Pertanyaan serupa pernah ditanyakan di ta'lim Ust. Abu Ihsan pada hari ahad, 30 Januari 2011 kemarin. Inti jawaban beliau, walimah khitan itu mubah (boleh) selama tidak ada maksiat di dalamnya.
Di almanhaj ada pembahasan serupa: http://www.almanhaj.or.id/content/2442/slash/0 "...Tentang macam-macam walimah (undangan makan) secara rinci, antara lain dijelaskan oleh Al Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah di dalam kitab Fat-hul Bari Syarh Shahih Bukhari. [2] Beliau menyatakan bahwa An Nawawi rahimahullah, yang mengikuti Al Qadhi ‘Iyaadh rahimahullah, menyebutkan walimah itu ada 8 macam: a). Al-I’dzaar atau al ‘udzrah, yaitu walimah karena khitan. ..." Semoga bermanfaat. 2011/2/3 eka ardiansyah <[email protected]> > > > bolehkah kita datang ke perayaan sunatan yang tidak ada maksiat di > dalamnya? apakah perayaan sunatan termasuk bid'ah?bagaimana apabila > perayan sunatnya hanya makan makan? > > -- “Al-‘Ilmu Qoblal Qoul wal ‘Amal” Ilmu Dulu Sebelum Berkata dan Berbuat
