Wassalamualaikum
Yth Bapak Wahyu Wibowo, baiklah saya akan memberikan pandangan dalam konteks
lapangan
ilmu kesehatan yang saya miliki.Mohon membacanya dengan hati-hati, bila kurang
jelas silahkan ditanyakan lagi.
1. Pertama-tama mohon dijelaskan diagnose penyakit jantungnya; lemah jantung
bukan diagnose tetapi
istilah awam, sulit menentukan therapi yang sesuai kalau diagnosenya tidak
jelas.
2. Ayahanda sudah ditangani oleh Dokter ahli jantung, sekaligus juga spesialis
penyakit dalam, sedangkan
penyakitnya ialah jantung dan hipertensi, jadi penanganan sudah ditangan yang
tepat.
3. Pada prinsipnya semua obat patent yang sudah ada produksi obat generiknya,
adalah memiliki khasiat yang
sama (!!!), dijamin oleh Kementrian Kesehatan RI. Kita menyebutnya obat generik
bermerek.
Kadang2 harganya 1/10 dari obat patent. Isi obat generik sama dengan obat
patent, kemasannya yang berbeda.
4. Sebetulnya pertanyaan kepada kami ini paling tepat ditujukan kepada Prof DR
Dr Bambang Irawan SpPD, SpJP
Hampir yakin saya bahwa jawabannya sama dengan uraian saya diatas.
Catatan : pada sekitar 15 tahun yl, sangat marak terjadi pertikaian antara
pemerintah negara tertentu dengan Pabrik obat
yang memproduksi obat patent. Pabrik tersebut telah mengajukan
pemerintah kepada Pengadilan setempat menggugat
agar Pemerintah tidak memproduksi obat patent tertentu diganti
obat generik sampai suatu kurun waktu tertentu.
Saat tersebut untuk suatu obat patent tertentu,untuk penyakit
tertentu, harga obatnya mencapai Rp.80 juta.- sampai
penyakit tersebut dapat diatasi.Hal ini sangat memberatkan
penderita karena dengan menderita penyakit tertentu tersebut
tidak mungkin penderita membelinya. Dengan generiknya biaya obat
hanya Rp.8 juta.-, sampai sembuh pula.
Dalam suatu pertemuan terbuka, saya sebagai Pimpinan suatu LSM
diminta oleh pemerintah untuk membuat suatu pernyataan sbb :
APABILA DALAM WAKTU 6 BULAN SEJAK PERNYATAAN INI DIBUAT PABRIK
OBAT TIDAK MEMBUAT OBAT GENERIKNYA MAKA
PEMERINTAH AKAN MENCABUT LISENSI PABRIK TERSEBUT (!!!).
Kemudian dibawah naungan PBB, semua perwakilan KEMKES bertemu di DOHA yang
kemudian membuat suatu keputusan sbb :
SEANDAINYA SUATU PENYAKIT DIMASUKAN DALAM GOLONGAN PENYAKIT MASYARAKAT MAKA
PEMERINTAH BERWEWENANG UNTUK
MEMPRODUKSI GENERIKNYA.
Semoga ayah Bapak berhasil mendapat kesehatan yang diharapkan dan mendapat
obat2an yang berkhasiat tepat dan harganya terjangkau.
Wassalam
Prof DR Dr Salamun Sastra MPH, MSc, MBA
To: [email protected]
From: [email protected]
Date: Tue, 11 Jan 2011 10:12:05 +0700
Subject: [assunnah] OTT: Tanya obat Exforge dan pengganti generiknya
Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh,
nggota milis Assunnah wa bil khusus Bapak/Ibu Dokter dan praktisi kesehatan
yang semoga dirohmati Alloh.
Kepada Prof.Dr Salamun dan Dr.Hilman Mahyudin mohon bantuannya untuk
memberikan saran dan masukan perihal kebimbangan dan pertanyaan
mengenai permasalahan kesehatan di bawah ini.
Orang tua saya(Bapak) usia 72 tahun qodarulloh mendapatkan cobaan sakit lemah
jantung dan hipertensi.
Sebelumnya rutin berobat tiap bulan pada Prof.DR.dr. Bambang Irawan,
Sp.PD,Sp.JP dan mendapat rekomendasi untuk rutin minum obat berupa Exforge
5mg/80mg, KSR, dan Furosemide.
Terkait dengan Exforge yang merupakan obat paten tentunya harganya cukup tinggi.
Pertanyaan saya disini, apakah bisa obat tersebut(Exforge)diganti dengan obat
generic Amlodipine 5mg + Valsartan 80mg? Yang tentunya lebih ekonomis
mengingat orang tua kami harus mengkonsumsi secara rutin setiap hari 1 tablet.
Adakah kombinasi 2 obat generic (Amlodipine 5mg + Valsartan 80mg) mempunyai
manfaat/khasiat yang sama?
Terima kasih atas perhatian dan bantuannya dalam menjelaskan pertanyaan saya
ini.
Semoga menjadi amal soleh Bapak/Ibu sekalian.
Kepada anggota milist, mohon maaf apabila pertanyaan kami ini kurang
berkenan karena tidak terkait bahasan milist Assunah secara langsung.
Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh,