From: [email protected]
Date: Wed, 6 Apr 2011 13:23:53 +0700 
Assalamualaikum, tanya donk, Tanya Dalil Membantu Orang Tua bagi Anak Lelaki 
yang telah menikah? dan juga anak wanita yang telah menikah untuk membantu 
orang tua ?
Thanks
>>>>>>>
 
Seorang anak, meskipun telah berkeluarga, tetap wajib berbakti kepada kedua 
orang tuanya. Kewajiban ini tidaklah gugur bila seseorang telah berkeluarga. 
Namun sangat disayangkan, betapa banyak orang yang sudah berkeluarga lalu 
mereka meninggalkan kewajiban ini.
 
Keempat.
Yaitu memberikan infak (shadaqah) kepada kedua orang tua. Semua harta kita 
adalah milik orang tua. Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala surat Al-Baqarah ayat 
215.

"Artinya : Mereka bertanya kepadamu tentang apa yang mereka infakkan. Jawablah, 
"Harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu bapakmu, kaum 
kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam 
perjalanan. Dan apa saja kebajikan yang kamu perbuat sesungguhnya Allah maha 
mengetahui"

Jika seseorang sudah berkecukupan dalam hal harta hendaklah ia menafkahkannya 
yang pertama adalah kepada kedua orang tuanya. Kedua orang tua memiliki hak 
tersebut sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam surat Al-Baqarah di 
atas. Kemudian kaum kerabat, anak yatim dan orang-orang yang dalam perjalanan. 
Berbuat baik yang pertama adalah kepada ibu kemudian bapak dan yang lain, 
sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam berikut.

"Artinya : Hendaklah kamu berbuat baik kepada ibumu kemudian ibumu sekali lagi 
ibumu kemudian bapakmu kemudian orang yang terdekat dan yang terdekat" [Hadits 
Riwayat Bukhari dalam Adabul Mufrad No. 3, Abu Dawud No. 5139 dan Tirmidzi 
1897, Hakim 3/642 dan 4/150 dari Mu'awiyah bin Haidah, Ahmad 5/3,5 dan berkata 
Tirmidzi, "Hadits Hasan"]

Sebagian orang yang telah menikah tidak menafkahkan hartanya lagi kepada orang 
tuanya karena takut kepada istrinya, hal ini tidak dibenarkan. Yang mengatur 
harta adalah suami sebagaimana disebutkan bahwa laki-laki adalah pemimpin bagi 
kaum wanita.
 
Selengkapnya silakan baca BENTUK-BENTUK BERBAKTI KEPADA ORANG TUA 
http://almanhaj.or.id/content/689/slash/0
 
Setelah memerintahkan manusia untuk bertauhid, Allah ‘Azza wa Jalla 
memerintahkan untuk berbakti kepada orang tuanya. Seperti tersurat dalam surat 
al-Israa' ayat 23-24, Allah Ta’ala berfirman: “Artinya : Dan Rabb-mu telah 
memerintahkan agar kamu jangan beribadah melainkan hanya kepada-Nya dan 
hendaklah berbuat baik kepada ibu-bapak. Jika salah seorang di antara keduanya 
atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali 
janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau 
membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik. Dan 
rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, 
‘Ya Rabb-ku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku 
pada waktu kecil.’” [Al-Israa' : 23-24]

Perintah birrul walidain juga tercantum dalam surat an-Nisaa' ayat 36: “Artinya 
: Dan beribadahlah kepada Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan 
sesuatu apa pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib kerabat, 
anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat, tetangga jauh, teman 
sejawat, ibnu sabil [1], dan hamba sahaya yang kamu miliki. Sungguh, Allah 
tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri.” [An-Nisaa' : 36]

KEUTAMAAN BERBAKTI KEPADA ORANG TUA DAN PAHALANYA
[1]. Merupakan Amal Yang Paling Utama
‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallaahu ‘anhu berkata.
“Artinya : Aku bertanya kepada Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam, ‘Amal 
apakah yang paling utama?’ Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam menjawab, 
‘Shalat pada waktunya (dalam riwayat lain disebutkan shalat di awal waktunya).’ 
Aku bertanya lagi, ‘Kemudian apa?’ Nabi menjawab: ‘Berbakti kepada kedua orang 
tua.’ Aku bertanya lagi: ‘Kemudian apa?’ Nabi menjawab, ‘Jihad di jalan Allah’ 
[2]

[2]. Ridha Allah Bergantung Kepada Ridha Orang Tua
Sesuai hadits Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam, disebutkan: 
“Artinya : Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash radhiyallaahu ‘anhuma, bahwa 
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Ridha Allah bergantung 
kepada keridhaan orang tua dan murka Allah bergantung kepada kemurkaan orang 
tua” [3]

[3]. Berbakti Kepada Orang Tua Dapat Menghilangkan Kesulitan Yang Sedang Dialami
Yaitu, dengan cara bertawassul dengan amal shalih tersebut. Dalilnya adalah 
hadits riwayat dari Ibnu ‘Umar radhiyallaahu ‘anhuma mengenai kisah tiga orang 
yang terjebak dalam gua, dan salah seorangnya bertawassul dengan bakti kepada 
ibu bapaknya. 

Selanjutnya silakan baca MENGGAPAI RIDHA ALLAH DENGAN BERBAKTI KEPADA ORANG TUA 
http://almanhaj.or.id/content/2123/slash/0
Wallahu a'lam


------------------------------------

Website anda http://www.almanhaj.or.id
Berhenti berlangganan: [email protected]
Ketentuan posting : http://milis.assunnah.or.id/aturanmilis/
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke