين
عضو ا
 
[Disalin dari brosur yang dibagikan secara cuma-cuma, tanpa no, bulan, tahun 
dan penerbit. Artikel dalam bahasa Arab dapat dilihat di 
http://www.saaid.net/mktarat/hajj/4.htm]                                    

Kirim email ke