Miskin Tapi Kaya
*Penulis:
Abu Abdilmuhsin Firanda Andirja
Madinah, 10 04 1432 H / 15 03 2011 M
www.firanda.com
*
Imam As-Syafii rahimahullah berkata :
????? ??? ?????? ??? ?????? ???????? ..... ???????? ????????? ??????????
???????
//
/Jika engkau memiliki hati yang selalu qona'ah .../
//
/maka sesungguhnya engkau sama seperti raja dunia/
Sekitar tujuh tahun yang lalu saya berkunjung di kamar seorang teman
saya di Universitas Madinah yang berasal dari negara Libia, dan kamar
tersebut dihuni oleh tiga mahasiswa yang saling dibatasi dengan sitar
(kain) sehingga membagi kamar tersebut menjadi tiga petak ruangan kecil
berukuran sekitar dua kali tiga meter. Ternyata... ia sekamar dengan
seorang mahasiswa yang berasal dari negeri China yang bernama Ahmad.
Beberapa kali aku dapati ternyata Ahmad sering dikunjungi teman-temannya
para mahasiswa yang lain yang juga berasal dari China. Rupanya mereka
sering makan bersama di kamar Ahmad, sementara Ahmad tetap setia
memasakkan makanan buat mereka. Akupun tertarik melihat sikap Ahmad yang
penuh rendah diri melayani teman-temannya dengan wajah yang penuh senyum
semerbak. Ahmad adalah seorang mahasiswa yang telah berkeluarga dan
telah dianugerahi seorang anak. Akan tetapi jauhnya ia dari istri dan
anaknya tidaklah menjadikan ia selalu dipenuhi kesedihan..., hal ini
berbeda dengan kondisi sebagian mahasiswa yang selalu bersedih hati
karena memikirkan anak dan istrinya yang jauh ia tinggalkan.
Suatu saat akupun menginap di kamar temanku tersebut, maka aku dapati
ternyata Ahmad bangun sebelum sholat subuh dan melaksanakan sholat
witir, entah berapa rakaat ia sholat. Tatkala ia hendak berangkat ke
mesjid maka akupun menghampirinya dan bertanya kepadanya, "Wahai akhi
Ahmad, aku lihat engkau senantiasa ceria dan tersenyum, ada apakah
gerangan", Maka Ahmadpun dengan serta merta berkata dengan polos,
/*"Wahai akhi... sesungguhnya Imam As-Syafi'i pernah berkata bahwa jika
hatimu penuh dengan rasa qonaa'h maka sesungguhnya engkau dan seorang
raja di dunia ini sama saja"*/.
Aku pun tercengang... sungguh perkataan yang indah dari Imam
As-Syafii... rupanya inilah rahasia kenapa Ahmad senantiasa tersenyum.
Para pembaca yang budiman Qona'ah dalam bahasa kita adalah "nerimo"
dengan apa yang ada. Yaitu sifat menerima semua keputusan Allah. Jika
kita senantiasa merasa nerima dengan apa yang Allah tentukan buat kita,
bahkan kita senantiasa merasa cukup, maka sesungguhnya apa bedanya kita
dengan raja dunia. Kepuasan yang diperoleh sang raja dengan banyaknya
harta juga kita peroleh dengan harta yang sedikit akan tetapi dengan
hati yang qona'ah.
Bahkan bagitu banyak raja yang kaya raya ternyata tidak menemukan
kepuasan dengan harta yang berlimpah ruah... oleh karenanya sebenarnya
kita katakan /"Jika Anda memiliki hati yang senantiasa qona'ah maka
sesungguhnya Anda lebih baik dari seorang raja di dunia"/.
Kalimat qona'ah merupakan perkataan yang ringan di lisan akan tetapi
mengandung makna yang begitu dalam. Sungguh Imam As-Syafi'i tatkala
mengucapkan bait sya'ir diatas sungguh-sungguh dibangun di atas ilmu
yang kokoh dan dalam.
Seseorang yang qona'ah dan senantiasa menerima dengan semua keputusan
Allah menunjukkan bahwa ia benar-benar mengimani taqdir Allah yang
merupakan salah satu dari enam rukun Iman.
Ibnu Batthool berkata
??????? ????????? ???? ????? ???????? ????????? ????? ????????
?????????????? ?????????? ?????? ????? ??? ?????? ????? ??????
???????????? ????? ????????? ????????????? ???????????
"Dan kaya jiwa (qona'ah) merupakan pintu keridhoan atas keputusan Allah
dan menerima (pasrah) terhadap ketetapanNya, ia mengetahui bahwasanya
apa yang di sisi Allah lebih baik bagi orang-orang yang baik, dan pada
ketetapan Allah lebih baik bagi wali-wali Allah yang baik" (Syarh shahih
Al-Bukhari)
Orang yang qona'ah benar-benar telah mengumpulkan banyak amalan-amalan
hati yang sangat tinggi nilainya. Ia senantiasa berhusnudzon kepada
Allah, bahwasanya apa yang Allah tetapkan baginya itulah yang terbaik
baginya. Ia bertawakkal kepada Allah dengan menyerahkan segala urusannya
kepada Allah, sedikitnya harta di tangannya tetap menjadikannya
bertawakkal kepada Allah, ia lebih percaya dengan janji Allah daripada
kemolekan dunia yang menyala di hadapan matanya.
Al-Hasan Al-Bashri pernah berkata ;
????? ???? ?????? ?????????? ???? ???????? ????? ??? ?????? ????????
?????? ????? ??? ???? ?????
"Sesungguhnya diantara lemahnya imanmu engkau lebih percaya kepada harta
yang ada di tanganmu dari pada apa yang ada di sisi Allah" (Jami'ul
'Uluum wal hikam 2/147)
Orang yang qona'ah tidak terpedaya dengan harta dunia yang mengkilau,
dan ia tidak hasad kepada orang-orang yang telah diberikan Allah harta
yang berlimpah. Ia qona'ah... ia menerima semua keputusan dan ketetapan
Allah. Bagaimana orang yang sifatnya seperti ini tidak akan bahagia..???!!!
Allah berfirman :
???? ?????? ???????? ???? ?????? ???? ??????? ?????? ????????
????????????????? ??????? ????????? ??????????????????? ??????????
?????????? ??? ??????? ???????????
/Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun
perempuan dalam Keadaan beriman, Maka Sesungguhnya akan Kami berikan
kepadanya *kehidupan yang baik* dan Sesungguhnya akan Kami beri Balasan
kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka
kerjakan. /(An-Nahl : 97)
Ali bin Abi Tholib radhiallahu 'anhu dan Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah
berkata :????????? ???????????? ???????????? *Kehidupan yang baik adalah
qona'ah* (Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir At-Thobari dalam tafsirnya 17/290)
Renungkanlah bagaimana kehidupan orang yang paling bahagia yaitu Nabi
kita shallallahu 'alahi wa sallam...sebagaimana dituturkan oleh Aisyah
radhiallahu 'anhaa:
???? ????????? ?????? ??????? ??????? ???????? ??????? ?????????? ?????
??????? ???? ?????? ?????????? ????? ?????????? ????? ??????????
????????? ????????? ??? ?????????? ????? ????????? ??? ????????? ???????
??????? ?????? ??????? ???????? ????????? ????? ???????? ??? ??????? ???
????? ??????????? ??????? ?????????????? ????????? ?????????? ??????
??????? ???? ????? ????????? ??????? ?????? ??????? ???????? ?????????
???????? ???? ???????????? ??????? ?????? ????????? ?????????
??????????? ??????? ??????? ?????? ??????? ???????? ????????? ????
????????????? ????????????
Aisyah berkata kepada 'Urwah, "Wahai putra saudariku, sungguh kita
dahulu melihat hilal kemudian kita melihat hilal (berikutnya) hingga
tiga hilal selama dua bulan, akan tetapi sama sekali tidak dinyalakan
api di rumah-rumah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam". Maka aku
(Urwah) berkata, "Wahai bibiku, apakah makanan kalian?", Aisyah berkata,
"Kurma dan air", hanya saja Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam
memiliki tetangga dari kaum Anshoor, mereka memiliki onta-onta (atau
kambing-kambing) betina yang mereka pinjamkan kepada Rasulullah
shallallahu 'alaihi wa sallam untuk diperah susunya, maka Rasulullahpun
memberi susu kepada kami dari onta-onta tersebut" (HR Al-Bukhari no 2567
dan Muslim no 2972)
Dua bulan berlalu di rumah Rasulullah akan tetapi tidak ada yang bisa
dimasak sama sekali di rumah beliau shallallahu 'alaihi wa sallam.
Makanan beliau hanyalah kurma dan air.
Rumah beliau sangatlah sempit sekitar 3,5 kali 5 meter dan sangat
sederhana. 'Athoo' Al-Khurosaani rahimahullah berkata : "Aku melihat
rumah-rumah istri-istri Nabi terbuat dari pelepah korma, dan di
pintu-pintunya ada tenunan serabut-serabut hitam. Aku menghadiri tulisan
(keputusan) Al-Waliid bin Abdil Malik (khalifah tatkala itu) dibaca yang
memerintahkan agar rumah istri-istri Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam
dimasukan dalam areal mesjid Rasululullah. Maka aku tidak pernah melihat
orang-orang menangis sebagaimana tangisan mereka tatkala itu (karena
rumah-rumah tersebut akan dipugar dan dimasukan dalam areal mesjid-pen).
Aku mendengar Sa'iid bin Al-Musayyib berkata pada hari itu :
?????? ?????????? ????????? ??????????? ????? ???????? ???????? ????????
???? ?????? ????????????? ?????????? ?????????? ???? ???????? ???????
??? ???????? ???? ???????? ????? ??? ????????? ?????????? ?????? ??????
????????? ???????? ??? ???????????? ??????????????
"Sungguh demi Allah aku sangat berharap mereka membiarkan rumah-rumah
Rasulullah sebagaimana kondisinya, agar jika muncul generasi baru dari
penduduk Madinah dan jika datang orang-orang dari jauh ke kota Madinah
maka mereka akan melihat bagaimana kehidupan Rasulullah, maka hal ini
akan menjadikan orang-orang mengurangi sikap saling berlomba-lomba dalam
mengumpulkan harta dan sikap saling bangga-banggaan" (At-Tobaqoot
Al-Kubroo li Ibn Sa'ad 1/499)
Orang-orang mungkin mencibirkan mulut tatkala memandang seorang yang
qona'ah yang berpenampilan orang miskin.., karena memang ia adalah
seorang yang miskin harta. Akan tetapi sungguh kebahagiaan telah
memenuhi hatinya.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
?????? ???????? ???? ???????? ????????? ????????? ???????? ????? ?????????
"Bukanlah kekayaan dengan banyaknya harta benda, akan tetapi kekayaan
yang haqiqi adalah kaya jiwa (hati)" (HR Al-Bukhari no 6446 dan Muslim
no 1050)
Ibnu Battool rahimahullah berkata, "Karena banyak orang yang dilapangkan
hartanya oleh Allah ternyata jiwanya miskin, ia tidak nerimo dengan apa
yang Allah berikan kepadanya, maka ia senantiasa berusaha untuk mencari
tambahan harta, ia tidak perduli dari mana harta tersebut, maka
seakan-akan ia adalah orang yang kekurangan harta karena semangatnya dan
tamaknya untuk mengumpul-ngumpul harta. Sesungguhnya hakekat kekayaan
adalah kayanya jiwa, yaitu jiwa seseorang yang merasa cukup (nerimo)
dengan sedikit harta dan tidak bersemangat untuk menambah-nambah
hartanya, dan nafsu dalam mencari harta, maka seakan-akan ia adalah
seorang yang kaya dan selalu mendapatkan harta" (Syarh Ibnu Batthool
terhadap Shahih Al-Bukhari)
Abu Dzar radhiallahu 'anhu menceritakan bahwasanya Rasulullah
shallallahu 'alaihi wa sallam pernah berkata kepadanya:
??? ????? ???? ??????? ???????? ???????? ???? ????????? ?????? : ??????
??? ???????? ?????? ????? : ????????? ??????? ???????? ???? ??????????
?????? : ?????? ??? ???????? ?????. ??? : ???????? ???????? ?????
????????? ??????????? ?????? ?????????
"Wahai Abu Dzar, apakah engkau memandang banyaknya harta merupakan
kekayaan?". Aku (Abu Dzar) berkata : "Iya Rasulullah". Rasulullah
berkata : "Apakah engkau memandang bahwa sedikitnya harta merupakan
kemiskinan?", Aku (Abu Dzar ) berkata, "Benar Rasulullah". Rasulullahpun
berkata : "Sesungguhnya kekayaan (yang hakiki-pen) adalah kayanya hati,
dan kemisikinan (yang hakiki-pen) adalah miskinnya hati" (HR Ibnu
Hibbaan dan dishahihkan oleh Syaikh Albani dalam shahih At-Targiib wa
At-Tarhiib no 827)
*Maka orang yang qona'ah meskpun miskin namun pada hakikatnya
sesungguhnya ialah orang yang kaya*.