Wassalamualaikum wr wb
Yth Bapak Wahyu Wibowo, saya lanjutkan komentar saya sbb. :
1. Perihal diagnosa penyakit jantung Ayah bapak maka bila gejalanya adalah 
seperti yang disebutkan,
apalagi bila ditambah adanya sesak setelah suatu aktifitas, maka secara umum 
working diagnosa saya adalah;
decompensatio cordis (secara umum disebut gagal jantung). Keadaan ini apabila 
cepat diatasi dengan tepat maka
dengan memakan obat tertentu terus menerus maka bisa teratasdi dan pasien dapat 
 beraktifitas normal serta merubah gaya
hidup sehari-hari. pasien mutlak harus ditangani oleh dokter spesialis jantung 
atau penyakit dalam.
Sangatlah kita bersyukur, spesialis ini sudah ada dimana2 ditanah air, pada 
tahun 1970an, saya menjadi dokter umum didaerah
Tangerang (hanya ada 8 dokter waktu itu), saya harus menangani sendiri pasien 
tersebut, dengan obat2an yang ada waktu itu.
2. Bila akan pindah ke Bekasi yang anda harus lakukan adalah :
a. lapor kepada Prof Bambang, mohon diberikan turunan/copy semua catatan medis 
dari beliau (menurut Undang-undang, catatan
tersebut adalah milik penderita).; mohon petunjuk/surat pengantar kepada siapa 
di Bekasi, ayah anda bisa diteruskan pengobatannya.
b. cobalah keliling kota Bekasi, cari informasi dimana tempat praktek Dokter 
Ahli Penyakit dal;am atau ahli jantung atau kombinasi keduanya.
Di Bekasi sekarang ada RS UMUM Daerah, RS Umum Swasta Mitra keluarga (misalnya) 
dan mungkin sudah ada Klinik Spesialis Bersama.
Demikian saran saya.
Wassalam
Prof Salamun Sastra

To: [email protected]
From: [email protected]
Date: Thu, 13 Jan 2011 10:03:01 +0700
Subject: RE: [assunnah] OTT: Tanya obat Exforge dan pengganti generiknya




























      Assalamualaikum Warohmatulloh wabarokatuh,



Terima kasih atas nasehat, saran serta masukan yang telah diberikan baik 
melalui email pribadi(japri) maupun melalui forum ini.



Kepada Prof Salamun, Dr Hilman, Dokter Muin semoga manjadi amal sholeh

Bapak-bapak sekalian.



Menjawab klarifikasi lanjutan dari Prof Salamun.



1. Untuk diagnose lebih detail mohon maaf karena kebodohan saya, tidak

bisa tahu lebih dalam.



Hanya saja karena kerja jantung yang lemah, beberapa waktu yang lalu sempat 
cairan tubuh tidak bisa bisa terdorong sehingga mengumpul dibagian bawah tubuh 
yang menyebabkan kaki Ayahanda membesar karena berisi cairan tubuh tersebut. 
Alhamdulillah setelah dirawat di RS serta mengkonsumsi obat tersebut keluhan 
ini sudah teratasi.



2. Qodarulloh Ayahanda sekarang saya ajak tinggal bersama keluarga

kecil ana di Bekasi yang sebelumnya di Yogyakarta dan ditangani Prof Bambang 
Irawan. Rencana mau memeruskan dengan penanganan dokter lain di sekitar Bekasi. 
Apakah Prof /Dokter mempunyai rekomendasi? Mohon masukannya.



3.Terima kasih penjelasannya. Menjadi lebih mantap dan yakin dalam

menggunakan obat ini.



4.Terima kasih saran dan masukkanya, akan kami sampaikan dan tanyakan

kepada beliau apabila waktu dan kondisi memungkinkan.



Kembali kami haturkan terima kasih atas perhatiannya.



Semoga menjadi amal kebaikan di sisi Alloh.



Wassalamualaikum,

Wahyu Wibowo

Bekasi



From: Dr.Salamun Sastra

Sent: Wednesday, January 12, 2011 8:46 PM

To: [email protected]

Wassalamualaikum

Yth Bapak Wahyu Wibowo, baiklah saya akan memberikan pandangan dalam konteks

lapangan

ilmu kesehatan yang saya miliki.Mohon membacanya dengan hati-hati, bila

kurang jelas silahkan ditanyakan lagi.

1. Pertama-tama mohon dijelaskan diagnose penyakit jantungnya; lemah jantung

bukan diagnose tetapi

istilah awam, sulit menentukan therapi yang sesuai kalau diagnosenya tidak

jelas.

2. Ayahanda sudah ditangani oleh Dokter ahli jantung, sekaligus juga

spesialis penyakit dalam, sedangkan

penyakitnya ialah jantung dan hipertensi, jadi penanganan sudah ditangan

yang tepat.

3. Pada prinsipnya semua obat patent yang sudah ada produksi obat

generiknya, adalah memiliki khasiat yang

sama (!!!), dijamin oleh Kementrian Kesehatan RI. Kita menyebutnya obat

generik bermerek.

Kadang2 harganya 1/10 dari obat patent. Isi obat generik sama dengan obat

patent, kemasannya yang berbeda.

4. Sebetulnya pertanyaan kepada kami ini paling tepat ditujukan kepada Prof

DR Dr Bambang Irawan SpPD, SpJP

Hampir yakin saya bahwa jawabannya sama dengan uraian saya diatas.

Catatan : pada sekitar 15 tahun yl, sangat marak terjadi pertikaian antara

pemerintah negara tertentu dengan Pabrik obat

              yang memproduksi obat patent. Pabrik tersebut telah mengajukan

pemerintah kepada Pengadilan setempat menggugat

              agar Pemerintah tidak memproduksi obat patent tertentu diganti

obat generik sampai suatu kurun waktu tertentu.

              Saat tersebut untuk suatu obat patent tertentu,untuk penyakit

tertentu, harga obatnya mencapai Rp.80 juta.- sampai

              penyakit tersebut dapat diatasi.Hal ini sangat memberatkan

penderita karena dengan menderita penyakit tertentu tersebut

              tidak mungkin penderita membelinya. Dengan generiknya biaya

obat hanya Rp.8 juta.-, sampai sembuh pula.

              Dalam suatu pertemuan terbuka, saya sebagai Pimpinan suatu LSM

diminta oleh pemerintah untuk membuat suatu pernyataan sbb :

              APABILA DALAM WAKTU 6 BULAN SEJAK PERNYATAAN INI DIBUAT PABRIK

OBAT TIDAK MEMBUAT OBAT GENERIKNYA MAKA

              PEMERINTAH AKAN MENCABUT LISENSI PABRIK TERSEBUT (!!!).

Kemudian dibawah naungan PBB, semua perwakilan KEMKES bertemu di DOHA yang

kemudian membuat suatu keputusan sbb :

SEANDAINYA SUATU PENYAKIT DIMASUKAN DALAM GOLONGAN PENYAKIT MASYARAKAT MAKA

PEMERINTAH BERWEWENANG UNTUK

MEMPRODUKSI GENERIKNYA.

Semoga ayah Bapak berhasil mendapat kesehatan yang diharapkan dan mendapat

obat2an yang berkhasiat tepat dan harganya terjangkau.

Wassalam

Prof DR Dr Salamun Sastra MPH, MSc, MBA














                                          

Kirim email ke